Showing posts with label PSIKOTERAPI RUQYAH. Show all posts
Showing posts with label PSIKOTERAPI RUQYAH. Show all posts

Saturday, November 11, 2017

Psikoterapi ruqyah

MERUQYAH tanpa RUQYAH

Tulisan ini dibuat bukan untuk menunjukkan tekhnik baru dalam terapi ruqyah syar'iyyah, tapi diharapkan bisa memberikan pemahaman agar para praktisinya bukan hanya mengetahui tata cara meruqyah, tapi juga memahami psikologis pasien dan konseling nya.

Kisah nyata.

Beberapa waktu lalu saya dikunjungi oleh pasien seorang remaja berusia 13 tahun yang diantar oleh ayahnya untuk menjalani terapi ruqyah.

Menurut sang ayah anak tersebut badung (terlihat dari potongan rambutnya yang mohawk). Terus malas sekolah, karena seharusnya dia sudah duduk di kelas 7 (1 SMP), tapi justru malah putus sekolah dan kabur dari pesantren nya. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah anak tsb memiliki kebiasaan mencuri.
Oleh karena itulah sang ayah datang ke klinik saya meminta agar anaknya diruqyah supaya berubah menjadi lebih sholeh.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah memberi pemahaman kepada sang ayah bahwa ruqyah itu adalah do'a. Jadi jika beliau ingin anaknya lebih sholeh, maka do'akan oleh kedua orang tuanya karena do'a orang tua lebih mustajab dari do'a siapapun.
Saya faham orang tua nya sudah mulai putus asa dengan do'a nya, makanya mendatangi saya. Itulah yang saya rasa perlu untuk diperbaiki, makanya saya motivasi kembali sang ayah agar tidak berhenti berdo'a.

Berikutnya saya ajak sang anak ke ruang terapi (hanya berdua saja). Insyaa Alloh aman dari fitnah karena anak tsb laki-laki.
Lalu saya ajak ngobrol tentang alasan nya tidak mau sekolah dan suka mencuri.

Awalnya anak tsb enggan bercerita, tapi setelah saya ajak komunikasi mengikuti jalur fikiran nya (bahasa kekinian), akhirnya anak ini mau terbuka.

Alasan nya tidak mau sekolah dan mesantren karena sekolah dan pesantren tsb bukan pilihan nya, tapi karena dipaksa orang tua nya.
Dan kenapa dia mau mencuri, itu karena pergaulan nya yang konsumtif, sedangkan dia berasal dari keluarga kurang mampu. Jadi untuk mengikuti gaya pergaulan nya, orang tua tidak sanggup mencukupi. Makanya anak tsb ambil jalan pintas.

Setelah beberapa saat menjadi pendengar dan mulai masuk dalam emosi anak tsb, saya mulai masuk ke dalam metode "positve emotion".
Saya ikuti saja semua emosinya kemudian saya rubah menjadi positif mindset.
Saya kasih gambaran kesusahan orang tua dalam mencari nafkah (profesi sang ayah hanya buruh tani). Makanya sang ayah memasukkan dia ke sekolah dan pesantren tsb semata-mata agar nasibnya lebih baik dari orang tua nya. Tidak mengalami kesusahan yang dialami sekarang. Dengan memberikan ilustrasi dan efek pada cerita tsb, mulai terlihat perubahan ekspresi dari anak ini yang asalnya berapi-api sekarang matanya mulai berkaca-kaca.

Setelah emosinya berhasil saya kontrol, kemudian saya masukkan gambaran akibat dari kebiasaan buruknya. Mulai dari gambaran hukuman penjara sampai azab nanti di neraka jika dia masih mencuri.

Tangisnya pun mulai pecah menyesali perbuatannya mengecewakan orang tua yang selama ini sudah bersusah payah menghidupi dia dan keluarga. Juga karena adanya rasa takut terhadap ancaman hukuman yang merupakan akibat dari perbuatan nya tsb.

Melihat ekspresi itu, kemudian saya panggil sang ayah untuk masuk ke ruang terapi. Saya suruh anak tsb minta maaf, dan dia pun minta maaf dengan tidak bisa menahan tangisnya. Melihat itu sang ayah pun tidak sanggup menahan air matanya. Maka terjadilah proses bermaafan yang mengharukan. Sampai saya sendiripun larur dalam suasana haru itu.

Akhirnya anak itu berjanji akan berubah menjadi lebih baik.
Langkah pertama yang dilakukan anak itu adalah merapikan rambut mohawknya. (selepas dari klinik mereka langsung ke tempat pangkas rambut).

Alhamdulillah... Berdasarkan info dari keluarganya, sekarang anak tsb sudah mulai ngaji kembali dan selalu sholat berjamaah. Semoga istiqomah.

Sang ayah berterima kasih kepada saya, tapi kembai saya ingatkan bahwa ini adalah jawaban dari ALLOH atas semua do'a orang tua nya. Saya hanya menunjukkan jalan ke arah itu.

Jadi bagi para praktisi ruqyah syar'iyyah, tugas kita adalah dakwah. Jika kita tahu metode dakwahnya, maka dakwah kita akan lebih efektif.

Wallohua'lam....

Semoga bermanfaat...

note: Saya tulis ini 2 tahun lalu

Friday, November 10, 2017

dakwah logika mengajak sholat

Saya mau sholat pak ustadz, tapi gak perlu dipaksa paksa!  Nanti malah gak ikhlas jadinya saat mengerjakannya...

Pertanyaan  : Kenapa bapak bekerja?
B : ya itu kewajiban ustadz sebagai kepala rumah tangga.

Pertanyaan :  kepaksa dan ikhlas tidak saat bekerja?
B: Bingung jawabnya ustadz

Pertanyaan: bapak muslim kan?
B: pasti ustadz saya muslim

Pertanyaan: kalau gak sholat disebut apa?
B: kafir pak ustadz

P : mau disebut Kafir?
B: ya tidak lah ustadz

P: kerjakan sholat itu baik terpaksa atau tidak,  karena bapak muslim, ikhlas itu,  saat sholat itu sudah tidak jadi beban ketika dikerjakan.

Khusyu' itu dalam sholat,  kalau bapak tidak sholat dimana akan dapat khusyu'?

Sholat itu karena kita muslim

Konseling via sms /WA: 081384422754

Thursday, November 9, 2017

Sakit karena fikiran

Bismillah..

Rumus penyembuhan diri dengan menjaga hati

Pusing: biasnya sering seudzon baik kepada takdir Allah keluarga ,sahabat, teman dll
berfikran yg seharusnya tidak difikirkan (difikir pusing)

Terapi; taubati seudzonya in sya Allah di ruqyah mandiri sembuh

Sesak dada baik asma, flek dll
Biasanya karna mempunyai cita2 yang belum tercapai sehingga sedih
Terapi taubati kesedihan akan takdir Allah kemudian di ruqyah mandiri

Sakit perut, maag diare tipus dll
Biasanya karna kesedihan yg terpendam, kesombongan,
Terapi keluarkan kesedihan dan curhatin sma Allah kemudian ruqyah mandiri

Sakit pinggang :
Biasanya karna dendam dengki baik kepada takdir Allah maupun orang lain
Terapi: taubati dan ikhlaskan kedengkianya kemudian ruqyah mandiri

Sakit pundak
Biasnya karna tidak peduli dengan orang lain,  sering merasa dirinya paling paling,,
Terapi taubati kesombonganya lalu terapi mandiri

👆👆👆
Ni berdasarkan pengalaman selama meruqyah dan alhamdulilah sembuh dan itu tidak bertentangan dengan

firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Dan hadist
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Smoga bermanfaat

Saturday, November 4, 2017

RUQYAH HALANGAN MONDOK

Bismillah
Amsaina 'Ala Fithrotil Islam


Kisah RSQ📖
Berbagi Hikmah Dalam Kisah@.

*RUQYAH HALANGAN MONDOK* ?


 [28/8 18:59] Terapi Mandi SHOBIRU:
*Kasus Sakit Psikis ?*

Seorang santriwati merasa dirinya diancam oleh 6 sosok hitam yang membawa rantai dan cemeti. Karena merasa sosok ini mengganggunya ia berusaha untuk membela diri sebisanya. Ada kursi diambil untuk lemparkan atau pukulkan sosok itu. Ada pisau diambil pisau dan diacung-acungkan ke arah sosok-sosok hitam yang ada dalam penglihatannya itu. Hanya saja acungan pisau itu ternyata dilihat oleh orang lain juga mengarah ke teman yang ada bersamanya sehingga bisa membahayakan. Bisa jadi dalam penglihatannya yang diarah adalah sosok-sosok hitam menakutkan yang akan mengganggunya itu.

Apakah kondisi yang seperti ini masuk pada katageri Skizofren Paranoid... ?

📝🔍

[28/8 19:13] Dokter Fulan: Gejalanya halusinasi visual: persepsi melihat sesuatu yang dalam realita tidak ada
[28/8 19:20] Dokter Fulan: Kisah santriwati diatas termasuk salah satu gejala dari skizofren paranoid, tapi hrs ada gejala atau syarat lainnya.

-@-

[28/8 19:32] Terapi Mandi SHOBIRU: Syukron Pak Dokter... 💡

📝========Chat RSQ=======🗓

Bismillah,
La haula wa la quwwata ila billah...

Kita lihat _bagaimanakah Ruqyah bilQur'an menjawab fenomena keanehan psikis_ yang menurut medis psikologis sering disebut sebagai skizofren itu... ?

📝

Adalah santriwati fulanah yang mengikuti program tahfizh khusus di sebuah ponpes tahfizh di kota S. Mulai tahun ajaran baru ini sudah masuk mulai bulan juli 2017. Program ini termasuk program akselerasi khatam dengan target batas waktu **** tahun. Tentu yang bisa masuk adalah santri yang lulus dengan standar kriteria tertentunya yang sesuai untuk program tersebut.

Alhamdulillah santriwati ini sampai agustus pekan akhir ini sudah menyetorkan hafalan 3 juz. Sebenarnya proses menghafal yang dilalui cukup tidak nyaman karena setiap kali menghafal dadanya merasa sakit atau sesak. Sampai kemudian terjadilah keanehan yang seperti di atas itu, sering melihat penampakan sosok-sosok hitam yang datang akan menggangguanya yang di tangannya ada yang menbawa rantai, ada juga yang membawa cemeti.

Oleh pihak pondok diputuskan untuk pulang dahulu menjalani terapi di daerahnya dengan harapan setelah sembuh bisa kembali ke pondok. Sesuai keterangan ustadnya, di rumah sudah terapi ruqyah satu kali, lalu kembali ke pondok dan sakitnya masih kambuh lagi seperti itu.

Hari ini sesuai kesepakatan dibawalah Asar untuk ruqyah bersama kami. Didampingi dua ustadzah tahfizhnya dan ustadz mudirnya.

Saat kemudian masuk masjid sudah mulai reaksi. Ketika hendak ditinggal sholat sudah memberot hendak melarikan diri. Lalu kami sarankan agar kuasai diri, tenangkan hati dan pikiran, baca istighfar sebisanya. Akhirnya bisa terduduk dan terlihat tenang. Kemudian minta minum.

Ruqyah dimulai dengan tes mencium aroma *sabun Shobiru*. Dalam posisi duduk di karpet ketiga, saat mencium *sabun Shobiru* mulai muncul reaksinya. Badan rasanya menjadi panas, dada berdebar-debar, kepala pusing, perut mual. Lalu muntah hoek pun terjadi.

Ruqyah dimulai dengan istighfar bersama. Saat pembacaan muqoddimah dengan doa dan dzikir2 pilihan reaksi mulai muncul. Muntah-muntah hoek, kedua telapak tangan mencengkeram. Ini indikasi kalau yang di dalam tipe jin macan. Reaksi semakin terasa dengan tubuh yang bergerak ke belakang dengan posisi memberangkang dan jari tangan mencengkeram kaku. Ruqyah kami barengi dengan seruan untuk bertaubat kepada Allah dan segera keluar, dan kalimat lain yang biasa kami sampaikan agar jin pengganggunya mudah keluar dengan kesadarannya.

Rupanya reaksi macan santriwati itu sempat juga maju ke depan seperti mau menyerang. Hanya saja berhenti di jarak setengah meteran dengan kami yang terus saja membacakan ruqyahnya. Kami tetap tenang membaca di antaranya karena walaupun reaksinya seperti itu namun postur si fulanah ini relatif masih kecil seusia anak putri lulusan SLTA. Kalaupun benar-benar menyerang tidak terlalu memberi resiko. _Dan karena tidak agresif atau memberontak maka kami biarkan saja tanpa dipegangi badannya. Biarkan dengan ulahnya selama tidak mengkhawatirkan._ Cukup di dampingi oleh ustadzahnya yang juga kelihatan tenang, di dampingi Agar tidak lari keluar masjid.

Lama-kelamaan mundur menjauh, dan saat kemudian bangun mau lari ustadzahnya sigap memagari agar tidak keluar. Air ruqyah di botol semprotan pun kami semprotkan ke telapak tangannya dan wajahnya. Lalu bisa reda dan terduduk kembali dan bisa muntah hoek lagi.

Saat jeda kami tanya sudah enakan, badan enteng, dada tidak sesak, perut tidak lagi mual, Alhamdulillah...
Ruqyah kami lanjutkan dengan metode Tahlil yang sebelumnya minum air ruqyah, oleskan wajah dan tangan sampai siku yang kamipun bersama mudirnya keluar dulu saat olesan air ruqyah di lengannya itu.

Ternyata dengan mbaca Tahlil bersama itu masih muntah hoek-hoek dengan air ludahnya yang keluar walau sudah tidak seperti muntahan2 yang awalnya. Tangan sudah juga tidak kaku mencengkeram, sudah normal biasa.

Ruqyah berakhir dengan pembacaan siraman AlQur'an lagi dan doa2 ruqyah pilihan. Dengan hasil sudah nyaman, badan enteng, tidak pusing, tidak panas, tidak berdebar2 kencang, perut tidak mual.
Hanya saja merasa capek. Ketika ditanya tahu apa tidak saat tadi melakukan gerakan reaksi macan itu, dijawab tidak tahu. Ini pertanda saat reaksi seperti itu tadi berada dalam penguasaan penuh setan jin macannya.@


-@-

_Apakah kiranya yang menyebabkan anak ini terkena gangguan seperti itu ?_

_Apakah ia terkena gangguan jin yang ada di pondok atau terkena gangguan jin karena menghafal ?_

Kasus santri yang masuk pondok kemudian terkena gangguan jin itu dari beberapa sampel santri pondok yang kami jumpai  *selalu ada riwayat sebelumnya,* seperti _sebelum masuk pondok sudah pernah kena sakit gangguan yang perobatannya blm tuntas atau dgn pendekatan perdukunannya_ atau *riwayat keluarganya yang suka taracara klenik dan perdukunan. Sehingga anak yg sudah dekat dengan lingkaran setan dgn perilaku syirik keluarganya itu sudah membawa setan jin yg melekat dlm tubuhnya dgn sebab khusus sbg perilaku syirik keluarganya itu.*

_Atau sebab lain yg belum jelas latarbelakangnya._

Maka setan2 jin bawaan itu tdk mau ketika anak itu masuk pesantren. Apalagi ponpes hafalan AlQur'an yg tentu akan membuatnya amat tersiksa kalau anak itu byk membaca AlQur'an.

Jadi, yang perlu _digarisbawahi adalah bahwa santri yang kemudian terkena gangguan jin saat mondok itu bukan karena terkena jin yang berada di lingkungan pondok._ Namun karena sebab bawaan atau riwayat pribadi / keluarga sebelumnya. Logika umum juga memahami bahwa pondok pesantren *justru sebagai tempat yang lebih aman, nyaman dan relatif seteril dari gangguan seperti itu karena menjadi tempat peribadahan & pengajaran ilmu-ilmu syariahNya, apalagi ponpes tahfizh AlQur'an yang hariannya selalu terkondisi dan tersuasana dgn bacaan AlQur'an sedemikian rupa gema dan gaungnya@.*

Gangguan yang lebih umum dan ringan dari efek pengaruh gerah dan geram adanya "setan jin bawaan" pada seorang santri itu di antaranya adalah dgn menimbulkan keragu-raguan, mempengaruhi alam pikiran dan perasaan seorang santri agar anak tersebut tidak jenak, tidak kerasan, atau membuat keluhan fisik tertentu shga kemudian terkesan jadi mudah sakit sakitan saat di pondok, mudah pusing, batuk, meriyang, demam, sakit gatal, dll. Yg pada endingnya bagaimana agar anak berpaling dari ponpes dan pulang saja tdk jadi belajar agama dgn baik di pesantren.

Bahkan ada satu contoh kasus seorang santri tahfizh yang dihadiri dalam mimpinya sosok cahaya putih yang  mengancam jika dirinya menghafal AlQur'an maka akan dibuatnya sakit-sakitan. Dan ancamannya itu ditandai dengan munculnya sakit sesak di dadanya. Ternyata suatu saat tidak berselang lama anak ini merasakan sakit di dadanya. Namanya juga anak kecil, yang masih seusia SLTP akhirnya termakan juga oleh mimpi yang hadir seperti itu sehingga waswas dan akhirnya pindah ponpes tidak jadi menghafal AlQur'an. Walau sudah diberi bimbingan dan pemahaman oleh ustadznya dan juga kami ruqyah dan perkuat pemahamannya tentang itu namun tetap saja akhirnya tidak bisa bertahan di ponpesnya. Inilah waswas yang ditanamkan syaithon lewat mimpi agar anak itu berpaling dari mempelajari AlQur'annya di pesantren. Cahaya putih yang hadir dalam mimpinya itu yang mengancam dan melarangnya dari menghafal AlQur'an jelaslah sosok setan yg menjelma sebagai cahaya, bukannya malaikat sebagaimana yang awalnya difahami santri kecil ini.

Allahu A'lam...

-@-

_Bagaimanakah halnya dengan sebab santriwati itu ?_

Sebelum ke ponpes tahfizh program akselerasi itu, ustadznya menyampaikan bahwa anak ini sudah pernah gangguan. Tatacara ortunya perobatannya dgn perdukunan dimandikan kembang. Orang tua suka pergi ke dukun untuk tujuan tertentunya. Di antaranya utk kepentingan "pagar pagar" rumah dan keluarganya. Karena keluarga ini mendapatkan dan merasakan adanya serangan sihir org lain. Hanya saja cara mengatasinya dgn datangi dukun dan pakai tatacaranya. Maka tempelan dan pendaman jimat/ rajah banyak di rumahnya. Dan santri ini juga mengatakan bahwa ortu ajari amalan untuk 'jaga diri' dengan wiridkan bacaan tertentu yg cukup pendek utk dibaca rutin dlm sehari sampai 3333 kali.

-@-

Inilah yang menjadi latarbelakang dan sebab yg dikemudian hari

Saat anak ini pingin belajar agamanya dgn masuk pesantren tahfizh

Lalu mendapat gangguan setan jinnya yg selama ini sdh nempel ikut bersamanya

_Akibat perilaku syirik ortunya dan ajaran wirid yang batilnya@._

*Dukun Itu Adalah Utusannya Syaithon*

*Sehingga Siapa Yang Dekat Dengan Dukun Dan Tatacara Perdukunannya*

*Dia Menjadi Amat Dekat Dengan Syaithon*

*Dan Masuk Dalam Lingkaran Setan*

*Yang Tidak Mudah Untuk Keluar*

*Namun Pasti Memperoleh Madhorot dan Gangguannya*

*Cepat Atau Lambat Datangnya Madhorot Itu*

Semoga kisah ini menjadi pelajaran yang sangat, bermanfaat bisa diambil ibrohnya@.

Naudzubillahi min dzalik...

Hasbunallahu wa Ni'mal Wakiil...

Astaghfirullaha li wa lakum...

-@-

*JAUHI SEGALA PERILAKU SYIRIK*

ان الشرك لظلم عظيم

*Innassyirka La Dhulmun 'Adhiim*

*SUNGGUH KESYIRIKAN ITU SUATU KEDZOLIMAN YANG BESAR*

*Orang-orang yang berIman dan tidak mencampuri imannya dengan kedholiman (syirik) maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk/ hidayah*

(QS. Al-An'am : 82)


Admin WA-RSQ📖

🕌📖💡

MENGAPA ANAK BAIK BIASANYA SEMAKIN BAIK, DAN ANAK NAKAL BIASANYA SEMAKIN NAKAL

*"MENGAPA ANAK BAIK BIASANYA SEMAKIN BAIK, DAN ANAK NAKAL BIASANYA SEMAKIN NAKAL".*

Mari kita renungkan bersama Sabda beliau:

*عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ (رواه الترمذي)*

Dari Abdullah bin Amr, dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”. (HR. at-Tirmidzi)

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga kepadanya.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga kepadanya.

Jika kita renungkan hadits di atas maka akan kita temukan *bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.*

Lebih jelasnya mari kita perhatikan siklus berikut:

*Siklus Anak Baik:*
Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik.

*Siklus Anak Nakal:*
Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal.

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?
*Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.*

Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* -> *Allah Ridho* -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat...???
Iya, tapi nilai kemuliaannya sangat tinggi.
Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa ridho ketika anak kita nakal?

*Ini kuncinya:*
Allah Ta'ala berfirman:

*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ*

Bila kalian memaafkannya... menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya *orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.*

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, *kita menguncinya* dengan pesan dari Umar bin Khattab :
*"Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya".*

Dan berdo'alah selalu:

*اللهم أَشْهَدُكَ أنِّي رَضِيْتُ بِوَلَدِي... رِضًا تَامًّا كَامِلًا وَافِيًا فارْزُقْهُ اللّٰهُمَّ رِضَاكَ بِرِضَايَ لَهُ*

"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka berikanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Dan berdo'alah selalu:

*رَبَّنَا هَبْ لَـنَا  مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا*

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah satu2nya yg membolak balikan hati hambaNya. Maka mintalah kepada Dzat yg memilikinya. Lihatlah keajaibannya.

"Yaa Muqallibal Quluub, Tsabit Qalbi 'Ala Diinik'
("Wahai Dzat yang membolak - balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama - Mu)

Semoga Allah menjadikan Anak keturunan kita termasuk anak2 yg baik, sholih, taat kepada Allah dan berbakti kdp orang tuanya...aamiin.

IQRO LEARNING  CENTER

Membantu Terapi anak untuk lebih baik
Info
085888841909
Abu alya

Friday, November 3, 2017

LANGKAH LANGKAH RUQYAH TANPA KESURUPAN

*LANGKAH LANGKAH RUQYAH TANPA KESURUPAN*

_by M Nadhif Khalyani_
_diposting di RLC_

Seiring waktu, ruqyah Syar'iyyah banyak mengalami perkembangan, baik dari cara, konsep dan pernik perniknya. Selama perkembangan tersebut telah didiskusikan dengan para 'alim ulama, memiliki pijakan/sandaran, dan dalam batas batas yang dibenarkan maka hal ini patut disyukuri. Semoga hal ini adalah bentuk Rahmat  Alloh atas ummat ini. Persoalannyatak pada kemampuan untuk berlapang hati atas perkembangan tersebut.

Salah satu metode ruqyah yang berkembang adalah meruqyah tanpa kesurupan. Sebenarnya ini adalah istilah untuk memudahkan memahami bukan sesuatu yang kaku dan mutlak seperti istilah yang dipakai itu sendiri. Yang dituju dalam metode ini adalah memaksimalkan kesadaran diri dalam proses terapinya. Tanpa menafikan terjadinya situasi kesurupan secara mutlak.
Sebagai metode maka ruqyah tanpa kesurupan tidak lebih hanya pilihan dalam proses terapi. Sebagaimana memilih ruqyah dengan kesurupan juga merupakan pilihan. Keduanya adalah kemudahan, ilmu dan rahmat  yang Alloh anugrahkan kepada ummat. Keduanya bisa diaplikasikan sesuai kondisinya masing-masing.

_Terkadang meruqyah tanpa kesurupan adalah pilihan bijak._

_Tetapi tidak jarang, kesurupan adalah pilihan terbaik, yang tidak bisa dihindari dan harus terjadi dalam proses terapi._

Semua ada tempatnya.

Bagi yang ingin mencoba _pilihan_ ruqyah tanpa kesurupan, cermati lah kisah berikut :

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, *"Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!"*

Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, *"Mendekatlah."*

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, *"Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?"*

*"Tidak, demi Allah, wahai Rasul!"* sahut pemuda itu.

*"Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai."*

Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, *"Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?"*

*"Tidak, demi Allah, wahai Rasul!"*  pemuda itu kembali menjawab.

*"Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai."*

*"Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?"*

*"Tidak, demi Allah, wahai Rasul!"*

*"Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai."*

*"Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?"*

*"Tidak, demi Allah, wahai Rasul!"*

*"Begitulah pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai."*

*"Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?"*

*"Tidak, demi Allah, wahai Rasul!"*

*"Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai."*

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, *_"Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya."_*

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.

*) Lihat hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Apa pelajaran berharga dalam proses yang dilakukan Nabi pada pemuda tersebut?

Ini adalah step step penting dalam proses terapi.

a. Penyadaran.

Terapi diposisikan sebagai konseling.

Jika dibawa dalam ranah ruqyah, maka ruqyah yang dipakai dalam kasus ini adalah ruqyah dengan pendekatan konseling, bukan ruqyah dengan pendekatan pertempuran.

Karena pendekatan yang dipilih adalah konseling maka hal mendasar yang perlu dilakukan sebelum terapi adalah membangun kesadaran atas kesalahan, meluruskan persepsi, membongkar keyakinan yang salah, menumpukan empati, melunakan hati.

mengajak bersyukur Krn sebelumnya hati dipenuhi keluh kesah

mengajak memaafkan untuk meluruskan masa lalu yang penuh dendam dan permusuhan.

Mengajak berbakti setelah hidup banyak mengecewakan orang tua, dan seterusnya.

Point utama dalam step ini adalah mengubah pasien untuk siap menjadi 'orang baru', dengan kondisi pemahaman dan jiwa yang lebih baik dari sebelumnya.

Memunculkan sisi manusiawi dan nuraninya secara maksimal.

b. Memohonkan ampun.

Pada step ini, pasien didoakan semoga Alloh mengampuni kekhilafannya.

Dengan kata lain, setelah pasien menyadari sisi yang tidak baik dalam dirinya dan siap berubah, maka langkah berikutnya adalah mengajaknya untuk bertaubat.

Dengan sebenarnya taubat, hingga dia meletakkan taubat dan  memburu ampunan Alloh sebagai tujuan terbesar dalam hidupnya. Bukan lagi kesembuhan sebagai obsesi terbesarnya.

c. Mendoakan kebersihan hati dan jiwanya.

Ajaklah diri kita untuk memahami besar nya pahala dalam setiap musibah.

Ajaklah diri kita untuk menyadari limpahan kebaikan dan nikmat Alloh atas diri kita

Ajaklah untuk membersihkan diri dari sifat buruk yang pernah melekat dalam diri kita.

Mohonlah kepada Alloh agar Alloh anugrahkan pada diri kita hati yang lapang, jiwa yang penuh rasa syukur dan sabar, hati dan lisan yang mudah memaafkan.

Mintalah pada Alloh agar dicabut semua dendam dan kemarahan yang masih tersembunyi.

Mintalah pada Alloh agar Alloh ganti kesedihan dengan kebahagiaan, hati yang sempit menjadi lapang, kecewa diganti menjadi ridho, ragu menjadi yakin, lemah menjadi kuat, kufur menjadi syukur, takabur menjadi tawadhu, cinta dunia menjadi cinta akhirat.
Dan seterusnya.

Mintalah pada Alloh agar DIA membersihkan diri kita dari hal hal yang tidak diridhoiNYA.

d. Doakan dhohirnya.

Disinilah keluhan sakit terjadi. Dan disitu pula, kemungkinan jin berulah.

Maka pada step ini, doakanlah tubuhnya agar Alloh jaga di keburukan keburukan, dari dosa, penyakit dan gangguan jin.

Doakan dengan doa perlindungan untuk badannya

Doakan dengan doa kesembuhan untuk tubuhnya sakit

Doakan dengan membaca ayat ayat dan doa ma'tsurat untuk kesembuhan dan perlindungan.

Doakan agar Alloh sembuhkan semua keluhannya, baik keluhan karena sakit fisik, gangguan jin atau 'ain yang memompa tubuhnya.

Doakan secara spesifik bagian tubuh yang biasa digunakan dalam keburukan atau bermasalah (spt dalam kisah diatas)

Ini salah satu cara dalam ruqyah dengan pendekatan konseling untuk  menuju target tanpa kesurupan.

Masih ada beberapa cara yang dibisa dipakai dalam ruqyah dengan pendekatan konseling dan tanpa Kesurupan ini. Semoga pembahasan diatas bisa membuka wawasan kita bersama. Aamiin.

Apakah ini efektif untuk mencapai sasaran utama terapi yakni kesembuhan?????

Selamat mencoba.

Baarakallohu fiikum

Sampit, 4 November 2017

Thursday, October 26, 2017

Melacak Jejak Dendam Dalam Hati.

Melacak Jejak Dendam Dalam Hati
Oleh : Nadhif Khalyani
===================
sumber gangguan jin yang sulit dikenali,
Ibnul Jauzy mendefinisikan dendam dg definisi yang sangat baik, diluar kelaziman definisi yang kita pahami tentang dendam.
Berikut penjelasannya :
Dendam adalah KESAN yg membekas dalam hati akibat perlakuan buruk seseorang.
Memang, akal tidak bisa menepis begitu saja kesan dr perlakuan buruk ini, sebagaimana ia tidak bisa menepis kesan baik atas perlakuan baik seseorang.
'Abdullah bin Ka'ab bin Malik berkata : ' Aku pernah mendengar Ka'ab bin Malik bercerita ttg dirinya ketika berpaling dr Rasulullah. Ia bercerita panjang lebar sampai akhirnya ia bertobat. Ia bercerita, ' Aku lalu masuk ke masjid. Di sana aku lihat Rasulullah sedang duduk dikelilingi para sahabat.
Lalu Thalhah bin Ubadillah bergegas bangkit dan menjabat tanganku serta mengucapkan selamat kepadaku. Demi Alloh,tak seorang pun waktu itu yg bangkit menyambutku selain Thalhah.'
Dan Ka'ab tdk dapat melupakan peristiwa itu dari Thalhah. (Bukhori,6/4, Muslim, At Tawbah,53)
Jika yg baik tidak dapat dilupakan maka yg buruk pun demikian (inilah yang disebut dendam).
Hanya saja, kita disunnahkan untuk berupaya keras mengkikis yg buruk itu dr hati kita dg cara memberi maaf dan berjabatan tangan.
Dengan memberi maaf, pertama, kita mendapatkn pahala. kedua, kita bersyukur kepada Dzat yg telah menjadikan kita pemaaf, dan menjadikan org lain yg berbuat salah (bukan kita).
Pemberian maaf ini akan lebih sempurna apabila disertai dg sikap rela hati, yakni menghapus segala kesan buruk yg ada di hati.
Cara lain yg lebih halus adalah menyadari sepenuhnya bhw ia disakiti org lain, sbnrnya akibat dr dosanya sendiri, (disakiti org lain) sebagai tebusan atas kesalahan itu, pengangkat derajat, atau semua itu adlh ujian baginya.
Cara yg lebih halus lagi adalah dg menyadari bhw segala yg trjadi sudah ditentukan oleh Alloh.
(Dikutip dr Kitab Ath Thibb Ar Ruhani, Ibnu Jauzy, hal 56-57, terjemahan)
Note : cara ketiga adalah keyakinan bhw Alloh menentukan segala hal dg Ilmu dan Hikmah NYA. ini akn membuat hati selalu husnudhon pd Alloh, selalu yakin ada kebaikan dibalik apa yg Alloh tentukan, mencukupkn diri dg bersandar pd Alloh dlm sgl hal.
Definisi Dendam yg disebutkn oleh Ibnu Jauzy sungguh unik dan universal. Oleh karenanya, prl kita renungkan, apakah kita trmasuk org yg menyimpan dendam?
Smg Alloh menolong dan menjaga diri kita semua. Aamiin.
Apa kaitan tema ini denga ruqyah?
Kesan mendalam terhadap peristiwa buruk, thd seseorg yang telah berbuat buruk adalah salah satu sumber gangguan jin yang perlu diwaspadai.
Ini adalah salah satu 'Sampah' dalam batin yang perlu secara jujur dibenahi. (baca artikel sebelumnya : Lalat dan Sampah)
Bebaskan diri kita dari kesan buruk terhadap orang lain
Bebaskan diri kita dari kesan buruk trhadap peristiwa masa lalu.
Karena kita tidak ingin menjadi pendendam.
Apa indikasinya bahwa kesan buruk(dendam) tsb masih ada?
Coba ingat orang dan peristiwa tersebut.
Lalu rasakan dihati..
Apakah masih terasa sakitnya?
Apakah masih terasa kemarahan, dan kesedihannya?
Jika iya, maka kesan buruk itu masih ada.
Jalan keluarnya : Ikuti panduan yg telah dijelaskn Ibnul Jauzy diatas.
Semoga Alloh Mudahkan, Baraakallohu fiikum

Monday, October 16, 2017

Diagnosa Ucapan

*DIAGNOSA UCAPAN*

Salah satu sumber musibah yang seringkali tidak disadari adalah Ucapan kita sendiri.

Hingga Nabi pun mengingatkan kita untuk menjaganya.

Dari lisan terlontar kalimat yang kita anggap ringan, tetapi mungkin berat perhitungannya dihadapan Alloh. Kita anggap sepele namun bisa mendatangkan Ridho Alloh. Dan kita anggap kalimat tidak berarti tetapi menyebabkan turunnya Murka Alloh atas diri kita.

Nabi meletakkan jaminan keselamatan diatas keselamatan Lisan. Siapa yang menjaganya maka Nabi menjaminnya akan selamat.

Ada apa dengan lisan ini?

_“Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat antara dua janggut dan apa yang ada di antara dua kaki, maka aku jamin dia masuk surga. ( Muttafaq ‘alaih, dari Sahl bin Sa’ad)_

Terang benderang sabda Nabi diatas. Lisan bisa mengantarkan pada syurga.

Dan sebaliknya, lisan juga bisa menjerumuskan pada neraka.

Lisan adalah *salah satu pintu syetan.*

Mari kita simak ayat ini.

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: *Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik, sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.*” (Al-Isra: 53)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan ayat diatas sebagai berikut :

_Allah Swt. memerintahkan kepada hamba dan Rasul-Nya —Nabi Muhammad Saw.— agar memerintahkan kepada hamba-hamba Allah yang beriman, hendaklah mereka dalam khotbah dan pembicaraannya *mengucapkan kata-kata yang terbaik dan kalimat yang menyenangkan.* Karena sesungguhnya jika mereka tidak melakukan hal mi, tentulah setan akan menimbulkan permusuhan di antara mereka dengan membakar emosi mereka, sehingga terjadilah pertengkaran dan peperangan serta keburukan._

Disinilah syetan bekerja dan memanfaatkannya untuk menghancurkan diri kita.

Hadits Abdullah bin Mas’ud berbunyi: _“Seorang mukmin bukanlah tukang cela dan tukang laknat dan bukanlah orang yang suka berkata keji lagi kotor.”_ (HR Tirmidzi) ; Hadits ini dicantumkan oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab beliau Shahih Jami’ Tirmidzi no 610 dan Silsilah Hadits Shahih no 320

Nah, _dalam ranah terapi ruqyah, apa kaitan antara tema menjaga lisan ini dengan Sakit, musibah dan gangguan?_

_Mari fokus kita amati dari sisi terapi ruqyah._

Nash nash diatas telah menunjukkan dengan tegas salah satu penyebab masalah adalah ketidakmampuan menjaga lisan.

Masalah ini tidak hanya terkait perselisihan, tetapi juga terkait _apa apa yang akan menimpa diri kita di kemudian hari._

Di dalam Silsilah Hadits Shahih tercantum sebuah hadits yang berbunyi: _“Apabila sebuah laknat terucap dari mulut seseorang, maka ia (laknat itu) akan mencari sasarannya. Jika ia tidak menemukan jalan menuju sasarannya, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.”_

Atau

لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالفِسْقِ أَوِ الكُفْرِ ، إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ ، إنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كذَلِكَ

_“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran, melainkan akan kembali kepadanya tuduhan tersebut jika yang dituduhnya tidak demikian.”_ (HR Bukhari)

الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُومُ

_“Dua orang yang saling mencela, maka *dosa yang dikatakan keduanya akan ditanggung oleh orang yang pertama kali memulai, selama yang terzalimi tidak melampuai batas*.”_ (HR Muslim)

_"Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau *membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya*.”_ (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Penjelasan senada dengan kalimat hadits diatas, disampaikan oleh Ibnul Qayyim _rahimahullah._

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا

_“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.”_ (Madarijus Salikin, 1: 176)

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, _“Apabila seseorang melihat orang yang terkena musibah, kemudian ia mengucapkan:_

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

_Segala puji bagi Allâh yang menyelamatkan aku dari musibah yang Allâh timpakan kepadamu. Dan Allâh telah memberi keutamaan kepadaku melebihi orang banyak.’_

_Maka musibah itu tidak akan menimpa dia.”_( Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 3432) dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Lihat Silsilah al-Ahâdîts as-Shahîhah no. 602).

Hadits dan penjelasan diatas menggambarkan bahwa salah satu sumber musibah yang terjadi pada diri kita hari ini adalah _ucapan buruk, merendahkan, dan menghina keburukan orang lain._

*Bagaimana cara diagnosanya jika dibawa dalam ranah terapi??*

Jika saat ini kita susah menjalankan sholat, _coba tengok ke masa lalu, apakah kita pernah mencela, meremehkan (dg ujub dan takabbur) saat melihat orang lain belum sholat?_

Saat ini anak anak kita mungkin sering bikin masalah ? Coba menoleh ke belakang, _mari kita lihat ucapan dan sikap kita pada anak tetangga yang nakal dan susah diatur._ _Apakah saat itu terucap hinaan dam cemoohan?_

Hinaan dengan kesombongan itulah yang membuat kita terjebak di kesalahan dan masalah yang sama.

_Dahulu, mungkin kita pernah mengalami konflik luar biasa, tanpa kita sadari ucapan ucapan laknat, sumpah serapah kita lontarkan pada orang tersebut. Kita tidak tahu bahwa dalam pandangan Alloh, mungkin justru dia yang benar. Maka ucapan laknat dan sumpah serapah itu melesat kembali pada diri kita, hingga muncul dalam bentuk musibah. Sebagaimana yang kita inginkan terjadi pada orang itu, diwaktu itu._

Atau

_Saat kita melihat orang lain tertimpa musibah, kita lupa bersyukur pada Alloh yang telah membuat kita tidak mengalami musibah itu, menjaga hidup kita. Atau bahkan 'gembira' saat melihat orang lain terpuruk???_

Maka mungkin dikemudian hari, musibah tersebut pun menghampiri hidup kita.

Jadi, dalam ranah terapi ruqyah, salah satu yang perlu kita telusuri adalah _*sikap hati, dan ucapan kita dimasa lalu.*_

Setelah itu, *mari mentaubatinya, dan doakan semua orang dengan doa doa kebaikan.*

Semoga Alloh angkat semua musibah dalam hidup kita.

In syaa Alloh demikian cara menterapinya.

Wallohua'lam

Oleh:

 Muhammad Nadhif Khalyani

Friday, October 13, 2017

JIN MENYUSUP DALAM NIAT

JIN MENYUSUP DALAM NIAT

Terkadang pengalaman hidup menjadi guru yang bijak

Pada suatu ketika seorang bapa datang minta di ruqyah, dengan keluhan rasa sakit dibagian kepalanya sdh menahun, bahkan ruqyah pun bapa ini sudah menjalani berkali-kali. Tp tak ada perobahan sedikitpun.

Saya pun mencoba untuk meruqyahnya,
Memang benar tak sedikitpun tanda tanda reaksi atau ekspresi dr si bapa ini.

Rehat sejenak... sambil ngobrol-ngobrol saya mencoba menanyakan:

Saya: "bapa sudah berobat kemana dan apa sja?

Bapa: "berobat mh sudah kemana-mana, apa sja sudh saya lakukan. Hampir smua pengobatan menganjurkan saya harus bnyak" bersedekah.

Saya: "terus bp lakukan?

Bapa: "karna saya ingin sembuh ya saya lakukan.

Saya: "terus niat bapa waktu sedekah tujuannya apa?

Bapa: "ya.. ingin sebuh sja, stiap saya ngasih sm orang jompo atau anak yatim saya minta doakan penyakit saya supaya sembuh.

Saya: "maa syaa alloh pak... lain x jgn begitu yh, niat kita bersedekah ya sedekah jgn ada pamrih, harus ikhlas ridho krna alloh.

Bapa: "owh.. begitu yh saya baru tau, saya jadi malu, habis yg lain pd nyuruh saya begitu.

Saya: "trus stlh tau begini bgmna perasaan bapa?

Saya: "ada ga bisikan di hati bapa?

Bapa: "ada, jangan dengarkan omongan nya...

Saya: "pak... mari berdoa ikutin saya yh.

استغفرالله العظيم. استغفرالله العظيم. استغفرالله العظيم.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد.

Ya alloh... ampunilah sgala kesalahan dan dosa-dosaku..
Ya alloh...Hamba tau datangya penykit ini krna dosa"ku...
Ya alloh.. Seandainya sakitku ini dpt menghapus dosa-dosaku. Sy ikhlas sy ridho pdmu ya alloh..
Tp jikalu pnykit ini membuatku kupur nikmat maka angkatlah ya alloh ....

Wahai jin.. yg selalu menyertai penyakitku..
Wahai jin.. selalu ngumpet di balik hatiku... keluarlah... keluarlah... keluarlah...
Aku sudah ikhlas.. Aku sudah ridho.. tdk ada jlan dan tmpat lg bgimu...

Bismillah..

Bapa: "iya... iya.. saya akan keluar. (Muntah)

Alhamdulillah. Segala puji bagi alloh.

Wallohu a'lam..

Muhtanil Aripin

Monday, October 9, 2017

CARA TEKNIK MERUQYAH SUAMI ISTRI YANG SELALU MINTA CERAI

*-CARA TEKNIK MERUQYAH SUAMI ISTRI YANG  SELALU MINTA CERAI*-

1. Nasihati suami istri tujuan nikah
sebagaiman firman Allah

Surah Ar-Room, 21:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

*-Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.*-

2. Yakinkan bahwa dia mau tobat  atas perkataan yang terlontarkan contoh minta cerai.

*-🌈catatan*

Dibimbing oleh roqinya

3. Suami istri saling berpegangan pundak antara suami dan istiri

4Tuntun suami istri berdoa agar keluargannya menjadi keluarga. sakinah mawadah waromah
Dan di ruqyah

5 Setelah di ruqyah suami istri saling berpelukan agak lama,tuk saling memaafkan atas kesalahannya .

*-BAARAKALLAHU FIIKUM*-

✍ Hari efendi wijaya

*-📡 DPW QHI ( qur'anic healing indonsia) JAWA- BARAT*-

*-☎ Konsultasi ruqyah syar'iyyah /
yang mau bergabung ke *-Group Ruqyah Sunnah*- silahkan ketik
nama# kota# no hp kirim ke

  ☎  0896-8088-6277     (WhatsApp)

👉❌tidak lewat SMS

   

*- CIMAHI-DPW QHI JABAR*-

Tuesday, October 3, 2017

Lalat dan sampah

*LALAT DAN SAMPAH*
( Ruqyah dengan membersihkan jiwa)

Beberapa tahun silam, ada salah pasien yang hampir selalu rutin datang setiap sabtu untuk ruqyah bersama. Keluhan sakitnya macem-macem, diantaranya yang saya ingat adalah gangguan di pencernaan dan beberapa keluhan lain.

*Beliau memiliki latar belakang keluarga besar yang sangat dekat dengan hal-hal supranatural. Jimat, pusaka, atau menghitung hari untuk bangun rumah, atau arah menghadapnya rumah bukan lagi hal asing dalam keluarga beliau*

Beliau “rajin” ke dokter jika sakit mulai kambuh. Dan tak kunjung sembuh meski berulang kali berobat. Hingga beliau memutuskan untuk ikut ruqyah. Selesai kah??…..

*TIDAK*

Berulangkali beliau mengikuti ruqyah di tempat saya, dan reaksi yang muncul selalu sama, muntah-muntah dan sejenisnya. Selesai ruqyah, badan terasa ringan dan sakit berkurang. Tp tidak berapa lama, sakit datang kembali. Begitu seterusnya.

Suatu saat, tahun lalu (2015), saya diminta ngisi pengajian Ibu-ibu dengan tema ruqyah. Beliau juga hadir di acara tersebut. Seperti biasa sebelum ruqyah dimulai, selalu diawali dengan ta’lim tentang pembersihan jiwa, atau tazkiyatun nafs.

*Salah satunya adalah mengapa jin bisa hadir dalam hidup kita dan berulah dalam tubuh kita*

Begitu juga selesai ruqyah, ada evaluasi sekilas tentang reaksi yang dirasakan dan dikaitkan dengan semua masa lalu dalam keseharian.

Salah satu kalimat yang membuat saya tertegun adalah kalimat dari ibu tersebut.

“Penting mengubah sikap terhadap sakit, dan membenahi diri* Saya sudah tidak lagi merasakan keluhan keluhan yang pernah saya alami dulu. Saya berulang kali ruqyah tapi tidak kunjung sembuh, tetapi saya selalu menyimak setiap nasihat yang Mas sampaikan dan berusaha mengamalkannya.

*Perlahan saya belajar melapangkan hati, menerima segala yang terjadi dengan ridho dan husnudhon pada Alloh*

_Kemudian perlahan sakit saya hilang. Saya sembuh bukan karena ruqyahnya, tapi karena saya menyimak nasihat, menyadari ada yang salah dan berusaha memperbaiki batin saya_ Kurang lebih begitu kalimat beliau.

Dan Alhamdulillah, Alloh takdirkan kesembuhan pada beliau.

Ada cerita lain sejenis dengan ini…..

Suatu saat di salah satu kota di jatim..

Ada seorang ibu, pasien di klinik kota tersebut. Saat ruqyah, beliau bereaksi keras, luar biasa. Berbagai dugaan diagnosa diberikan waktu itu. Beliau terus rajin mendatangi klinik ruqyah untuk terapi karena reaksi dan keluhannya tidak kunjung berakhir.

Setelah sekian waktu ruqyah tidak membuahkan hasil, sang Ibu ini disarankan ruqyah ke klinik ruqyah surabaya.

Beliau menceritakan bahwa beliau mulai merasakan hal-hal supranatural alias gangguan jin sejak anaknya tidak diterima di salah satu sekolah favorit yang beliau harapkan.

*Hmmm…mungkin kekecewaan, kesedihan dan perlu dibenahi sikapnya terhadap takdir Alloh*

Ini point diskusi yang coba kami pahamkan pada beliau. Alhamdulillah beliau menyadari ada yang salah dalam cara bersikap terhadap sesuatu yang telah terjadi. Beliau berusaha mohon ampun pada Alloh dan berusaha melapangkan dada terhadap apa yang terjadi. Serta berusaha husnudhon pada Alloh terkait dengan anaknya.

Kemudian, ruqyah dilakukan. Maa syaa Allohu laa quwwta illa billah. Tidak ada reaksi apapun dan gangguan selesai.

Saya teringat nasihat salah satu guru saya, semoga Alloh merahmati beliau, bahwa jin dan diri kita, ibarat lalat dan tempat sampah.

Kenapa?

Beliau bertanya pada saya, *jika lalat mendatangi sampah, apa yang akan antum lakukan* ?”

Lalu beliau melanjutkan dengan kalimat kurang lebih spt ini,

*Tidak ada gunanya kita mengejar si lalat itu*

*Sangat melelahkan kalau kita harus memukul dan membunuh satu persatu lalat itu*

*Meski lalat itu terbunuh semua, lalat lain akan segera hinggap di sampah tersebut*

*Seandainya pun, setelah itu semua lalat habis terbunuh, tempat sampah tersebut tetaplah kotor. Tetap tidak indah dipandang dan tetap tidak sedap baunya* ” ….

Maka…

*Yang perlu kita lakukan bukan lah mengejar si lalat tetapi, ambil sampahnya, bersihkan tempat sampahnya maka semua lalat akan menyingkir setelah itu*

Proses ruqyah pun demikian adanya. Semua masalah yang sedang terjadi dalam hidup kita termasuk Gangguan jin dan sihir erat kaitannya dengan hal ini, yakni sampah yang menumpuk dalam diri.

Pada sebagian orang musibah, atau gangguan jin mungkin adalah ujian, karena Alloh berkehendak memuliakannya dengan ujian tersebut. Tapi pada kebanyakan orang, gangguan jin yang terjadi karena ada sesuatu yang harus dibenahi.

Saat kita menganggap bahwa gangguan jin adalah ujian, maka kita akan lebih sulit melihat kekurangan dalam diri kita.

Tetapi, manakala kita menganggap bahwa gangguan jin adalah bagian dari teguran Alloh maka kita akan lebih mudah untuk menyadari adanya kekurangan dalam diri.

Demikianlah Alloh mengingatkan kita bahwa semua terjadi karena sesuatu dalam diri dan masa lalu kita

 QS. Asy Syura : 30

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Oleh karenanya merasa ada kekurangan lebih utama

QS. An Najm : 32

    (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Jadi, mungkin semua keluhan yang kita rasakan sebenarnya berujung pada hal ini, bukan soal kuat dan lemahnya jin dan dukunnya, juga bukan soal teknik ruqyahnya…..

Tapi mungkin ini soal Lalat Dan Sampah….

Semoga Alloh limpahkan taufiqNYA agar kita dimudahkan menemukan ‘sampah-sampah’ itu, sehingga setelah itu, sang lalat menyingkir, dan “tempat itu” menjadi harum dan indah dipandang mata.

Aamiin

Wallohu’alam

Semoga bermanfaat

✍ M.Nadhif khalyani
📮 Abu Azka
💿Maktabah Rlc

Monday, October 2, 2017

Lalat dan lebah

*LALAT DAN LEBAH*

Mengapa *Lebah* cepat menemukan Bunga?
Dan
Mengapa *Lalat* cepat menemukan Kotoran?

Mata Lebah dibuat hanya untuk menemukan Bunga,
Mata Lalat dibuat khusus untuk menemukan Kotoran.

MENGAPA ???

Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak ada yg lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain.

Maka, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran,
tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.

Sebaliknya,
susah bagi lalat untuk menemukan bunga,
tapi mudah & cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.

Apa hasil akhirnya?

Lebah kaya akan madu yg sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari 2 makhluk ciptaan Tuhan ini ?

Ternyata apa yang kita pikirkan akan menghasilkan apa yang kita liat ,
& apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh.

*Hidup kita sangat tergantung pada Hati & Pikiran kita.*

Kalo Hati & Pikiran selalu Negatif ,
Sudah pasti apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Negatif & hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.

Kalo Hati & Pikiran selalu Positif, pasti  apa saja yang kita liat akan selalu menjadi Positif & hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.

Pilihan ada ditangan kita sendiri....

"Perkataan yang menyenangkan adalah ibarat seperti sarang madu , manis dan memberi manfaat untuk alam semesta ....

Semoga bermanfaat , dan kita semua adalah orang-orang yg menghasilkan 'madu' yg memberi manfaat untuk orang banyak .....

Sunday, October 1, 2017

Lalat dan sampah

*LALAT DAN SAMPAH*
( Ruqyah dengan membersihkan jiwa)

     Beberapa tahun silam, ada salah pasien yang hampir selalu rutin datang setiap sabtu untuk ruqyah bersama. Keluhan sakitnya macem-macem, diantaranya yang saya ingat adalah gangguan di pencernaan dan beberapa keluhan lain. Beliau memiliki latar belakang keluarga besar yang sangat dekat dengan hal-hal supranatural. Jimat, pusaka, atau menghitung hari untuk bangun rumah, atau arah menghadapnya rumah bukan lagi hal asing dalam keluarga beliau.

     Beliau “rajin” ke dokter jika sakit mulai kambuh. Dan tak kunjung sembuh meski berulang kali berobat. Hingga beliau memutuskan untuk ikut ruqyah. Selesai kah??…..

*TIDAK*

     Berulangkali beliau mengikuti ruqyah di tempat saya, dan reaksi yang muncul selalu sama, muntah-muntah dan sejenisnya. Selesai ruqyah, badan terasa ringan dan sakit berkurang. Tapi tidak berapa lama, sakit datang kembali. Begitu seterusnya.

     Suatu saat, tahun lalu (2015), saya diminta ngisi pengajian Ibu-ibu dengan tema ruqyah. Beliau juga hadir di acara tersebut. Seperti biasa sebelum ruqyah dimulai, selalu diawali dengan ta’lim tentang pembersihan jiwa, atau tazkiyatun nafs. Salah satunya adalah mengapa jin bisa hadir dalam hidup kita dan berulah dalam tubuh kita.

     Begitu juga selesai ruqyah, ada evaluasi sekilas tentang reaksi yang dirasakan dan dikaitkan dengan semua masa lalu dalam keseharian.

Salah satu kalimat yang membuat saya tertegun adalah kalimat dari ibu tersebut.

*Penting mengubah sikap terhadap sakit, dan membenahi diri*

"Saya sudah tidak lagi merasakan keluhan keluhan yang pernah saya alami dulu. Saya berulang kali ruqyah tapi tidak kunjung sembuh, tetapi saya selalu menyimak setiap nasihat yang Mas sampaikan dan berusaha mengamalkannya."

*Perlahan saya belajar melapangkan hati, menerima segala yang terjadi dengan ridho dan husnudhon pada Alloh*

_Kemudian perlahan sakit saya hilang. Saya sembuh bukan karena ruqyahnya, tapi karena saya menyimak nasihat, menyadari ada yang salah dan berusaha memperbaiki batin saya_", Kurang lebih begitu kalimat beliau.

     Dan Alhamdulillah, Alloh takdirkan kesembuhan pada beliau.

Ada cerita lain sejenis dengan ini…..

     Suatu saat di salah satu kota di jatim. Ada seorang ibu, pasien di klinik kota tersebut. Saat ruqyah, beliau bereaksi keras, luar biasa. Berbagai dugaan diagnosa diberikan waktu itu. Beliau terus rajin mendatangi klinik ruqyah untuk terapi karena reaksi dan keluhannya tidak kunjung berakhir. Setelah sekian waktu ruqyah tidak membuahkan hasil, sang Ibu ini disarankan ruqyah ke klinik ruqyah surabaya. Beliau menceritakan bahwa beliau mulai merasakan hal-hal supranatural alias gangguan jin sejak anaknya tidak diterima di salah satu sekolah favorit yang beliau harapkan.

*Hmmm…mungkin kekecewaan, kesedihan dan perlu dibenahi sikapnya terhadap takdir Alloh*

     Ini point diskusi yang coba kami pahamkan pada beliau. Alhamdulillah beliau menyadari ada yang salah dalam cara bersikap terhadap sesuatu yang telah terjadi. Beliau berusaha mohon ampun pada Alloh dan berusaha melapangkan dada terhadap apa yang terjadi. Serta berusaha husnudhon pada Alloh terkait dengan anaknya. Kemudian, ruqyah dilakukan. Maa syaa Allohu laa quwwta illa billah. Tidak ada reaksi apapun dan gangguan selesai.

     Saya teringat nasihat salah satu guru saya, semoga Alloh merahmati beliau, bahwa *jin dan diri kita, ibarat lalat dan tempat sampah.*

Kenapa?

Beliau bertanya pada saya, *jika lalat mendatangi sampah, apa yang akan antum lakukan* ?”

Lalu beliau melanjutkan dengan kalimat kurang lebih spt ini,

*Tidak ada gunanya kita mengejar si lalat itu*

*Sangat melelahkan kalau kita harus memukul dan membunuh satu persatu lalat itu*
*Meski lalat itu terbunuh semua, lalat lain akan segera hinggap di sampah tersebut* *Seandainya pun, setelah itu semua lalat habis terbunuh, tempat sampah tersebut tetaplah kotor. Tetap tidak indah dipandang dan tetap tidak sedap baunya* ” ….

Maka…

*Yang perlu kita lakukan bukan lah mengejar si lalat tetapi, ambil sampahnya, bersihkan tempat sampahnya maka semua lalat akan menyingkir setelah itu*

     Proses ruqyah pun demikian adanya. Semua masalah yang sedang terjadi dalam hidup kita termasuk Gangguan jin dan sihir erat kaitannya dengan hal ini, yakni sampah yang menumpuk dalam diri.

Pada sebagian orang musibah, atau gangguan jin mungkin adalah ujian, karena Alloh berkehendak memuliakannya dengan ujian tersebut. Tapi pada kebanyakan orang, gangguan jin yang terjadi karena ada sesuatu yang harus dibenahi.

Saat kita menganggap bahwa gangguan jin adalah ujian, maka kita akan lebih sulit melihat kekurangan dalam diri kita.

Tetapi, manakala kita menganggap bahwa gangguan jin adalah bagian dari teguran Alloh maka kita akan lebih mudah untuk menyadari adanya kekurangan dalam diri. Demikianlah Alloh mengingatkan kita bahwa semua terjadi karena sesuatu dalam diri dan masa lalu kita.

 QS. Asy Syura : 30

     "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."

Oleh karenanya merasa ada kekurangan lebih utama

QS. An Najm : 32

    "(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa."

Jadi, mungkin semua keluhan yang kita rasakan sebenarnya berujung pada hal ini, bukan soal kuat dan lemahnya jin dan dukunnya, juga bukan soal teknik ruqyahnya…..

Tapi mungkin ini soal Lalat Dan Sampah….

Semoga Alloh limpahkan taufiqNYA agar kita dimudahkan menemukan ‘sampah-sampah’ itu, sehingga setelah itu, sang lalat menyingkir, dan “tempat itu” menjadi harum dan indah dipandang mata.

Aamiin

Wallohu’alam
Ditulis oleh Ust M. Muhammad Nadhif Khalyani
SALAM RUQYAH SYARIYYAH
SALAM QHI SUBANG INDRAMAYU
WA : 083148586488
Semoga Bermanfaat

Friday, September 15, 2017

Ruqyah massal di sekolah

Pengadaan Ruqyah massal di sekolah itu perlu koordinasi yg baik antara guru dan Wali murid , sebagai peruqyah kita juga meski mengetahui hal ini , tanya kepada pihak sekolah apakah sudah mensosialisasikan kepada orang tua.?

Jangan memulainya tanpa perencanaan yg matang dari berbagai kasus kesurupan masal yg kami tangani persaingan antara lembaga pendidikanpun kerap terjadi dan melibatkan makhluk astral ini , termasuk sekolah adalah sarana yg empuk untuk mereka kuasai baik tempat ( karena bukan rumah tinggal ) dan diri para siswa mengingat labil dan minimnya aqidah mereka..

Koordinasi itu penting jangan sampai situasi kesurupan saat ruqyah massal menjadi celah untuk dimanfaatkan dukun menghantam ruqyah syar'iyyah, "  tuh anak kamu tadinya sehat di ruqyah jadi kesurupan, bahkan kesurupan berlanjut kerumah siswa ( bisa jadi karena monopoli dukun didaerah tst )...

Orang awam pasti akan membenarkan tuduhan dukun tst dan citra sekolahpun akan jatuh karenanya.. para walimurid mendemo sekolah menuntut anak - anak mereka di sembuhkan..!!

Sebab jin jin tersebut telah menjadikan sekolah sebagai rumah yg nyaman untuk mereka , mereka tentu  merasa terusik dengan keberadaan kita yg membacakan kalamullah dan  mengajak siswa kpd jln Allah , yah mereka terusik  dan akan memanfaatkan celah ini , untuk mendeskreditkan Ruqyah Syar'iyyah.

Pengalaman beberapa tahun yg lalu bersama peruqyah Bekasi dan kejadian yg sama di alami  Muhammad Adam Hussein bulan lalu.

Tuesday, August 8, 2017

ILMU PSIKOLOGI PENTING BAGI SEORANG PERUQIAH

Bismillah

ILMU PSIKOLOGI PENTING BAGI SEORANG PERUQIAH

✍ Andi Baso Gunardi Al-Bugisy

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang peruqiah adalah diagnosa yang baik karena tidak semua keluhan yang dialami pasien adalah gangguan jin atau sihir. Terkadang seorang pasien itu mengalami gangguan jiwa karena berbagai faktor seperti tekanan yang kuat terhadap jiwanya dimana ia tak mampu lagi menahannya, faktor materi, dsb. Bila seorang yang terkena gangguan jiwa kemudian seorang peruqiah memvonisnya dengan gangguan jin atau sihir, maka bisa jadi akan makin memperparahnya karena pasien ini ada kecenderungan tidak mau berobat dengan cara lain yang justru mungkin pas dan cocok untuknya begitupun jika seorang pasien yang terkena gangguan jin divonis dengan gangguan jiwa maka jin akan dengan leluasa mengganggu tanpa penghalang. Diagnosa gangguan jin dapat dideteksi dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, seusai dibacakan msaka disinilah seorang peruqiah dibutuhkan kebijalsanaannya bahwa apakah pasiennya ini terkena gangguan jin/sihir atau gangguan medis baik fisik maupun mental.

Untuk menjadi seorang psikolog, seorang peruqiah semestinya memiliki beberapa sayarat, berikut ana kutip kalimat dari seorang Psikolog Umum yang dikutip oleh seorang ahli ruqiah Ustadz Musdar Bustamam Tambusai dalam sebuah buku yang beliau tulis yaitu:

¶ Daya observasi, yaitu kemampuan untuk mengetahui keadaan dan perasaan orang lain. Misalnya, ia bisa melihat tanda-tanda kesedihan, kegembiraan, kebosanan kepada orang lain meski itu tidak begitu kentara.
¶ Daya empati, yaitu kemampuan untuk menghayati perasaan orang lain. Misalnya ia bisa ikut merasakan (tidak sekedar menyaksikan) kesedihan atau keputusan orang lain.
¶ Daya introspeksi, yaitu kemampuan merenungkan diri sendiri, kelemahan, keunggulan, keraguan, keinginan, dan lain-lain.
¶ Daya berdialog, yaitu kemampuan untuk bertukar fikiran dengan tujuan memahami fihak lain. Misalnya dengan mendengarkan dulu pendapat orang lain, menanggapinya dengan tenang dan mengutarakan pendapat pribadinya sejujur mungkin.
(Alex Sobur Psikologi Umum (Bandung, Pustaka Setia, 2003 M / 1424 H), hal. 19.

Selain mempelajari psikologi dasar, seorang peruqiah juga semestinya mempelajari Psikologi Klinis karena lebih mempelajari dan memahami orang-orang abnormal dan subnormal sehingga seorang peruqiah syar'iyyah sangat baik untuk mendali hal ini, masih jarang peruqiah syar'iyyah yang mempunyai kemampuan seperti ini, apalagi fakultas-fakultas psikologi di Indonesia masih menerapkan ilmu psikologi orang-orang barat yang bersifat materialis...

Wallahu a'lam

Monday, July 24, 2017

KUNCI ANAK SHOLEH BERSUMBER DARI KERIDHOAN ORANGTUA

KUNCI ANAK SHOLEH BERSUMBER DARI KERIDHOAN ORANGTUA

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?*

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.

"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ

_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.

Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc
. disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)

_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak nakal ( siklus 2)

_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*

ini kuncinya:

*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

*Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).*

*Caranya* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

_*Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.*_
*Umar Bin Khattab*

saya dapat do'a seperti ini, artinya:

_*"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."*_

💞💞💞💞💞💞💞💞💞

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.*_

_*Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.*_

💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Semoga bermanfa'at
Barakallahu fiikum...

*yg pnya anak/cucu nakal,monggo di baca n praktekin..*

Barrakallohufiikum
Copas: sahabat WA
Editor
Abu alya

Saturday, July 15, 2017

Cara Meruqyah Pezina

Cara Meruqyah Pezina
==================
Zina adalah salah satu dari dosa besar. Hal ini dipahami oleh semua org termasuk oleh orang yang melakukannya.

Saat orang terjatuh dalam sebuah kesalahan, maka syaitan akan berupaya selalu mengajaknya pada keburukan tersebut secara terus menerus. Syetan memanfaatkan noda dalam jiwanya. Agar pelaku kesulitan keluar dari keburukan tersebut.

Saat pasien datang pd peruqyah ( da'i ) dengan kesadaran atas kesalahan, atau terbesit keinginan utk bertaubat, maka sesungguhnya lintasan hatinya untuk taubat adalah bentuk taufiq dari Alloh. Alloh mungkin menakdirkannya untk mendapatkan 'jalan keluar' dari nasihat nasihat yang disampaikan oleh da'i (peruqyah).

Oleh sebab itu, sambutlah kedatangannya sebagai bagian dari perjalanan hijrah dalam hidupnya. Semoga Alloh limpahkan kebaikannya melalui dakwah yang disampaikn sang da'i.

Mari kita simak sikap Nabi saat ada seseorang yang datang pada beliau, meminta ijin untuk berzina.

Yang beliau lakukan adalah nasihat, dan mendoakan (meruqyahnya). Doa ma'tsur yang dibacakan pada pasien, termasuk dalam bagian ruqyah syar'iyyah

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.”

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.

“Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.”

Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata,

“Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.

Hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Dengan pola yang sama, cara yang Nabi lakukan semoga bisa kita aplikasikan dalam proses ruqyah.

Wallohua'lam

Nadhif - RLC

Monday, June 26, 2017

Teknik Ruqyah anak autis/sangat nakal

Tanya: Assalamualaikum wr wb adakah yg punya pengalaman merruqyah anak  autis yg sering ngamuk2 dan kaya kena gangguan  tlg share ke ana makasih

Jawab: waalaikumsalam wr wb
Teknik Ruqyah anak autis/sangat nakal:

1. Iqrar berlepas diri dari kemusyrikan dan baca dua syahadat
2. Baca istighfar atas dosa dan kesalahan 100 X
3. Baca Istighfar atas masalah yang menimpa 100 X
4. Baca doa untuk orang tua secukupnya
5. Saling minta maaf dan ampunan ayah dan ibunya
6. Cabut ucapan yg mungkin salah :
Ya Allah saya cabut semua ucapan saya yg berakibat buruk
Saya ikhlas dan pasrah padaMu 3X
7. Berlindung dari ucapan orang lain dan dari ainul lammah
:" 'audzubillah bikalimatillahi tammati min syarri ma kholaq wa min syarri du'a wa min syarri 'ainul lammah"
Saya berlindung pada Allah dengan kalimatNya yg sempurna dari keburukan makhluk dari keburukan ucapan (doa) dan keburukan pandangan
8. Bpk Ibunya berdoa :
"Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an ibnii/ibnatii tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim biridhooii 'anhum"
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada  anakku dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).

9. Bacakan Quran matsurot
10. Baca sholawat 10 X.

Medis :
1. Ganti susu sapi dengan susu kedelai
2. Hentikan makan coklat
3. Pastikan anaknya makan dikantin dan bayar
( bila perlu sedekah ke kantin barang kali anak e ambil jajan atau makanan tidak bayar karena nakal atau tidak tahu)

Semoga Allah menolong semua

Salaam..

✅ Qur'anic Healing Indonesia (QHI) Kota Depok Indonesia
✅OK OCE Ruqyah Academy Indonesia
📞WA +6287775548234

Monday, June 19, 2017

Apa yang kamu fikirkan itulah yg akan terjadu

*APA YANG DIFIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI*

"Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda,
"Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu".

Orang itu menjawab,
"Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur".

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda,
'Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’.
(HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw.

Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

" Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.

Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.

Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

Inilah The Law of Attraction, Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatullah yang berlaku di alam semesta.

You are what you think.
Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.

Tugas kita hanya 2, yaitu : Berusaha optimal dan berdoa.
Sedangkan selanjutnya itu karsa ALLAH SWT.

Nabi SAW bersabda :
"Ketika seorang hamba berkata Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu".
(HR. Ahmad).

******
(Dikutip dari Anonim. Semoga penulisnya senantiasa dalam limpahan rahmat dan maghfirahNya)

Sunday, June 18, 2017

Kalo Kalo *Fenomena Susah Jodoh Menurut Perspektif Ruqyah Syar'iyyah*

*Fenomena Susah Jodoh Menurut Perspektif Ruqyah Syar'iyyah*

Bismillah

Fenomena susah jodoh di zaman sekarang sangat menjadi perhatian semua kalangan, baik ikhwan maupun akhwat. Terutama pada sebagian akhwat yg memang jumlah mereka sangat dominan.

Dalam Ruqyah hal ini pun menjadi pembahasan sendiri, adapun faktor2nya apa saja yg menghambat datangnya jodoh.

Berikut ini akan saya bagi faktor2 yang membuat seseorang terhalang jodohnya, baik belum pernah menikah sama sekali atau sering bercerai dari pasangannya.

faktor - faktor tersebut adalah :

*1. Adanya faktor menjadi target dari Jin Nasab / Jin Keturunan*
_2. Adanya Faktor Sihir_
*3. Adanya Faktor dari 'Ain atau Hasad*
_4. Adanya Faktor dari Mental Blocking / Belenggu Jiwa ( Hati )_
*5. Adanya gangguan Jin Murni*

*_1. Faktor dari jin nasab_*

Dalam pemahaman ruqyah, gangguan jin nasab/jin keturunan/jin warisan merupakan gangguan yg terjadi akibat dari perjanjian leluhurnya di masa lalu melalui ritual2 atau amal2lan atau aktifitas leluhurnya yg belajar ilmu sihir, yang hal2 tersebut tidak lain terikat perjanjian dengan segolongan bangsa jin. Allahu A'lam

Dalam fenomena susah jodoh , bisa di deteksi jika dari satu keluarga besar ada kejadian yg sama yg di alami.
Misal dari satu keturunan nenek yg dulunya pasang susuk untuk memikat laki2 dan si nenek pun menikah berkali2, maka anak keturunannya bisa mengalami hal sama yaitu menikah berkali2 namun tidak ada yg bertahan lama. Atau dalam satu keluarga yg pernah saya temui setiap anak perempuannya belum menikah.

Sejatinya faktor gangguan jin nasab itu sendiri tidak akan membawa manfaat dan mudharat asal seseorang itu mendekatkan diri kepada Allah. Bisanya masuk gangguan keturunan ini karena adanya celah dari kelalaian atau dosa yg di lakukan oleh seseorang tersebut.

Secara umum keturunan yang akan diikuti oleh jin nasab adalah
Labil secara mental. Pertumbuhan fisik tidak normal dan lebih lambat, sering ada masalah kesehatan pada sebagian kasus Anak kesayangan

Hal-hal yang biasa terjadi dalam gangguan jin nasab :

Akan ada lebih dari 1 orang dalam 1 keluarga inti yang mengalami gejala-gejala gangguan jin

Beberapa orang dalam 1 keluarga inti atau keluarga besar mengalami sakit atau problem yang hampir sama meski dengan intensitas berbeda

Organ tubuh yang sakit ada kaitannya dengan laku ritual yang dilakukan lelehurnya, misalnya, jika leluhurnya ahli tirakat puasa(puasa bid’ah), maka salah satu atau beberapa keturunanya akan sakit di daerah lambung, usus, dan pankreas (penyebabkan diabetes)

Gangguan jin nasab biasanya sudah nampak sejak anak-anak atau balita.
Gejala-gejala gangguan jin sudah terjadi sejak balita, kemudian menghilang gangguannya saat usia TK dan muncul kembali saat usia SMP keatas

*_2. Faktor dari pengaruh sihir_*

Gangguan sihir dan jin secara utuh adalah bagian dari bentuk rahmat Allah yang maha pemurah bagi hamba-Nya. Dia Maha Mengetahui dan Mengukur kemampuan hamba-hamba Nya dalam menanggung beban dosa dibahunya, hingga ujian-cobaan-musibah hingga azab itu ditimpakan di dunia secara bertahap agar hambaNya memasuki negeri Akhirat nanti dengan langkah ringan tanpa beban dosa lagi.

Seringkali,seorang laki-laki begitu jatuh cinta kepada perempuan karena sebab-sebab tertentu. Sebaliknya juga sama, perempuan juga bisa jatuh cinta kepada laki-laki pujaannya. Nah, untuk urusan cinta-mencinta inilah, banyak orang mengambil jalan yang salah.

Terutama bila cintanya bak gayung yang tak bersambut. Akhirnya cinta ditolak dukun bertindak

Hal yang sama juga bisa terjadi pada pasangan yang sudah menikah. untuk mendapatkan cinta dari pasangannya itu, biar awet cintanya, dan lain sebagainya. Yang lebih kacau, adalah pasangan yang sudah menikah berusaha menggaet pasangan orang lain. Maka terjadilah perselingkuhan yang kini merebak di mana-mana.

Cara pintas yang biasa mereka lakukan adalah pergi ke tukang sihir. Kepada tukang sihir itu mereka lantas menyampaikan keinginannya. Mereka seperti tidak peduli, bahwa tindakan tersebut jelas-jelas merusak aqidah (iman), yang menjerumuskan mereka ke jalan kemusyrikan.

Ibnu Katsir berkata, “At-Tiwalah (guna-guna) ialah sihir atau yang sejenisnya yang dilakukan oleh orang-orang perempuan supaya tetap dicintai suaminya. Tentu, hal serupa juga bisa dilakukan oleh orang laki-laki. Nabi SAW. memasukkan perbuatan ini ke dalam kategori kemusyrikan karena mereka meyakini bahwa guna-guna itulah yang mempengaruhi dan melakukan kebalikan apa yang telah ditentukan Allah." (An-Nihayah, I/200)

Tanda - Tanda seseorang  terkena Gangguan Sihir

   Keluar bau busuk perut keluar dari mulut
   Keluar bau busuk dari tubuh
   Perut terasa sangat sakit, sering muntah
   Tidak nafsu makan
   Wajah kelihatan menghitam
   Keluar bintik2 biru di badan
   Tubuh terasa benar2 berat
   Penglihatan lemah
   Nafas sesat seperti penyakit paru2
   Selalu bermasalah yang tidak biasanya.
   Sulit dpt jodoh, sdh tunangan tiba2 batal.
   Sulit melakukan hub suami – istri bagi yg sudah menikah
   calon tiba2 benci & sebaliknya.
   Sehat tapi tidak bisa menstruasi tidak normal
   Senang menyendiri, tdk mau bersosialisasi.
   Sering keguguran atau ada kista
   Perubahan tiba2 pada prilaku.

*_3. Faktor dari pengaruh Ain_*

Apa itu Penyakit ‘Ain?

Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.

 mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu’ Ain Insaniyah atau ‘ain yang disebabkan murni oleh pengaruh pandangan mata manusia , dan ‘’Ain Jinniyah ‘ain yang disebabkan adanya campur tangan gangguan jin..

Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam.” (Imam Ahmad)

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?

Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.

Dalam hal susah jodoh misal ada seorang yg mengucapkan

*liat aja, kamu bakal ga nikah kalau tidak sama saya*

*kalau kamu gt terus bisa ga nikah2*

*mana ada seseorang yg mau nikah sama kamu jika kamu cuek, malas, egois*

Dan perkataan2 semisalnya.

*Cek List Gangguan Penghalang Jodoh dari ain dan hasad*

   Perubahan drastis ; Sehat lgs sakit, semangat
     lgs down, berpestasi lgs anjlok, dll.
   Kulit tiba2  ada bintik2 (timbul-tenggelam)
   Rasa berat di (kening, pundak, kepala blkg)
   Tiba2 lemas, dada sesak, tidak sabaran
   Kurang percaya diri & pelupa
   Selalu gagal dlm pelajaran & usaha
   Gampang ngantuk, sll ingin tidur
   Selalu ngulet, seperti org baru bangun tidur
   Mimpi ketemu orang yang di kenal
   Sering sendawa
   Insomnia (susah tidur)

*_4. Faktor penghambat jodoh dari Mental Blocking_*

Banyak faktor yang menjadi penyebab keterlambatan mendapat jodoh baik bagipria maupun wanita. Faktor utama ada didalam diri mereka masing masing yang merupakan mental blocking, yang tanpa disadari menjadi penghalang bagi datangnya jodoh bagi mereka .

Umumnya mereka tidak menyadari adanya mental blocking tersebut. Untuk memuluskan jalan bagi menemukan jodoh, carilah mental blocking yang ada pada diri masing masing. Singkirkan mental blocking tersebut.

Mental blocking merupakan sistim didalam hati dan fikiran (alam bawah sadar) yang menutup dan merintangi jalan untuk mendapatkan jodoh bagi seseorang. Ia bekerja secara otomatis. Ada ada saja rintangan dan kendala yang muncul ketika jodoh sudah mendekat.

Keberadaan mental blocking umumnya tidak disadari oleh yang bersangkutan.

Dan jin pun memanfaatkan peluang untuk membisikan rasa was2, ketakutan, keragu2an dalam melangkah ke jenjang pernikahan.

 Berikut ini saya sampaikan beberapa model mental blocking yang bisa menghambat jalan perjodohan, silahkan diteliti bagi anda yang belum mendapat jodoh , adakah itu pada diri anda.

_Tidak akan berumah tangga kalau belum meraih sukses seperti punya rumah, mobil, dan jabatan tertentu (mendahulukan karir)._

_Ingin menyelesaikan studi dahulu hingga mencapai S2 atau S3_

_Ingin membiayai adik adik hingga semuanya menjadi sarjana_

_Ada trauma (melihat orang tua atau tetangga), kuatir disia siakan suami yang tidak bertanggung jawab._

_Cemas dan kuatir meninggalkan ibu atau ayah jika telah berumah tangga nanti._

_Takut dan cemas tidak sanggup membiayai rumah tangga_

_Takut dan kuatir tidak sanggup membahagiakan keluarga dan memenuhi semua kebutuhan mereka_

_Kuatir tidak mendapat kebebasan dari suami seperti yang didapat selama ini._

_Memangnya ada yg mau sama saya_

_Lebih baik sendiri daripada nikah banyak kecewa nantinya_

_Enakan sendiri, toh saya juga sudah bisa ini itu dan menjalani sendiri tanpa pasangan ( suami atau istri )_

_Minder berlebih karna orang tua tidak shalat dan malu sama calon pasangan_

Dan banyak lagi mental blocking lainnya yang sangat halus dan tersimpan jauh dilubuk hati nan dalam. Berbagai perasaan seperti diatas mengedap didalamfikiran bawah sadar dan tanpa disadari menjadi perintang serta penghalang bagi jodoh yang bersangkutan.

Jika anda terlambat mendapat jodoh , beberapa kali ta'aruf selalu kandas ditengah jalan, coba cermati apakah ada mental blocking yang mungkin jadi perintang bagi perjodohan anda.

*5. Faktor Ciri - Ciri dari gangguan jin secara global bagi seseorang yang Terhalang Jodohnya adalah :*

1. Gelisah dan sulit tidur,dalam kondisi akut baru bisa tidur diatas jam 2 malam/tidak tidur sama sekali
2. Perubahan emosional menjadi sangat pendiam dan pemarah .
3. Sesak nafas saat shalat dan membaca Al Qur'an
4. Panas/Sakit disekitar dada kiri atas, belikat, pundak, kepala, rahim, tulang rusuk bawah kiri dan belakang pinggul.
5. Mimpi buruk dan selalu didatangi laki-laki secara berulang-ulang.
6. Minder suka menyendiri, galau,ragu, was-was, benci lawan jenis dan semua orang yang berupaya mengobatinya dalam bentuk yang syar'ie
7. Depresi berat/mengurung diri dikamar dan tidak mau diganggu. Dan bisa terjadi linglung dan kegilaan.
8. bagi yang berkeluarga Sering minta cerai dengan alasan tidak jelas (ingat mantannya terus) dan membangkang kepada suami, dalam kondisi parah hingga terjadi penolakan untuk melakukan hubungan seksual dengan suami (pasien melihat suami jadi menakutkan) hingga ia mengunci kedua pahanya baik secara sadar atau terjadi refleks.
9.Jomblo menahun/tidak mau menikah, atau sulit menikah hingga usia lebih dari 40 tahun, jika berhasil menikah maka ancaman perceraian sangat besar.
10.Effect sihir mengena semua anggota keluarga yang beriman lemah, perlahan-lahan keluarga membencinya kecuali semua hal yang mengijinkan terjadinya kejahatan.
11.sakit, pusing yg berkepanjangan, sakit kepala terutama di daerah pundak, sakit lambung tanpa ada sebab secara medis, dll
12.Rasa cinta yg menggebu-gebu di luar kewajaran terhadap seseorang atau terhadap pasangan hidupnya
13.Tidak dapat menahan rasa cinta kepada seseorang yang dicintainya/Mabuk kepayang untuk melihat orang yang dicintainya
14.Asmara dan cinta yang berlebihan
15.Rasa cinta/ketertarikan/kerinduan seksual yang menggebu-gebu dan tidak bisa ditahan ingin segera melihat, bertemu dan berhubungan seksual dengan orang yang menyihirnya
16.Dorongan yang kuat untuk ber-Masturbasi
17.Rasa gatal disebagian tubuh yang timbul saat tertentu seperti mau tenggelam matahari
18.Rasa Syahwat yang menggebu
19.Sering capek saat bangun tidur
20.Sering Lebam2 biru di pangkal pahanya
21.Pernah mimpi menikah
22.Sering mimpi bersetubuh dengan lawan jenis dalam mimpinya.
23.Mimpi mempunyai anak dalam mimpinya
24.Mimpi sedang di lamar dengan pangeran berkuda putih
25.Mimpi yang behubungan dengan buaya
26.Mimpi yang berhubungan dengan ular
27.Haid tidak normal
28.Merasa pusing saat bercermin, tiba2 wajah menjadi seperti buruk dan pucat saat bercermin.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut

1.pelajari serta pahamkan tauhid dengan baik dan benar
2.Biasakan baca do’a pagi dan petang
3.Takutlah hanya pada Allah dan laksanakan ibadah hanya karena Allahkarena syaitan (jin jahat) skali-kali mereka tidak takut dengan ibadahmu,melainkan karena ketaatanmu pada Allah.
4. Bertawakal kepada Allah dan kembalilah ke sunnah rosululloh dan bergabunglah dengan orang-orang shalih yang benar akidahnya
5.Segera datangi atau hubungi peruqyah agar di bantu dan di bimbing terapi Ruqyah Syar'iyyah sampai tuntas.

InsyaAllah jika semua gangguan dan faktor diatas sudah berkurang. Jodoh pun akan segera datang dengan izin Allah Ta'ala.

Barakallahu fiik

📝Mishbahul Khoir ( Abi Dzaki / Abu Faruq )

Silahkan dishare dengan tetap mencamtukan sumber. Semoga bermanfaat buat umat.

Jazakamullahu ahsanul jazaa

Konsultasi via WA : 0896-4696-0923
0852-1063-1386
Konsultasi via sms : 0852-1063-1386
Mdh2an ilmu yg sedikit ini bermanfaat buat kt semua

Salam ukhuwah

Misbah Abi Dzaki Umar
(Konseling ruqyah, bimbingan ruqyah privat, bimbingan pelatihan ruqyah sekeluarga, bimbingan pelatihan ruqyah privat majelis taklim, kantor, yayasan, arisan, paguyuban, komunitas)
WA 0852-1063-1386

📮Ruqyah Learning Center
📮Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Iindonesa
📮Komunitas Cinta Ruqyah
📮Muhasabah Ruqyah Center
📮Terapi Qurani
📮Sehat Qalbu Therapy

Barakallahu Fiik