Showing posts with label KAJIAN TAUHID. Show all posts
Showing posts with label KAJIAN TAUHID. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Tauhid dalam sikap hidup secara umum (kajian ketujuh)


Tauhid dalam sikap hidup secara umum


Sikap manusia pada dasrnya ada dua: cinta/suka dan benci/tidak suka. Kemudian sikap ini berkembang dan meluas menjadi berbagai sikap / sifat.

1)      Tiada yang patut di takuti selain Allah. QS. Al-Baqarah: 150.  

فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي.
150. ... Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).


     Takut terdiri atas dua bagian:
a.       Takut kepada Allah. Ini akan mendorong seseorang lari untuk mendekat kepada Allah.
b.      Takut kapada selain Allah. Ini akan mendorong seseorang lari untuk menjauh dari Allah.

Takut selain Allah sering menjadi penyebab seseorang jauh dari Allah, contoh: Takut miskin mendorong untuk berlaku hubbuddun-ya(cinta dunia).  Hubbuddun-ya mendorong untuk berlaku menghalalkan segala macam cara.


Macam-macam Rasa Takut:

a.            Khauf: Perasaan ingin menghindar dari sesuatu yang dibenci / ditakuti.  Takut ini terkadang muncul karena kelemahannya dan tertuju kepada semua hal.  Takut ini bersifat umum, dimiliki oleh tingkatan ulama’, ahli ma’rifat dan mu’minin pada umumnya. QS. Ali Imran:175.
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ.
175. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

b.       Haibah: Perasaan takut yang muncul karena kebesaran (wibawa). Takut ini muncul dibarengi rasa mengagungkan / membesarkan, dan terkadang bersamaan rasa cinta  dan ma’rifat.

Nabi bersabda:
لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا
“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis”.

c.        Khasy-yah: Perasaan takut yang lebih lembut daripada khauf. Takuti ini mucul bersamaan dengan rasa ma’rifat. Takut ini hanya dimiliki oleh tingkatan ulama’ dan tertuju kepada Allah.   Fathir:28.  
إنما يخشى الله من عباده العلماء
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[ [1].

Nabi bersabda:
إني أتقاكم لله وأشدكم له خشية
“Sesungguhnya aku adalah yang paling taqwa kepada Allah diantara kamu dan paling takut kepada-Nya”.

d.       Rahbah: Perasaan takut jika harapannya tidak di kabulkan (cemas). QS: Al-Anbiya’:90

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} [الأنبياء/90]
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas     . Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.


e.       Wajal. Perasaan takut karena keagungan & kewibawaan. Takut ini muncul ketika menyebut / disebut namanya / melihatnya.  Al-Anfal:2.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman [[2]  ] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[[3]gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.


            Al-Mu’minun:60.
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka[[4]  ,


f.       Ar-Ra’b :  Perasaan takut yang membuat seluruh tubuh gemetar karena sesuatu yang dihadapinya. Atau disebutnya horror. Al-Anfal: 12.

سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرَّعْبَ فَاضْرِبُواْ فَوْقَ الأَعْنَاقِ وَاضْرِبُواْ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ  
Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[5].


2)      Tiada tempat memohon selain kepada Allah.

Istilah dalam permohonan:
a.         Isti’anah: memohon pertolongan. QS. Al-Fatihah: 4.
                          
·         Isti’anah hal bersifat dzahir.
Contoh:  Mengangkat beban, mengerjakan sesuatu, mendirikan / membangun rumah dll.  Untuk hal ini seseorang tidak bisa langsung meminta kepada Allah, melainkan minta tolong dahulu kepada sesama. Atau saling tolong-menolong dalam kebaikan (ta’aawanuu ‘alal birri)

·         Isti’anahhal bersifat bathin.
Contoh: Urusan rizki, umur, jodoh dll.   Untuk hal ini seseorang harus langsung meminta kepada Allah. (Wa iyyaaka nasta’iin).


b.       Isti’adzah: Memohon perlindungan dari hal yang ditakuti / dikhawatirkan. QS. Al-A’raf:200.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. 
200. dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah[  [6]].  


c.         Istighatsah: Mohon pertolongan untuk di menangkan  atau diselamatkan. QS. Al-Anfal: 9.

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".


Sikap dalam isti’anah: Sabar dan menjalankan shalat. QS. Al-Baqarah: 153.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[[7]  , sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.


Istilah dalam harapan:

§  Tamanni: mengharap sesuatu yang tidak mungkin akan terjadi. Contoh: Ingin jadi muda kembali dll.
§  Taraaji:  Mengharap sesuatu yang di sukai.
§  Tawaqqu’: Mengharap sesuatu yang tidak di sukai / di benci.


3)      Tiada yang patut di cintai secara utuh selain Allah. QS. At-Taubah: 24.

24. Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

4)      Tiada yang patut di jadikan pelindung selain Allah. QS. Al-Baqarah: 257.

257. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

5)      Tiada tempat mencari keridhaan selain Allah. QS. At-Taubah: 62.

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

6)      Kebaikan / petunjuk hanya datang dari Allah. QS. Al-Qashash: 56.

56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.


7)      Meyakini adanya kejadian yang menimpa dirinya, baik atau buruk:
a.         Segala sesuatu terjadi atas ketetapanAllah. QS. Fathir: 11.

 وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجاً وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلاَ تَضَعُ إِلاَّ بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلاَ يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلاَّ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ} فاطر 11.
11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.


b.        Hidup dan mati adalah kehendak Allah. QS. An-Najm: 44.
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا
dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

c.         Baik dan buruk setiap perbuatan akan di perlihatkan.  QS. Az-Zalzalah: 7-8.  

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Dan baik buruknya akan kembali kepada diri sendiri. QS. Yunus: 108.

108. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".

8)      Meyakini bahwa diri kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. QS. Al-Baqarah:156.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.





[1]  Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.

[2]   Maksudnya: orang yang sempurna imannya.

[3]Dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya.

[4]   Maksudnya: karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan, dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima Tuhan.

[5]  Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.

[6]  Maksudnya: membaca A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim.
[7]  Ada pula yang mengartikan: Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.


Monday, May 26, 2014

Tauhid dalam Ibadah dan Doa (Kajian Keenam)



Tauhid dalam Ibadah dan Doa


1)      Kewajiban setiap manusia secara umum:

a.       Beribadah.QS. Adz-Dzariyat: 56.
                        “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

b.      Berdoa(mohon kepada Allah). QS. Mu’min:60.
     “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

2)      Menjadikan Allah satu-satunya tempat mengabdi, memohon dan berlindung. QS. Al-Fatihah: 5.  Al-Baqarah:257.
Hanya Engkaulah yang kami sembah ([1]), dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan([2]).
               Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

3)      Tidak mencampur dengan kemusyrikan
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.QS. Al-Baqarah: 165.

Contoh:
1.        Bersekutu dengan setan / jin. QS. Jin: 6  / Maryam: 44 / Yasin: 60.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan ( [3]) kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. QS.Jin:6.

2.        Menyembah bulan / matahari. QS. Fushshilat: 37.
Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

3.        Menyembah berhala: QS. Al-An’am: 74.
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar ( [4]), "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

4.        Menyembah Nabi dan Malaikat. QS. Ali-Imran: 79-80.
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani ([5]), karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. 

Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?".

5.        Menyembah Tuhan yang di sembah oleh kafirin, atau menukar sesembahan dengan mereka. QS. Al-kafirun: 2-3.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

6.        Menyembah hawa nafsunya. QS. Al-Furqan: 43.
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

       Syirik ada tiga:

1.            Syirkul khafy(syirik samar). 
Nabi saw bersabda:
“Hai manusia! Jauhilah syirik-syirik samar. Sahabat bertanya: Ya Rasulallah, apa syirik samara itu?  Beliau menjawab: “Yaitu seseorang shalat dengan sebaik mungkin dan bersungguh-sungguh karena di lihat manusia, itulah syirik samar.  HR. Ibnu Khuzaimah, Al-Bani menyebut hadis ini Hasan.

Keterangan:
Amalan ini belum ada maksud memperlihatkan kepada orang lain.   Jika ada maksud maka hukumnya menjadi syirik kecil.

2.            Syirkul ashghar(syirik kecil).

·      Riya’
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadapmu adalah syirik kecil. Sahabat bertanya: Apa syirik kecil itu ya rasul ? Beliau menjawab: yaitu riya’ (beramal bukan karena Allah). HR. Ahmad dan Baihaqi.

·      Bersumpah bukan atas nama Allah
من حلف بغير الله فقد أشرك
“Barang siapa  bersumpah dengan selain Allah, maka sesungguhnya ia telah menyekutukan Allah.” (Shahih, Jami’ Shaghir)

3.            Syirkul akbar(syirik besar). Seperti macam-macam syirik tersebut di atas ( nomor 1 s/d 6).

Janganlah kamu sembah di sam­ping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. (Qs. al-Qashash: 88).

4)      Mohon pertolongan dengan tetap sabar dan shalat. QS. Albaqarah: 45.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

5)      Yakin tidak ada  pertolongan selain dari Allah. QS. Ali-Imran: 126.
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.




[1]   Na'bududiambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[2]   Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan. Maksudnya pertolongan yang bersifat rohani, contoh minta tolong untuk kemudahan usaha / rizqi dll.  Bukan minta tolong yang bersifat jasmani, contoh minta tolong mengangkat beban berat, mengobati penyakit dll.
[3]   Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap penguasa tempat itu.

[4]   Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi(bapaknya) ialah pamannya.

[5]   Rabbaniialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.