Tuesday, May 23, 2017

Bermain Dengan Setan -Mainan Dan Penderitaan




BERMAIN DENGAN SETAN - Mainan & Penderitaan

mainan anak-anak sering dapat Mengandung isi Pesan Jahat secara subliminal (bawah sadar) dan beberapa permainan anak ini bahkan secara langsung menjadi penebar /pencetus sihir dan gangguan jin (setan). Dan bahkan mainan yang ada di anak kita justru mengajar anak-anak Anda syirik (menyekutukan Allah), Ini yang terburuk dari dosa, dan tanpa sadar malaha memuliakan mainan itu Audzubillah! Mainan yang memiliki musik yang menyertainya, kapan anak Anda bermain dengan semacam itu dia mendengarkan suara suara haram dan ini mencemari pikiran yang akhirnya menjadi banyak anak adiktif dan mereka tidak dapat melakukannya tanpa itu. Lebih buruk lagi, membuka pintu bagi jin dan anak Anda untuk menjadi mudah dirasuki jin. Jin juga bisa menyerang kamar mereka dan Jin berdiam di dalamnya, menyebabkan mereka diteror malam malam saat tidurnya, ketakutan, dan juga gangguan lainnya.

Mengapa ini terjadi ,ya Ini berlaku karena begitu banyak kita orang tua tanpa sadar menggantung gambar mahluk bernyawa di dinding kamar mereka ,
Banyak yang lupa akan doa doa perlindungan bagi anak balita mereka....
dan Ini menutup pintu untuk para malaikat memasuki rumah Anda, yang akhirnya setan datang.

Gangguan Jin Pada Bayi ciri cirinya
Anak bayi merupakan makhluk dengan fitrah yang masih suci, sehingga sangat rawan sekali bayi diganggu setan atau jin. Berikut ini akan kami ulas ciri-ciri anak bayi yang mengalami gangguan jin atau setan, diantaranya adalah:

Anak bayi satu dengan anak bayi lainnya, berbeda-beda ketika merespon penampakan dari jin atau setan. Respon mereka tergantung dari bagaimana rupa penampakan jin tersebut. Beberapa respon yang sering terjadi ketika anak bayi diganggu setan, diantaranya:

Menangis dengan keras secara tiba-tiba dengan alasan yang tidak jelas, hal ini dimungkinkan bahwa bayi telah melihat penampakan jin dengan wujud yang menyeramkan atau menakutkan.
Berteriak-teriak dengan wajah tampak ketakutan, hal in dimungkinkan bayi melihat penampakan jin yang menakutkan, namun dalam diri bayi tersebut masih ada sedikit keberanian untuk melihat penampakan jin tersebut.


Tersenyum-senyum sendiri tanpa ada orang yang mengajaknya bermain, hal ini dimungkinkan bayi telah melihat penampakan jin yang tidak menakutkan, bahkan mungkin lebih terlihat aneh dan lucu penampakan jin tersebut, sehingga bayi tidak merasa takut. Selain itu, tersenyum-senyumnya bayi bisa dimungkinkan bahwa jin tersebut tidak menakut-nakuti bayi, namun hanya menggoda bayi saja.

Bayi enggan memasuki salah satu tempat atau ruangan. Hal ini bisa terjadi ketika ada jin yang mendiami suatu tempat sehingga menyebabkan bayi merasa takut ketika memasuki tempat tersebut.
Anak bayi enggan ditinggal sendiri. Hal ini terjadi karena bayi merasa waswas dan merasa takut apabila datang penampakan jin.
Pandangan bayi diganggu setan lebih sering terlihat kosong, dan hanya fokus terhadap satu titik tertentu saja.
Bayi sering menunjuk-nunjuk sesuatu, padahal dalam kenyataannya tidak ada sesuatu hal pun yang menarik dalam arah yang ditunjuk bayi.
Bayi diganggu jin lebih sering terlihat kagetan terhadap sesuatu, hal tersebut dikarenakan gangguan jin dan setan telah merusak psikologi bayi.

======
TAMBAHAN ..
hukum boneka untuk mainan anak-anak?

Kebanyakan ulama -dari Malikiyah, Syafi’iyah dan Hambali- berpendapat bahwa diharamkan membuat gambar dan patung kecuali untuk boneka (mainan anak-anak).

Al Qodhi ‘Iyadh menukil akan kebolehan tersebut dan ia katakan bahwa ini adalah pendapat mayoritas ulama. Begitu pula Imam Nawawi mengikuti pendapat ini dalam Syarh Muslim. Beliau rahimahullah berkata bahwa dikecualikan dari larangan gambar atau patung yaitu jika dimaksudkan untuk boneka anak-anak karena ada dalil yang menunjukkan keringanan hal ini.

Kebolehan di sini terserah mainan tersebut dalam bentuk manusia atau hewan, baik berbentuk tiga dimensi ataukah tidak, begitu pula yang berbentuk imajinasi yang tidak ada wujud aslinya seperti kuda yang memiliki sayap.

Namun ulama Hambali memberikan syarat kebolehannya jika tidak ada kepala atau anggota badannya tidak sempurna sehingga tidak dianggap bernyawa. Sedangkan ulama lainnya tidak mempersyaratkan seperti itu.

Jumhur (baca: mayoritas ulama) berdalil dengan pengecualian di atas berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata,

كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَكَانَ لِى صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِى ، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَىَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِى

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku” (HR. Bukhari no. 6130).

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menyebutkan, “Para ulama berdalil dengan hadits ini akan bolehnya gambar (atau patung atau boneka) berwujud perempuan dan bolehnya mainan untuk anak perempuan. Hadits ini adalah pengecualian dari keumumann hadits yang melarang membuat tandingan yang serupa dengan ciptaan Allah. Kebolehan ini ditegaskan oleh Al Qodhi ‘Iyadh dan beliau katakan bahwa inilah pendapat mayoritas ulama.” (Fathul Bari, 10: 527).

Sedangkan Ibnu Hajar berpendapat bahwa kebolehan bermain dengan boneka seperti ini telah mansukh (dihapus). Namun hadits ‘Aisyah lainnya menunjukkan bahwa klaim mansukh tersebut tidaklah tepat.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ خَيْبَرَ وَفِى سَهْوَتِهَا سِتْرٌ فَهَبَّتْ رِيحٌ فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ فَقَالَ « مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ ». قَالَتْ بَنَاتِى. وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ فَقَالَ « مَا هَذَا الَّذِى أَرَى وَسْطَهُنَّ ». قَالَتْ فَرَسٌ. قَالَ « وَمَا هَذَا الَّذِى عَلَيْهِ ». قَالَتْ جَنَاحَانِ. قَالَ « فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ ». قَالَتْ أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلاً لَهَا أَجْنِحَةٌ قَالَتْ فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tiba dari perang Tabuk atau Khoibar, sementara kamar ‘Aisyah ditutup dengan kain penutup. Ketika ada angin yang bertiup, kain tersebut tersingkap hingga mainan boneka ‘Aisyah terlihat. Beliau lalu bertanya, “Wahai ‘Aisyah, apa ini?” ‘Aisyah menjawab, “Itu mainan bonekaku.” Lalu beliau juga melihat patung kuda yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya, “Lalu suatu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?” ‘Aisyah menjawab, “Boneka kuda.” Beliau bertanya lagi, “Lalu yang ada di bagian atasnya itu apa?” ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.” Beliau bertanya lagi, “Kuda mempunyai dua sayap!” ‘Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang punya banyak sayap?” ‘Aisyah berkata, “Beliau lalu tertawa hingga aku dapat melihat giginya.” (HR. Abu Daud no. 4932 dan An Nasai dalam Al Kubro no. 890. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Hadits ini diceritakan setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perang Tabuk. Ini sudah menunjukkan bahwa hadits ini tidak dimansukh (dihapus) karena datangnya belakangan.

Ulama Syafi’iyah, Malikiyah dan Hambali beralasan dengan pengecualian tersebut bahwa mainan tadi dibolehkan karena ada hajat untuk mendidik anak. Ini berarti, jika tujuannya hanya sekedar dipajang di rumah, maka tentu tidak dibolehkan karena ada bahasan sendiri tentang hukum memajang gambar.

Dari penjelasan di atas, berarti dibolehkan boneka untuk mainan anak perempuan dalam rangka mendidik mereka supaya anak perempuan bisa jadi lebih penyayang. Namun aman dan lebih selamat (baca: sikap wara’), boneka tersebut tanpa wujud yang sempurna, tanpa kepala atau wajahnya dihilangkan. Wallahu a’lam.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:

Fathul Bari bi Syarh Shahih Al Bukhari, Al Hafizh Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al ‘Asqolani, terbitan Dar Thiybah, cetakan keempat, tahun 1432 H.

Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, terbitan Wizaroh Al Awqof wasy Syu-un Al Islamiyyah, Kuwait, jilid ke-12.

----------

Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa jika patung-patung yang tidak tampak adanya maksud untuk mengagungkan, tidak ada unsur kemegahan, maka islam sama sekali tidak mempersempitnya dan tidak memandangnya sebagai dosa. Seperti permainan untuk anak-anak kecil dalam bentuk pengantin-pengantinan, kucing-kucingan dan binatang-binatang lainnya. Karena semua itu rendah nilainya dengan dijadikan permainan dan hiburan bagi anak-anak.

Ummul Mukminin Aisyah berkata,”Saya biasa bermain-main dengan boneka di sisi Rasulullah saw dan teman-temanku datang kepadaku, kemudian mereka menyembunyikan boneka-boneka itu karena takut kepada Rasulullah saw. Akan tetapi Rasulullah saw suka dengan kedatangan mereka itu kepadaku, lalu mereka bermain-main denganku.” (HR. Bukhori Muslim)

Didalam riwayat lain diterangkan,”Pada suatu hari Rasulullah saw bertanya kepada Aisyah,’Apa itu?’ Aisyah menjawab,’Anak-anak perempuan (boneka perempuan)-ku.’ Beliau bertanya lagi,’Apakah yang ditengah ini?’Aisyah menjawab,’Kuda.’ Beliau bertanya lagi,’Dan apa yang diatasnya?’ Aisyah menjawab,’Itu kedua sayapnya.’ Beliau bertanya lagi,’Kuda yang mempunyai dua sayap?’ Aisyah berkata,’Apakah engkau tidak mendengar bahwa Sulaiman bin Daud mempunyai kuda yang memiliki beberapa sayap? Lalu Rasulullah saw tertawa hingga tampak gigi serinya.” (HR. Abu Daud)

Boneka-boneka perempuan yang disebutkan dalam hadits ini adalah pengantin-pengantinan yang biasa dibuat bermain oleh anak-anak gadis dan anak-anak kecil. Waktu itu Aisyah masih muda usianya ketika beliau baru saja menikah dengan Rasulullah saw. (Halal dan Haram hal 116)

Al Alamah Abadi mengatakan bahwa hadits ini merupakan dalil dibolehkannya gambar anak-anak dan boneka untuk mainan anak-anak. Hadits ini juga mengkhususkan keumuman terhadap pelarangan mengambil gambar-gambar. Hal ini dikuatkan oleh ‘Iyadh serta pendapat jumhur yang membolehkan menjual boneka untuk mainan anak-anak dengan tujuan pengajaran kepada mereka tentang berbagai hal yang terkait dengan urusan-urusan rumah tangga atau terkait dengan urusan anak-anak. (‘Aunul Ma’bud juz XIII hal 205)

Wallahu A’lam

– Ustadz Sigit Pranowo Lc-
=====
Artikel dari
- Peruqyah London Abu Ruqya
- www.rumaysho.com
- http://www.eramuslim.com/

"Semoga Saya khususnya dan kita para orang tua bisa lebih Bijak lagi dalam memberi mainan pada anak anak Balita kita..dan Keluarga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT dari Gangguan Jin dan Setan "

SALAM CINTAI ANAK DAN KELUARGA

share Ruqyah 082138064460

join Penyembuhan Qurani Online
https://www.facebook.com/groups/917360628299652/

Sunday, May 21, 2017

Jin susah keluar karena menyimlan dendam

kisah ruqyah

dendamku pada mantan suami

oleh : muhammad hafidz

wanita ini datang dengan suami nya yang kedua , hendak meminta di ruqyah karena terus menerus marah2 dengan suami nya,  hal kecil jadi besar, bahkan yang tidak ada masalah akan jadi masalah , terus mencari masalah dengan suami barunya, padahal mrk baru saja menikah.
setelah mendengar itu semua kami simpulkan bahwasannya ibu ini terkena gangguan jin yang hendak memisahkan antara dia dan suami nya , krn memang itulah keinginan syaitom terhadap suami dan istri.

setelah itu kami ajarkan beliau ruqyah mandiri, sang istri langsung muntah2 hebat, sampai kesurupan , saat jin kami suruh keluar , jin tersebut menolak , akhirnya kami bacakan ayat2 tentang siksa neraka dengan meminta kepada Allah ta'ala agar jin tersebut di berikan hukuman krn kesombongannya, jin tsb kesakitan dan akhirnya meminta ampun, setelah itu kami katakan kepasa jin itu, kalian sudah tahu betapa dahsyatnya ayat2 Allah ta'ala ? jin berkata iya, selanjutnya taubatlah kalian , syahadatlah, akhirnya kami tuntun jin untuk syahadat , setelah itu kami suruh jin itu keluar , jin itu merasa susah untuk keluar , kmudian kami paksa dia keluar , jin tetap kesusahan , akhirnya kami bangunkan sang ibu.

setelah sang ibu bangun kami istirahat sebentar, setelah itu kami tanyakan kepada sang ibu, bahwa jinnya sulit keluar , apakah ada dendam kepada seseorang ?, biasanya hal itulah yang membuat jin tidak dapat keluar dari tubuh seseorang, jin tersebut terbelenggu oleh   ibu tsb bilang tidak ada, coba ibu pikirkan lagi dengan ortu sodara atau teman ? , sang ibu akhirnya berkata manta suami, kami tanya ibu di sakiti ? ibu tsb mengangguk , apakah ibu dendam? , ibu tsb mengangguk , apakah ibu bisa memaafkan ? ibu tsb geleng2, apakah sangat menyakitkan ? ibu tsb mengangguk, setelah itu kami nasehati beliau bahwa saat ini ibu sudah punya suami , janganlah melihat kembali kepada mantan suaminya , lupakanlah dia, terus kami berikan nasihat2, alhamdulillah beliau mau memaafkan.

setelah itu kami mulai kembali ruqyah, kami minta beliau memaafkan mantan suaminya , raut muka beliau langsung berubah menjadi sedih , terus kami minta beliau memaafkan sampai bisa sepenuh hatinya, setelah beliau maafkan seluruhnya , kami bacakan ayat2 Allah ta'ala maka jin keluar dengan mudah , alhamdulillah

sahabatku , emosi terpendam membuat jin sulit keluar dari tubuh kita, hal ini lah yang banyak membuat mrk yang kena gangguan jin tidak selesai2, ikhlaskanlah krn Allah dan terus perbaiki hati kita, banyak belajar tauhid agar hati kita condong kepada Allah ta'ala , sehingga masalah dunia ini akan kecil dan jiwa kita akan senantiasa merindukan nikmatnya akhirat , jauhi dosa syirik krn inilah yang membuat hati menjadi keras.

dendam pada mantan suami

kisah ruqyah

dendamku pada mantan suami

oleh : muhammad hafidz

wanita ini datang dengan suami nya yang kedua , hendak meminta di ruqyah karena terus menerus marah2 dengan suami nya,  hal kecil jadi besar, bahkan yang tidak ada masalah akan jadi masalah , terus mencari masalah dengan suami barunya, padahal mrk baru saja menikah.
setelah mendengar itu semua kami simpulkan bahwasannya ibu ini terkena gangguan jin yang hendak memisahkan antara dia dan suami nya , krn memang itulah keinginan syaitom terhadap suami dan istri.

setelah itu kami ajarkan beliau ruqyah mandiri, sang istri langsung muntah2 hebat, sampai kesurupan , saat jin kami suruh keluar , jin tersebut menolak , akhirnya kami bacakan ayat2 tentang siksa neraka dengan meminta kepada Allah ta'ala agar jin tersebut di berikan hukuman krn kesombongannya, jin tsb kesakitan dan akhirnya meminta ampun, setelah itu kami katakan kepasa jin itu, kalian sudah tahu betapa dahsyatnya ayat2 Allah ta'ala ? jin berkata iya, selanjutnya taubatlah kalian , syahadatlah, akhirnya kami tuntun jin untuk syahadat , setelah itu kami suruh jin itu keluar , jin itu merasa susah untuk keluar , kmudian kami paksa dia keluar , jin tetap kesusahan , akhirnya kami bangunkan sang ibu.

setelah sang ibu bangun kami istirahat sebentar, setelah itu kami tanyakan kepada sang ibu, bahwa jinnya sulit keluar , apakah ada dendam kepada seseorang ?, biasanya hal itulah yang membuat jin tidak dapat keluar dari tubuh seseorang, jin tersebut terbelenggu oleh   ibu tsb bilang tidak ada, coba ibu pikirkan lagi dengan ortu sodara atau teman ? , sang ibu akhirnya berkata manta suami, kami tanya ibu di sakiti ? ibu tsb mengangguk , apakah ibu dendam? , ibu tsb mengangguk , apakah ibu bisa memaafkan ? ibu tsb geleng2, apakah sangat menyakitkan ? ibu tsb mengangguk, setelah itu kami nasehati beliau bahwa saat ini ibu sudah punya suami , janganlah melihat kembali kepada mantan suaminya , lupakanlah dia, terus kami berikan nasihat2, alhamdulillah beliau mau memaafkan.

setelah itu kami mulai kembali ruqyah, kami minta beliau memaafkan mantan suaminya , raut muka beliau langsung berubah menjadi sedih , terus kami minta beliau memaafkan sampai bisa sepenuh hatinya, setelah beliau maafkan seluruhnya , kami bacakan ayat2 Allah ta'ala maka jin keluar dengan mudah , alhamdulillah

sahabatku , emosi terpendam membuat jin sulit keluar dari tubuh kita, hal ini lah yang banyak membuat mrk yang kena gangguan jin tidak selesai2, ikhlaskanlah krn Allah dan terus perbaiki hati kita, banyak belajar tauhid agar hati kita condong kepada Allah ta'ala , sehingga masalah dunia ini akan kecil dan jiwa kita akan senantiasa merindukan nikmatnya akhirat , jauhi dosa syirik krn inilah yang membuat hati menjadi keras.

meruqyah syaraf kejepit

Kisah ruqyah

sakit syaraf kejepit imam masjid langsung sembuh

oleh muhammad hafidz

berawal dari chat pasien yang bertanya apakah ruqyah bisa untuk penyakit medis?

[12/5 22.50] Klient: Assalamulaikum akhy, mau tanya, apakah ruqyah bisa untuk penyakit fisik (saraf kejepit)
[12/5 23.06] M.hafidz ruqyah bekam odt: waalaikumsalam insyaa Allah bisa , waktu itu ana tulis artikelnya
[13/5 12.26] Klient: Ada imam mesjid di dekat rumah, kemungkinan beliau terkena syaraf kejepit dan sulit untuk bergerak?

alhamdulillah kami mendatangi rumah beliau pada malam hari setelah pulang kerja, sebelum mengobati temannya beliau bercerita kalau beliau pernah sakit yang sama yaitu saraf kejepit di bagian punggung dan 2 tahun baru sembuh dengan fisiotherapy setiap hari krn beliau dahulu pemain basket.

setelah itu kami di bawa ketempat imam masjid tersebut, setelah ngobrol2 , masalah kesyirikan , dan penyimpangan dalam kehidupannya , alhamdulillah beliau termasuk orang2 yang sholeh, setelah itu semua kami mulai ruqyah nya berikut cara ruqyah nya :

1. istighfar taubati dosa2nya
2. bacakan ayat2 Allah sambil tepuk2 tempat yang terkena sakit syaraf terjepit sambil menggunakan tehnik buangan , lakukan terus sembari pasien beristighfar
3. ajak pasien berdoa memohon kesembuhan dari Allah ta'ala cth " ya Allah jika sakit ini karena dosa2 hamba , maka hamba bertaubat dan meminta ampun kepada engkau ya Allah , ya Allah sembuhkan sakit hamba" setelah itu pandu pasien membuat air ruqyah , dengan membaca alfatiha atau surat lain, lalu tiupkan ke air
4. minumkan ke pasien dan usapkan ke tempat yang sakit pada pasien

setelah kami lakukan hal yang di atas , yaitu mengusap tempat sakitnya , lalu kami minta beliau berdiri dan berjalan , Allahu akbar beliau langsung berdiri tegak dan berjalan , sang istri kaget dan berkata bahwasannya kmrn saja jalannya susah dan badannya susah di tegakan setelah di ruqyah dengan izin Allah sakit syaraf kejepitnya Allah sembuhkan.

teman2 ingatlah jika Allah menghendaki kesembuhan pada seseorang maka tidak ada yang mustahil, oleh karena itu taubat dan berdoalah kepada Allah ta'ala dan jadikan diri kita pantas sembuh , fokuskan diri bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah ta'ala, maka Allah akan memberikan kesembuhan pada kita. jauhi semua kesyirikan,  keep tauhid dan sunnah

Waspadai sifat sifat anda

Bismillah

Ruqyah Learning Center:
Waspadai Sifat-Sifat Kita
=====================
Terkadang sulit menemukan jawaban mengapa gangguan senantiasa ada.

Kenapa masalah dan konflik selalu tercipta.

Kenapa selalu ada keinginan berbuat buruk, dan susah berbuat kebaikan.

Mari kita lacak siapa yg 'berkuasa' dalam diri kita hingga kita terjebak dalam masalah dan kesulitan.

Siapa yang 'berkuasa dalam diri' akan berpengaruh terhadap apa yg akan kita perbuat.

Diri kita, hati kita adalah medan pertempuran antara 'pasukan malaikat' yang mengajak pd kebaikan dan 'pasukan syetan' yang tidak lelah mengajak pd keburukan.

Ujung dari 'ulah' syetan ini adalah keburukan, dosa dan neraka.

Ibnu Qudamah membuat Ilustrasi seperti ini :

Hati ibarat benteng. Sedangkan syetan adalah musuh yang hendak masuk benteng itu dan hendak menguasainya.

Benteng tidak akan terlindungi Kecuali dengan menjaga pintu pintunya.

Jadi seseorang tidak bisa mengusir syetan kecuali dengan mengetahui pintu yang dilewati syetan.

Pintu masuk ini adalah SIFAT SIFAT MANUSIA, YANG BILANGANNYA SANGAT BANYAK.

Diantara sifat2 buruk adalah hasad, marah, tamak, tergesa gesa, cinta harta, buruk sangka pada sesama muslim dll. (Minhajul Qashidin, terj., hal 184).

Inilah persoalan seriusnya.

Yakni sifat, kondisi batin, kecenderungan hati, kebiasaan, kebiasaan sehari hari, obsesi dalam hidup, cara bersikap dll.

Persoalan kedua adalah bagaimana kita mengenali dan menyadarinya?

'Bertanyalah pada buku' tazkiyah.

Bertanyalah pada orang2 terdekat.

Temukan sesuatu yg mmg prl dibenahi.

setelah ketemu yg dilakukan adalah, mengakui kesalahan tanpa alibi, lapangkan hati utk berubah dan 'menanggung' resiko atas kesadaran diri, meski akan dianggap asing oleh org lain.

Apa kaitannya dengan ruqyah??

Ini adalah benteng kokoh yg akn memagari diri dari gangguan gangguan berikutnya.

Berdoalah dg jujur pd Alloh bhw kita ingn berubah.

Berhentilah menyalahkan orang lain.

Kita ingin berubah menjadi lebih baik.

Karena negeri akhirat amat melelahkn bagi yang tidak membawa bekal.

Tidak ada yang bisa menolong kita kecuali atas rahmatNYA.

Baarakallohu Fiikum

M Nadhif Khalyani
-------RLC-------

Saturday, May 20, 2017

IBU HAMIL TUA LUMPUH DENGAN SEKALI DI RUQYAH Sembuh

IBU HAMIL TUA LUMPUH DENGAN SEKALI DI RUQYAH

Datang ke kami seorang ibu muda hamil tua dibawa keluarga nya dg kondisi di gotong krn lumpuh. Itupun sepulang dari rumah sakit.

Rumah sakit sdh angkat tangan karena diagnosa medis tak ditemukan.

DIAGNOSA MASALAH
a.  Sdh 4 bln sakit lumpuh
b.  Suami selingkuh kerja di luar kota.
c.  Keluarga menuduh di santet oleh selingkuhan suami.
d.  Tdk ada keluhan medis (patah tulang, pernah jatuh,  dsb)

KESIMPULAN SEMENTARA :
ini psikis mendalam, stres, putus asa. Maka solusinya membangkitkan mentalnya

PEMBERSIHAN SBLM TERAPI
Saya coba sugesti. Bu,  ibu mau sembuh???...  Iya ust saya mau sembuh. Serius???  ... Iya serius.  Ibu percaya sama saya???...  Iya ust saya percaya. Kl bgt ikuti instruksi saya tanpa membantah.

(Knp saya bersikap otoriter. Pengalaman² sblmnya,  kondisi pasien yg down,  satu sisi percaya ke terapist satu sisi sll di bayang²i masa lalunya yg negatif) shgga setengah² mengikuti instruksi.  Mk saya bersikap sedikit otoriter bg yg sprt ini. Adapun yg msh normal,  saya berusaha dialogis n demokratis.

Jk ibu ingin sembuh, lupakan suami ibu terserah dia mau ngapain. Yg penting fokus ibu skr adlh sembuh. Jk sdh sembuh, kejar suami smp kemanapun.

Kedua : terima, ikhlaskan ini sdh taqdir Allah. Hilangkan rasa sedih,  putus asa, kecewa,  dll

Ketiga : fokus taubat. Krn bs jadi ini teguran atas kesalahan² kita.

TERAPI
saya minta utk tayammum krn kondisi lumpuh. Lalu di bimbing baca istighfar,  syahadat,  shalawat. Lalu berdoa :
Ya Allah,  sy mhn ampun atas sgl dosa yg hamba lkkn.
Ya Allah,  ssghnya hamba, suami hamba, anak hamba, semuanya milik Engkau... Hamba serahkan semua kpd Engkau..  Hamba ikhlas, Ridho,  atas apa yg menimpa hamba.  ...

Blm sls do'a,  beliau lgs muntah²...
Akhirnya sy lgs perintahkan jinnya : hai jin,  kalian yg masuk lewat pintu dosa, lewat kesedihan, lewat putus asa... Silahkan keluar..

Muntah lbh hebat. Stlh itu sy bacakan ayat² standard ruqyah.

Stlh sls, sy lihat yg tadinya kakinya dingin n lemas,  tiba² mulai hangat, sy minta digerak²an,  bisa. Tekuk bisa. Stlh dilihat progresnya bagus. Inilah fase menegangkan.

Sy minta utk berdiri. Keluarga nya saling lihat tdk percaya. Si pasienpun msh ragu. Lalu katakan lagi : ibu percaya saya,  percaya ust.  Lakukan!!!...

Dia mulai mencoba berdiri sambil gemetaran. Keluarga nya mau bantu sy larang. Bbrp kali di coba sambil gemetaran mencoba berdiri. Ternyata bisa. Semua takjub.

Stlh bisa berdiri, dr yg pegangan,  sy srh lepas pegangannya, mulai suruh jalan. Hampir jatuh namun tdk. Smp akhirnya pede, bisa jalan.

ALLAHU AKBAR.  keluarganya ada yg nyeletuh,  ust ko bisa tanpa obat bisa jalan???...  Saya katakan bisa, kuncinya di jiwanya.

Smg jadi ibroh bg kita semua. Bhw semua penyakit berawal dr diri jiwa,  qolbu kita. Ktk fokus memperbaiki mental kita. Bi iznillah Allah sembuhkan.

Hasbunallah.
Sambil menikmati suasana pantai anyer di sore hari.

Sumedi - SQT Banten
087771287600.

Friday, May 19, 2017

Contoh kena A'in atau ucapan spontan

Contoh kena A'in atau ucapan spontan

*HATI-HATI DENGAN LISANMU WAHAI IBU!*

"Ummi nggak ikhlas! Sekarang juga
kamu minta maaf!”

Rasanya lisanku sudah tak terkontrol. Kulihat Haris tampak diam dan takut.

”Ayo, minta maaf sama Ummi!”

”Ma-af, Mi...” dengan terbata Haris berucap.

”Ya sudah, Ummi maafkan. Sekarang kamu mandi sama Mbak!"
kataku.

Ucapan ”Ummi maafkan”

Sepertinya hanya sekadar saja keluar dari mulutku.

Amarah dan kecewa anakku mengucapkan
kalimat ”Entar, Bego...” masih menggumpal di dadaku.

*
Keesokan harinya, amarahku sudah terkikis. Sore hari aku mengecek pelajaran Haris.

Aku ingat esok hari Haris ada tugas mengulang hafalan.

”Ah, surat-surat yang mesti diulang hampir semua sudah Haris hafal.

Insya Allah, Haris bisa,” kataku yakin.

Setelah itu aku membantu Haris untuk mengulang hafalan.

”Ayo, baca bismillah dulu, Ris...”

”Bis...” suara Haris terputus.

”Lho kok, bis... bis-millah...”

”Bis...” lagi-lagi suara Haris terputus.

”Haris... jangan bercanda. Ayat Al-Quran jangan dipermainkan. Ayo ulang lagi, bismillah...”

”Bis...”

”Haris!” emosiku mulai naik.

”Tapi, Mi... Haris nggak bisa...”

”Masak bismillah saja tidak bisa, bis-mi-Allah...”

Haris mencoba mengulang, tapi lagi-lagi terhenti di kata ”bis”.

Aku benar-benar tak habis pikir.

”Haris! Ummi serius ini. Kamu jangan bercanda, mempermainkan ayat Al Quran!
Coba, A-L-L-A-H...”
”A.... A... Ummi haris nggak bisa...”

”A-L-L-A-H.... ulang lagi... A-L-L-
A-H… BISMILLAH…”
“A…. A…”

Aku mulai panik. Kuamati wajah Haris. Dia tak terlihat bercanda atau mempermainkanku.

“Istighfar dulu, Ris, As-tag-fi-ru-llah…”
”Astagfiru...” lagi-lagi suara Haris terputus.
Aku semakin panik. Ada apa dengan anakku?

Padahal dia sudah hafal setengah juz 30. bagaimana mungkin menyebut ”bismillah”,
”astagfirullah,” bahkan ”Allah” saja tak bisa...?

Aku berusaha menenangkan diri.
”Yuk, bareng Ummi... kita istighfar...”
”Astagfirullah...”

Namun lagi-lagi, Haris tak dapat menyelesaikan kalimat tersebut.

Aku benar-benar tak habis pikir.

Beberapa kali kuminta Haris mengulang kata Allah, Allah, Allah... tak juga bisa.

Tiba-tiba runtunan kejadian kemarin berkelebat di otakku.

”Astagfirullah....” kuucap berulang kali....

Kalimat ”Ummi tidak ikhlas” terngiang-ngiang. Inikah yang menyebabkan Haris tak dapat menyebut kata Allah? Tapi bagaimana mungkin?

Haris masih kecil, baru 6 tahun...

Namun, tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya. Langsung kupeluk Haris, air mata berbulir jatuh.

”Maafkan Ummi, ya, Ris... maafkan,

Ummi. Ummi juga memaafkan semua kekhilafan Haris. Ummi maafkan kesalahan Haris...”

Kupeluk Haris makin erat. Haris tampak tak mengerti. Air mataku menderas.

”Maafkan Ummi... dan Ummi maafkan Haris...”
Setelah beberapa saat menenangkan diri, aku minta Haris untuk sama-sama membaca istighfar kembali.

Dan...
subhanallah... tanpa kesulitan Haris mengucap dengan lancar. Dan kemudian kalimat bismillah, dan kemudian surat-surat Al Quran yang hendak ia ulang, semua lancar dibaca.

Subhanallah,
Allahu Akbar...
betapa kecil kurasa diriku saat itu.

Teringat aku kisah
Al Qomah pada masa Rasulullah, yang mulutnya terkunci tak dapat mengucap

 ”Laailahailallah”

Saat sakaratul maut, karena sang Ibu tak ikhlas padanya.

Aku bersimpuh.... Ampuni aku, ya Allah....

( Astaghfirullah )

Semoga Bermanfaat..

Wednesday, May 17, 2017

istriku tertimpa Ain

ISTRIKU TERTIMPA 'AIN
Akibat postingan video saya di FB

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]

INILAH KISAH KAMI TERTIMPA 'AIN
----- -----
Kamis 11 mei istri saya melahirkan anak kami yg ke-4.. melalui operasi SC (scissor) paginya saya rekam video istri dan anak saya sdg di berikan asupan pertama oleh keluarga dan baru pd hari  sabtu 13 mei saya posting video di wall FB saya... dan ucapan selamat dan doa2pun menghiasi kolom komentar... semuanya doa kebaikan namun ada jg yg sekedar lihat tanpa like dan komentar apapun namun mungkin menyimpan kagum ataupun hasad di qalbunya... inilah awal terjadinya AIN kpd istri saya

QADARULLLAH....
Sabtu sore kami dibolehkan pulang.. dan mulailah minggu hari kondisi istri sdh ngak stabil.. tensi darah tiba2 meningkat yg menyebabkan kaki agak bengkak dan wajah memerah... saya coba bekam nenerapa titik namun tensi darah turun benerapa jam saja... besok senin 15 mei pd sorenya.. kondisi istri sdh mulai gemetaran... dan kami ambil keputusan utk konsul dgn dokter lagi.. hasil lab medis tdk menunjukkan sakit apapun yg dialami istri... namun malam itu infuspun kembali harus menghiasi lengan istri yg sijuek suuem dgn tensi yg diatas 160/110... saya ruqyah air minum dan diminumkan namun malam itu tak sekejappun istri saya bisa tidur...

Selasa pagi 16 mei saya ruqyah sambil mengurut badan istri... keringatpun membasahi badannya yg tiba2 tubuhnya kedinginan dan harus diselimuti dgn kain yg berlapis... berulang kali saya ruqyah namun tensi dan sijuek su-uempun msh datang menyapa...

Rabu pagi saya ruqyah lagi... qadarullah sdh bisa istirahat dan tensi darahpun sdh menunjukan menurun walau belum mencapai posisi normal... 140/110

Pagi ini jg saya hapus video kelahiran anak saya di status saya sebelumnya "Marhaban fid dun-ya..." dan saya ganti hanya dgn foto surat keterangan kelahiran saja... Alhamdulillah pelan2 istri saya sdh bisa istirahat dan td dicek tensi darahnyapun sdh mulai pd posisi normal... sampai saat saya posting status ini... istri saya masih dipasang infus di kamar opname Rumat Sakit

PELAJARAN BAGI KITA
Berhentilah memposting foto/video kita atau keluarga kita yg menimbulkan kekaguman atau hasad dari seseorang krn 'ain itu dapat mendahului taqdir... selamatkanlah diri kita dan keluarga kita dari 'Ain seseorang....

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ حَق وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

Semoga bermanfaat bagi sahabat saya

Teungku Syukri
Rumah Rehab Hati Qurani
Jl. Beureunuen - Tangse
Gp. Pantekulu, Kec. Titeue
Kab. Pidie - Aceh Hp/WA 08126969590

KORENGAN YG TIDAK KUNJUNG SEMBUH

KISAH RUQYAH

KORENGAN YANG TIDAK KUNJUNG SEMBUH, OLEH TIM KCRT OGAN ILIR

[17/5 11.13] Wb10 Bu Napisah Palembang: Assalamualaikum,ust ,anak yg kena koreng di kaki sekrang sdh sembuh,,yg saya konsul sama ust beberapa minggu yg lalu,mkse ust atas bimbingannya,,
[17/5 13.55] M.hafidz ruqyah bekam odt: Alhamdulillah
[17/5 13.55] M.hafidz ruqyah bekam odt: ceritanya bagaimana bu?
[17/5 14.58] Wb10 Bu Napisah Palembang: Pertama saya ikutin saran ust,,gali pisikisnya,,maafkn ayahnya yg sering marah,,hilangkn marah kepada ayahnya,ibunya saya suruh bertoubat klau ada rizki yg bukn miliknya,,klau ayahnya nggak ikut ruqya,nggak mau,,terus saya bilng sambil saya rangkul anak itu,kita ruqya yuk kakak kn sdh maafin ayah,kakak kn nggak marah lagi sama ayah,terus ibunya menggangu,saya suruh berwuduk,semua,,satu keluarga ikut kecuali ayah,saya jelaskn kita ruqya mandiri,nanti setelh saya pulang bisa dilakukn sendiri RMnya.saya ajak istingfar 3,,,saya ajak mari kita bertoubat kepda allah,sampai husuk benar ust,,,setelh itu saya tuntun,,,baca auuzubikaliltilah,,,bismilh surah alfatiha 3x,,,lanjut 3 qul,,,subhanaullah ust,,kmi baca alfalak baru ke 1,sudah muntah2 semua,si kakak,ibunya,bibinya,yg bnyak muntahnya si kakak yg kena koreng di kaki,,,saya teruskn ust sampai selesai bacaan ayat alfalak terus annas,,,terus muntah,,,saya ajak untuk ruqya bareng ibu dan nenek untuk bantu si kakak,,,sambil baca ayat kursi,,,terus muntah,,dan subhanallah waktu saya bilng jin yg di kaki keluar langsung dia muntah ust,,,setelh itu saya suruh mandi pake daun bidara yg sdh saya ruqya,,,,dan sebelum saya pulang saya suruh mandikan pake air wuduk satu keluarga,,,saya bujuk ayahnya supaya ikut wuduk,,,sang kakak dimandikan pake air wuduk satu keluarga berulang2,alhamdulillah ust sekarang sdh sembuh,,,ibu nya nanya saya bu ada nggak obat untuk bekas koreng nya,,,,saya diam ust,,,subhanallah,,,atas izin allah anak itu korengnya udah sembuh ust,,,saya bilang bu kalau bekas koreng ibu beli salep bekas luka saja bu,,,,
[17/5 16.06] M.hafidz ruqyah bekam odt: korengnya sudah berapa lama sakitnya bu
[17/5 16.08] Wb10 Bu Napisah Palembang: Kalau nggak salah sdh bertahun-tahun ust,,,
[17/5 16.10] M.hafidz ruqyah bekam odt: brp tahun bu. kira2
[17/5 16.12] Wb10 Bu Napisah Palembang: Sdh berobat ke dr.sp kulit,,,berobat kemana nggak pernah sembuh
[17/5 16.12] Wb10 Bu Napisah Palembang: Korengnya dari atas mata kaki sampai dibawah lutut penuh ust keliling,,,
[17/5 16.13] Wb10 Bu Napisah Palembang: Kaki kiri kanan ust
[17/5 16.15] Wb10 Bu Napisah Palembang: Nanti ust ku tanya dulu lupa saya,,,
[17/5 16.18] M.hafidz ruqyah bekam odt: coba critakan riwatatnya berobat bu, untuk membuktikan ayat2 Allah itu dahsyat dan dapat menyembuhkan segala macam penyakit
[17/5 16.25] Wb10 Bu Napisah Palembang: Lebih kurang satu tahun ust
[17/5 16.25] Wb10 Bu Napisah Palembang: Kata ibu nya ust,,,saya tlp barusan
[17/5 16.28] Wb10 Bu Napisah Palembang: Iya ust,saya tanyakn dulu secara detil berobatnya kemana aja,,dan pake obat apa
[17/5 16.41] Wb10 Bu Napisah Palembang: Pernah di kasi obat kalinisintin,,,terus salep deoplasenton,,,berulang2,,tapi belum sembuh,,,

ALHAMDULILLAH KISAH DI ATAS ADALAH KISAH TEAM KCRT OGAN ILIR YANG KAMI PANDU DALAM MENANGANI KASUS BERAT DALAM RUQYAH DAN MEDIS DAN DENGAN IZIN ALLAH SEMBUH.

ALHAMDULILLAH TEAM KCRT INSYAA ALLAH AKAN MEMBUAT PELATIHAN RUQYAH UNTUK JAMAAH YANG INGIN LEBIH DALAM MENGETAHUI RUQYAH, UNTUK PRAKTISI, SEHINGGA MANFAAT NYA AKAN DAPAT TERSEBAR DI SELURUH INDONESIA

Tuesday, May 16, 2017

Masih sering keliru mendefinisikan si Pendusta

*Masih sering keliru mendefinisikan si Pendusta*
_(Syaitan atau Jin yg disebut Pendusta?)_

Dalam satu kisah yang cukup panjang yg berasal dari pengalaman sahabat Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu, muncullah statemen dari baginda Nabi Muhammad shallaLLaahu 'alaihiwasallam tentang _si Pendusta_.
Lengkapnya hadits itu begini,

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ فَأَتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَصَّ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ

_Dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, ia berkata; RasuluLlaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam menugaskanku untuk menjaga harta zakat. Lalu pada suatu hari ada yang menyusup hendak mengambil makanan, maka aku pun menyergapnya seraya berkata, "Aku benar-benar akan menyerahkanmu kepada RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam.." lalu ia bercerita dan berkata, "Jika kamu hendak beranjak ke tempat tidur maka bacalah ayat kursi, niscaya ALLaah akan senantiasa menjagamu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi." Maka Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Ia telah berkata benar padamu, padahal ia adalah pendusta. Itu (yang menyusup) tadi sebenarnya adalah syaitan._
(HR. Bukhari - No: 4624)

Hanya saja berdasarkan hadits ini, masih banyak yang terpeleset keliru dengan menyimpulkan dengan kalimat:
- jin itu adalah pendusta secara mutlak,
- karakter dasar jin itu adalah berdusta... dsb kalimat yang mirip dengan itu.

Padahal yang jelas disebut _"si pendusta"_ di dalam hadits itu kalimatnya adalah syaitan, bukan jin. Walaupun konteksnya adalah _syaitan dari jenis jin_, tetapi harus dibedakan bahwa _tidak semua jin itu pastilah syaitan._

Syaitan itu adalah musuh. Jadi, harusnya fokusnya kepada *si musuh yg memang punya sifat dasar pendusta* dan bukan secara umum menyebutkan bahwa jin itu sifat dasarnya pendusta. Ini persoalan sedikit, tetapi sebagai kesalahan menjadi cukup serius. Sama seriusnya ketika misalnya menganggap sifat dasar jin itu adalah pasti jujur.

Sebagaimana manusia, jin itu ada yg baik dan tidak. Ada yg mukmin, ada yg kafir, ada juga yg munafik. Ada yg shalih ada yg fasiq.. Ada yg sunni ada yg syiah, ada yg komunis, ada yg kristen, hindu, budha, dst..

Adapun syaitan itu jelas kafirnya. Iblisnya sendiri sebagai pimpinan syaitan masuk dalam kelompok kafir (QS 2:34, 38:74) serta fasiq (QS 18:50).

Jin pengganggu itu levelnya berbeda-beda. Sebagaimana manusia, ada yg krn bodoh, ada yg krn butuh kerja/ekonomi, ada yg sbg pengikut kesesatan secara turun temurun, ada yg terjebak dalam ikatan perjanjian. Namun mmg ada yg jelas-jelas sadar posisinya sebagai penyesat dan pengganggu yg tahu resiko di akhir hayatnya. Ada yg mereka berilmu tapi memilih sesat dan menyesatkan. Fasiq tingkat tinggi. Dan itulah levelnya syaitan. Kpd mereka yg terakhir inilah sifat dasar itu melekat. Sehingga tdk heran, dalam hadits itu terjadilah "deal"  barter makanan dg _ilmu yg benar_.

Semoga tidak mudah kepleset lagi...

*___ RR*
📮 Abu Azka for BR

Monday, May 15, 2017

kisah ruqyah leher dan badan kaku terasa berat

kisah ruqyah leher dan  badan kaku terasa berat

oleh : Muhammad hafidz

di mampang seorang wanita menderita sakit leher kaku dan badannya kaku, saat di check di dokter di nyatakan kolesterol tinggi , anggota keluarga dari wanita tersebut berkata kepada wanita tsb coba saja di ruqyah takutnya ada gangguan jinnya

alhamdulillah akhirnya kami mendatangi rumah beliau , sebelum kami ruqyah kami diagnosa dahulu beliau, ternyata beliau sering marah2, kami juga tanyakan selain kaku apakah ada rasa berat? , wanita tersebut mengatakan iya, kami jelaskan kaku nya kemungkinan medis, tetapi rasa berat di tubuh itu adalah gangguan jin, akhirnya beliau kami ruqyah dan muntah2 hebat, setelah proses ruqyah Allah sembuhkan sakit kaku di badan dan lehernya .. Allahu akbar

teman2 jika ada sakit2 pada tubuh kita dan merasa berat maka itu adalah gangguan jin, dan apabila kita terkena penyakit apapun ada baiknya di ruqyah, krn tidak semua penyakit kita medis , bisa jadi hal itu krn non medis , dekatkan diri kita kepada Allah ta'ala dan ingatlah ruqyah dapat mengobati segala macam penyakit dengan izin Allah ta'ala