Showing posts with label KIAMAT SEMAKIN DEKAT. Show all posts
Showing posts with label KIAMAT SEMAKIN DEKAT. Show all posts

Thursday, May 1, 2014

PERISTIWA SEBELUM KIAMAT




Peristiwa Sebelum Datang Hari Kiamat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ. وَتَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ. وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ. قَالُوْا: وَمَا الْهَرَجُ؟ يَا رَسُوْلَ اللهِ! قَالَ: اَلْقَتْلُ. اَلْقَتْلُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُحْسِرُ الْفُرَّاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ. يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ. فَيَقْتُلُ مِن كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ. وَيَقُوْلُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُوْنُ أَنَا الَّذِي أَنْجُوْ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ، تُضِئُ أَعْنَاقَ اْلإِبِلِ بِبُصْرى

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Basrah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ. حَوْلَ ذِي الْخَلَصَةِ.وَكَانَتْ صَنَمًا تَعْبُدُهَا دَوْسٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِتَبَالَةَ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرُّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوْقُ النَّاسُ بِعَصَاهُ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seorang lelaki muncul dari Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ الْمَجَانُ الْمُطْرِقَةُ. وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعْرُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian memerangi suatu kaum yang wajahnya seperti perisai dan kiamat tidak akan tiba sebelum kalian memerangi suatu kaum yang sandalnya terbuat dari bulu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ مَاتَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ. وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ. وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ! لَتُنْفَقَنَّ كُنُوْزُهُمَا فِي سَبِيْلِ اللهِ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Kisra (Raja Persia) telah meninggal maka tiada lagi Kisra setelahnya. Apabila seorang Kaisar (Raja Romawi) meninggal, maka tiada lagi kaisar setelahnya. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasanNya, sesungguhnya perbendaharaan keduanya akan dibelanjakan (diinfaqkan) di jalan Allah.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلُ الْمُسْلِمُوْنَ الْيَهُوْدَ. فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ. حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُوْدُ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ. فَيَقُوْلُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَاللهِ! هَذَا يَهُوْدِي خَلْفِي. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدُ. فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُوْدِ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

عَنِ ابْنِ عُمَرَ،عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لَتُقَاتِلَنَّ الْيَهُوْدَ. فَلَنُقَتِّلَنَّهُمْ حَتىَّ يَقُوْلَ الْحَجَرُ: يَا مُسْلِمُ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ
Hadits riwayat Ibnu UmarRadhiyallahu ‘anhuma:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ. كُلُّهُمْ يَزْعَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:

Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah

Turunnya fitnah bagaikan turunnya air hujan



Turunnya fitnah bagaikan turunnya air hujan


عَنْ أُسَامَةَ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَشْرَفَ عَلَى أُطُمٍ مِنْ آطَامِ الْمَدِيْنَةِ. ثُمَّ قَالَ: هَلْ تَرَوْنَ مَا أَرَى؟ إِنِّي َلأَرَى مَوَاقِعَ الْفِتَنِ خَلاَلَ بُيُوْتِكُمْ، كَمَوَاقِعِ الْقَطْرِ

Hadits riwayat Usamah Radhiyallahu’anhu :
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: سَتَكُوْنُ فِتَنٌ، اَلْقَاعِدُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفُهُ. وَمَنْ وَجَدَ فِيْهَا مَلْجَأً فَلْيَعُذْ بِهِ
Hadtis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Akan terjadi fitnah di mana orang yang duduk (menghindar dari fitnah itu) lebih baik daripada yang berdiri dan orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari (yang terlibat dalam fitnah). Orang yang mendekatinya akan dibinasakan. Barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung darinya, hendaklah ia berlindung.


عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتَنٌ. أَلاَ ثُمَّ تَكُوْنُ فِتْنَةٌ اَلْقَاعِدُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي فِيْهَا. وَالْمَاشِي فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي إِلَيْهَا. أَلاَ، فَإِذَا نَزَلَتْ أَوْ وَقَعَتْ، فَمَنْ كَانَ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ. وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ. وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ. قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِبِلٌ وَلاَ غَنَمٌ وَلاَ أَرْضٌ؟ قَالَ: يَعْمِدُ إِلَى سَيْفِهِ فَيَدُقُّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ. ثُمَّ لَيُنْجِ إِنِ اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ. اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟ اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟ اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟. قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَرَأَيْتَ إِنْ أُكْرِهْتُ حَتَّى يُنْطَلَقَ بِي إِلَى أَحَدِ الصَّفَّيْنِ، أَوْ إِحْدَى الْفِئَتَيْنِ، فَضَرَبَنِي رَجُلٌ بِسَيْفِهِ، أَوْ يَجِئُ سَهْمٌ فَيَقْتُلُنِي؟ قَالَ: يَبُوْءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِكَ. وَيَكُوْنُ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Hadtis riwayat Abu Bakrah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya akan terjadi beberapa fitnah (kekacauan). Ketahuilah sesudah itu terjadi pula fitnah. Orang yang duduk dimasa fitnah tersebut lebih baik dari pada orang yang berjalan kepadanya. Orang yang berjalan lebih baik baik daripada orang yang berlari kepadanya. Ketahuilah, apabila fitnah itu telah terjadi, maka barang siapa yang mempunyai onta hendaklah dia menghubungi ontanya dan siapa yang mempunyai kambing hendaklah dia menghubungi kambingnya dan barang siapa mempunyai tanah hendaklah menghubungi tanahnya! Seorang laki-laki bertanya: Ya Rasulullah!, Bagaimana pendapatmu tentang orang yang tidak mempunyai onta, kambing dan tanah? Beliau menjawab: Diambilnya pedang lalu diasahlah pedangnya dengan batu. Kemudian dia menyelamatkan dirinya kalau bias selamat. Ya Allah! Telah kusampaikan, Ya Allah! Telah kusampaikan, Ya Allah! Telah kusampaikan. Seorang laki-laki bertanya: Ya Rasulullah! Bagaimana jika sekiranya saya dipaksa sehingga saya terlibat kepada salah satu dua barisan yang bertentangan, atau salah satu golongan, lalu seorang laki-laki memukulkan pedangnya padaku atau datang panah membunuh saya? Beliau menjawab : Orang itu akan kembali membawa dosanya dan menanggung dosamu dan dia menjadi isi neraka.




Hampir Tibanya fitnah Yajuj dan Ma’juj

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِسْتَيْقَظَ مِنْ نَوْمِهِ وَهُوَ يَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرِّ قَدْ اِقْتَرَبَ. فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مِثْلَ هَذِهِ. وَعَقَدَ سُفْيَانُ بِيَدِهِ عَشْرَةً. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: نَعَمْ. إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ
Hadits riwayat Zainab binti Jahsy Radhiyallahu’anha:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi Hadits ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فُتِحَ اَلْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مِثْلَ هَذِهِ. وَعَقَدَ وُهَيْبُ بِيَدِهِ تِسْعِيْنَ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Hari ini dinding Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi Hadits) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari).


Pembenaman tentara yang menyerbu Ka’bah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:
عَبَثَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي مَنَامِهِ. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! صَنَعْتَ شَيْئًا فِي مَنَامِكَ لَمْ تَكُنْ تَفْعَلُهُ. فَقَالَ: اَلْعَجَبُ إِنَّ نَاسًا مِنْ أُمَّتِي يَؤُمُوْنَ بِالْبَيْتِ بِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ. قَدْ لَجَأَ بِالْبَيْتِ. حَتَّى إِذَا كَانُوْا بِالْبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّ الطَّرِيْقَ قَدْ يَجْمَعُ النَّاسُ. قَالَ: نَعَمْ. فِيْهِمْ اَلْمُسْتَبْصِرُ وَالْمَجْبُوْرُ وَابْنُ السَّبِيْلِ. يَهْلَكُوْنَ مُهْلِكًا وَاحِدًا. وَيَصْدُرُوْنَ مُصَادِرَ شَتَى. يُبْعِثُهُمُ اللهُ عَلَى نِيَاتِهِمْ

Hadits riwayat Aisyah, ia berkata Radhiyallahu’anhu :

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bergerak-gerak di dalam tidurnya, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan? Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, sehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, di jalan itu banyak berkumpul manusia? Beliau menjawab: Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan niat mereka.







MANUSIA YANG MENGAKU NABI


عن أبي هريرة عن النبي r قال:

«لا تقوم الساعة, حتى يبعث دجّالون كذّابون, قريب من ثلاثين كلهم يزعم أنه رسول الله».رواه البخاري ومسلم

“Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan para dajjal (pendusta) yang berjumlah sekitar tiga puluh orang. Semuanya mengklaim bahwa dirinya adalah Rasul (utusan) Allah”. (HR: Al-Bukhari dan Muslim).



Masa jahiliyah dan sebelum islam

1.               Zoroaster (Persia, 660-583 SM), kitab suci: Avesta. Mati terbunuh dalam perang melawan Bactria (Balkh).
2.               Mazdak (Persia, 487-523 M), pendiri aliran Mazdakiyah (Serba Boleh dan Semua Halal), kitab suci: Zanda. Mati dibunuh.
3.               Amru bin Luhayyi, (dari Kabilah Khuza’ah), orang yang pertama kali merubah agama Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi kemusyrikan dan penyembahan berhala.
4.               Marcion (Roma, ± 144 M), pembentuk gereja Marcionite dan pemahaman Marcionisme.
5.               Mani (Persia, ± 242 M), pendiri agama Manichaeisme (al-Maniwiyah). Mati dibunuh, dikuliti, dan kulitnya diisi jerami dan digantung oleh Bahram.
6.               Daishan, pendiri aliran Daishaniyah yaitu suatu aliran ber-tuhan dua di Persia dari agama Majusi.


Masa Nabi saw dan sesudahnya

7.               Sajah binti Al-Harits bin Suwaid bin Aqfan at-Tamimiyah dari Bani Yarbu (mati tahun 55 H/675 M). Seorang dukun wanita yang mengaku Nabi di zaman Abu Bakar ash-Shiddiq dan kemudian dinikahi oleh Musailamah al-Kadzdzab. Sete-lah Musailamah terbunuh, Sajah melarikan diri ke Irak kemudian masuk Islam dan mati dalam keadaan Islam.
8.               Abdullah bin Muawiyah bin Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib. Sempalan Syiah yang meyakini reinkarnasi (kembali-nya ruh orang yang sudah mati) dari satu orang ke orang lain. Dia mengaku Tuhan dan Nabi sekaligus.
9.               Mirza Ali Mohammad (abad 19). Pendiri agama Babisme dan penganut Syiah, dihukum mati oleh pemerin-tah Iran tahun 1843.
10.           Muhammad Abdur Razak Abul ‘Ala, seorang tukang jahit yang mengaku nabi yang berasal dari kairo.
11.           Muhammad Bakri, asal Yaman orang yang mengaku sebagai nabi namun kemudian dibunuh oleh pengikut-nya sendiri, kemudian disalib di atas papan kayu.
12.           Tsurayya Manqus, seorang wanita peneliti, cendekiawan dalam bidang sejarah dari Yaman yang mengaku sebagai Nabi.
13.           Musailamah al-Kadzdzab (usia 150 tahun, mati tahun 12 H/633 M). Memiliki pasukan 40.000 orang. Mati dibunuh oleh Wahsyi dengan tombaknya pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Adalah seorang yang mencoba merubah Al-qur’an, misalnya surat Al-Fil, dengan kalimat: 
«الفیل و ما الفیل و ما ادراك ما الفیل له ذنب وثیل و خرطوم‏ طویل‏»
“Gajah, apakah gajah itu? Ia memiliki ekor yang pendek dan belalai yang panjang.”

14.           Thalihah bin Khuwailid Asadi. Dia adalah orang Iran yang pernah mengaku sebagai nabi sepeninggal Rasulullah Saw. Ia mempunyai segelintir pengikut. Pasukan Islam yang dipimpin oleh Khalid bin Walid memerangi mereka dan mereka terbunuh di peperangan tersebut.
15.           Al-Aswad al-Ansi (11 H/632 M) atau Abhalah bin Ka’ab bin Auf al-Ansi al-Madzhiji , seorang dukun dari Yaman. Mati dibunuh oleh Fairuz, kerabat istri al-Aswad.
16.           Al-Mukhtar bin Abi Ubaid (Thaif, 622-687 M/67 H), pe-nganut Syiah yang mengaku Nabi dan mendapat wahyu. Dia adalah saudara iparnya Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Mati dibunuh oleh Mush’ab bin Az-Zubair di Harura.
17.           Mirza Husein Ali. Pendiri agama Bahaisme (pengganti Babisme) dan penganut Syiah. Mengaku Nabi tahun 1862 dan mati tahun 1892, kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Abbas Efendy yang berpusat di Chicago.
18.           Asy-Syaikhah Manal Wahid Manna, wanita tersebut mulai melontarkan kesesatan sejak tahun 1995. Dan dipenjara oleh pemerintahan Mesir.
19.           Mirza Ghulam Ahmad, (India 1835-1908). Pendiri agama Ahmadiyah. Kitab suci: Tadzkirah. Mati terkena wabah penyakit kolera


Dari Indonesia

20.           Lia Aminuddin, pendiri agama Salamullah. Mengaku men-dapat wahyu dari malaikat Jibril dan mengklaim dirinya Nabi dan Rasul serta Imam Mahdi.   Peristiwa goib yang diperolehnya membuat seorang janda berumur 67 tahun yang berprofesi sebagai perangkai bunga ini mampu menarik ratusan pengikut untuk masuk menjadi penganut Eden.  Tak tanggung-tanggung, ia juga mengklaim bisa meramalkan kiamat, sehingga mulai dari kalangan cendikiawan, seniman dan artis terpikat olehnya.  Dia divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Mahkamah Agung 2007.
21.           Ahmad Mukti, putra dari Lia Aminuddin yang dianggap sebagai Nabi Isa.
22.           Dedi Mulyana alias Eyang Ended, Nabi palsu Dedi Mulyana yang berasal dari Banten adalah nabi berperilaku bejat. Mengaku memperoleh wangsit dari musyawarahnya dengan jin di laut, nabi yang juga berprofesi sebagai dukun ini menyatakan kenabiannya. Selama dua tahun Eyang Ended merekrut pengikutnya dengan prasyarat menyetor uang senilai 5 juta rupiah. Parahnya lagi, nabi ini mampu menipu 30 perempuan untuk melakukan ritual keagamaan dengan jalan berhubungan intim.
Perkosaan inilah yang membawa Eyang Ended 'pensiun' jadi nabi palsu. Polisi langsung membekuk Eyang Ended di tempat persembunyiannya di Lampung pada Juni 2005 silam.
23.           Ahmad Musaddeq atau H. Abdul Salam (Lahir Jakarta, 1942), mengaku menjadi Nabi tanggal 23 Juli 2006. Pemim-pin Al-Qiyadah Al-Islamiyah di rezim Presiden Susilo Bam-bang Yudhoyono. Kitab suci: Al-Qur’an dengan pemahaman sendiri. Mengaku bertaubat tanggal 9 November 2007.
24.           Sutarmin, sosok nabi palsu muncul di lereng Gunung Lawu pada awal 2013. Si nabi palsu ini adalah seorang guru agama yang meneruskan ajaran pendahulunya Rochmad Ajaran Rochmad disebarkan secara? tertutup, hanya khusus kepada anggota pengajiannya saja.
Yang akhirnya ditangkap oleh Polres Karanganyar. Namun, hingga kini polisi belum mengungkap identitas dan lokasi nabi palsu tersebut.
25.           Ashriyanti Samuda, seorang Wanita muda (30 tahun) yang sudah percaya diri mengatakan bahwa dirinya adalah nabi. Untuk merekrut pengikut, warga Kepulauan Sula, Maluku ini menerbitkan buku yang dicetaknya sendiri kemudian disebarkan kepada masyarakat setempat... Sang nabi pun akhirnya digiring untuk di sidang pada 15 Juni 2012 lalu.
26.           Ali Taetang, berasal dari Banggai pada tahun 1956 ali taetang mendirikan aliran alian Imamullah. Aliran ini didirikan Haji Ali Taetang Likabu di Dusun Sampekonan, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Tak ada data pasti jumlah pengikutnya tetapi diduga ribuan orang menjadi anggotanya dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sebelumnya di daerah ini masyarakat menganut animisme, dinamisme, dan mistik. Secara umum ajaran Alian Imamullah sama dengan Islam tetapi paham ini mempunyai dua penyimpangan pokok yakni kepercayaan terbukanya pintu kenabian setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sehingga Ali Taetang menyebut diri nabi. Kedua, dia mengubah syahadat rasul.
27.           Zikrullah Aulia Allah, berasal dari Sulawesi Tengah. Zikrullah Anak kedua dari istri kedua Taetang ini mengaku mendapat wahyu tentang kenabian melalui mimpi. Aliran Zikrullah Aulia Allah baru berdiri pada 29 Agustus 2004 lalu.

Aliran ini merupakan versi terbaru dari aliran Alian Imamullah yang didirikan ayahnya, Ali Taetang Likabu pada 1970-an. Pada saat pendirian aliran itu, Zikrullah mengumumkan kenabiannya di atas mimbar Masjid Barokah, Dusun Sampekonan, Desa Labibi, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Saat itu, Zikrullah mengaku telah diangkat Allah menjadi nabi meneruskan almarhum ayahnya Ali Taetang Likabu yang juga mengaku sebagai nabi.