Wednesday, September 18, 2013

Aku terbelenggu cinta sesama jenis

Putri, 30 tahun, eksekutif muda

Aku terbelenggu cinta sesama jenis

Harus darimana aku memulai kisahku ini, sulit rasanya. Tapi baiklah, sebut saja namaku Putri, kelahiran 30 tahun silam di Kudus, Jawa Tengah. Aku lahir dan dibesarkan di tengah keluarga baik-baik dan berkecukupan. Satu hal yang kubanggakan dari ayah adalah semangatnya untuk belajar dan terus belajar. Sesuatu yang menurun pada diriku.

Masa-masa kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah, kulalui dengan mulus. Meski disibukkan dengan kegiatan ekstra kurikuler, tapi hal itu tidak mempengaruhi nilai akademisku. Bahkan banyak pelajaran berharga yang kureguk kala bergelut dengan dunia organisasi.

Pengalaman yang memudahkanku meraih prestasi di dunia kerja. Hingga sekarang, terbilang sudah lima perusahaan yang pernah kulewati. Semuanya dalam posisi yang strategis dan sangat menjanjikan. Sekarang, aku menjadi asisten manajer di PMA Jepang.

Enam tahun silam, aku mengakhiri masa lajangku. Kebetulan, Allah mempertemukanku kembali dengan pemuda satu angkatan di atasku. Mas Hanif, begitu aku biasa memanggilnya. Waktu kuliah, kami sama-sama aktif di organisasi. Kami sering bertemu dan bertukar pikiran. Tapi bukan berarti kami telah merajut cinta. Hubungan kami masih sebatas teman satu organisasi yang sering menyuarakan sikap yang sama.

Sungguh sebuah anugrah yang tidak terhingga. Allah memilihku menjadi pendampingnya. Aku mengenalnya sebagai orang yang sangat baik, penyabar dan pengertian.

Kehadiran Mas Hanif di sampingku, kian menguatkan semangat. Aku yang memang senang dengan tantangan baru dalam bidang yang kugeluti tidak memupus langkah dengan meninggalkan dunia kerja. Aku bersyukur, Mas Hanif sangat memahami diriku. Ia memberiku kebebasan menjadi ratu dalam rumah tangga tanpa melepaskan karir. Tentu dengan catatan, selama tidak mengganggu tugas utamaku sebagai istri dan ibu bagi anakku.

Aku menyanggupinya. Karena memang di tahun pertama pernikahan kami, Allah mempercayakan kami seorang bayi laki-laki yang lucu. Sebuah anugerah yang tidak terhingga. Kehadirannya semakin melengkapi kebahagiaan kami. Letih dan lelah setelah seharian berkutat dengan tugas kantor, terasa hilang, kala mata memandang si buah hati. Kehadirannya menjadi pelipur lara.

Kehadirannya kian melecut semangat kami dalam bekerja. Bukan untuk diri kami sendiri, tapi demi masa depan anak-anak kami.

Pindah kerja

Setelah lima tahun bekerja sebagai asisten manajer di salah satu perusahaan asing, aku memutuskan mencari tantangan baru di tempat lain. Aku pindah ke perusahaan garmen. Lima bulan di sana, aku beralih ke perusahaan baja. Nah, ketika bekerja di perusahaan baja tersebut, ada sebuah perusahaan yang baru dirintis menawariku bekerja di tempat mereka.

Sebenarnya, aku masih enjoy di perusahaan baja. Data lamaran kerjaku yang terpampang di internet masih ada. Perusahaan tersebut mencari karyawan untuk posisi tertentu dan kebetulan cocok dengan keahlianku.

Tiga kali mereka menghubungiku. Awalnya, aku menolak dengan halus. tapi mereka tetap gigih. Mereka terus mengejarku hingga akhirnya hatiku pun luluh. Suatu hari, dengan diantar Mas Hanif, aku menyelidiki perusahaan tersebut. Ternyata memang baru dibangun. Plat nama perusahaan saja masih belum terpasang.

Namun, di balik itu semua, aku melihat masa depan perusahaan tersebut cerah. Modalnya kuat. Ia juga mendapat garansi dari seorang konglomerat ternama. Akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, kuputuskan menerima tawaran mereka.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan tersebut, aku melihat wajah-wajah mereka cukup welcome dan hormat. Aku dipercaya sebagai pimpinan setingkat asisten manajer. Menggantikan Edward, eksekutif, yang dimutasi ke bagian lain. Saat penyerahan tugas itu, Edward menyebut satu nama yang perlu diberi perhatian lebih. Rika, namanya. Ia bawahan langsung Edward. Bukan lantaran prestasi Rika yang menonjol, tapi lebih disebabkan oleh sikapnya yang kurang bagus. Susah diatur, etikanya tidak dan bagus dan yang lebih parah, Rika terlalu santai.

Catatan singkat itu kuperhatikan. Aku mengumpulkan segala informasi yang terkait dengan bidang kerjaku. Dari informasi yang kudapat, aku menyimpulkan bahwa konflik antara Edward dan Rika lebih disebabkan oleh gaya kepemimpinan Edward yang one man show. Ia kurang memberi kesempatan dan pelatihan kepada bawahannya. Di saat yang sama, ia meminta mereka bersikap professional.

Gaya kepemimpinan itu yang ingin kurubah. Aku menginginkan agar semua bawahan dapat bekerja secara tim dan memiliki tanggung jawab. Pada saat yang sama, aku melatih dan membimbing mereka agar dapat mengerjakan tugas sesuai dengan standar yang ditentukan perusahaan. Demikian pula terhadap Rika.

Setelah sekian minggu, ada perubahan positif atas kinerjanya.  Walau pada akhirnya, aku mengakui bahwa catatan yang diberikan Edward benar adanya.  Meski demikian, hal itu tidak menjadi penghalang hubungan di antara kami. Mungkin karena sama-sama perempuan, sehingga aku lebih bisa memahami sikapnya.

Baru tiga bulan bekerja, aku dan Mas Hanif dikejutkan dengan kabar gembira. Aku positif hamil. Memang, sudah kami rencanakan untuk segera menimang anak yang kedua. Karena anak yang pertama sudah berusia lima tahun. Tapi tetap saja kehamilanku itu menjadi surprise tersendiri. Perasaan haru sekaligus bahagia menyelimuti diriku bersama suami menapak hari-hari di awal tempat kerja yang baru.

Semakin tambah bulan kurasakan beban di perutku semakin berat. Ya, memang itu manusiawi sekali. Walaupun berat, aku masih tetap semangat bekerja. Apalagi tergolong orang baru sekaligus pimpinan. Kira-kira menginjak bulan ke enam masa kehamilanku atau kira-kira 9 bulan masa kerjaku. Nampak ada keanehan dalam diriku. Entah apa pemincunya dan kapan mulainya, rasanya seperti air yang mengalir, kudapati diriku tidak seperti yang dulu lagi.

Aku mulai sensitif, cepat marah dan mudah tersinggung. Awalnya Mas Hanif mengira kalau itu adalah gejala alami dari ibu yang sedang hamil. Puncaknya, aku malas bekerja. Aku lebih memilih mengurung diri di kamar ketimbang bercengkerama dengan suami dan anak-anak bila libur tiba.

Benar-benar aku merasakan kondisi yang sangat payah. Aku tidak mau lagi bekerja. Entah karena apa. Rasanya sangat berat untuk berangkat kerja. Bahkan aku sempat tidak masuk selama seminggu. Anehnya aku tidak mau ditinggal Mas Hanif kerja. Ada perasaan ketakutan yang luar biasa menyelimuti diriku saat itu.

Kepala dan pundak juga sering pusing dan pegal-pegal. Hampir setiap saat Mas Hanif kuminta untuk memijat bagian pundak, kaki dan kepala apabila rasa sakit itu datang menghampiri. Tragisnya lagi, aku juga tidak mau makan, padahal pada masa seperti inilah justru harus banyak makan asupan yang bergizi.

Kami belum mengerti mengapa seperti ini. Mas Hanif juga masih menganggap wajar karena masa kehamilanku semakin tua. Benar-benar aku sudah payah untuk bekerja lagi. Pernah suatu saat aku kuatkan diri untuk berangkat kerja. Sesampainya di kantor rasanya biasa saja. Tapi ketika pulang ke rumah, rasa sakit mendera kembali. Hingga aku hanya bisa tiduran saja. Mendapati gejala yang tidak wajar itu, Mas Hanif mencoba mencari ‘orang pintar’ yang bisa mengobati

Kata teman-teman, gejala seperti itu biasanya karena guna-guna. Datanglah orang pintar yang dimaksud. Sebut saja namanya Fadli. Lelaki paruh baya itu datang bersama seorang temannya. Kondisiku yang kian parah memaksa diriku hanya menerimanya sambil terbaring lemas. Beberapa saat setelah proses pengobatan dimulai, aku tidak sadarkan diri.

Aku tidak tahu bagaimana cara pengobatannya. Menurut penuturan Mas Hanif,  Fadli memanggil jin yang menggangguku kemudian dimasukkan ke mediator yang masih rekannya sendiri. Tak lama kemudian sang mediator berulah seperti babi. Ia terus bergerak-gerak sambil mengeluarkan suara babi.

Jin babi itu disuruh keluar dari ragaku, tapi tetap enggan keluar. Akhirnya Pak Fadli memaksanya. Entah bagaimana caranya, katanya jin babi itu sudah keluar. Konon, jin babi itu berasal dari empang yang berada tidak jauh dari rumahku. Antara percaya dan tidak, kami hanya mengiyakan saja penjelasan Pak Fadli.

 Setelah pengobatan malam itu, memang kondisiku membaik. Tapi aku masih enggan untuk berangkat kerja. Karena itulah pengobatan diulang sampai tiga kali. Sampai akhirnya, ia datang bersama timnya ke rumah. Katanya, ia perlu menggelar ruwatan untuk membersihkan rumah dari pengaruh makhluk ghaib tersebut.

Karena kondisiku masih payah, Mas Hanif mencari ‘orang pintar’ lagi. Atas saran dokter spesialis kandungan dimana aku rutin memeriksakan diri, kami mendatangi klinik seorang dokter di daerah Jakarta yang menggabungkan pengobatan medis dan non medis. Hasil pemeriksaan klinis, alhamdulillah kandunganku dinyatakan sehat. Kemudian aku disuruh terapi di ruang sebelahnya. Di ruang tersebut sudah menunggu lelaki setengah baya yang berbaju hitam. Kami disambut baik. Kemudian diminta menceritakan keluhannya.

Pengobatan yang kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Tapi intinya hampir sama. Pengobatan yang dimaksud menggunakan tenaga jin juga. Pengobatan di tempat ini sempat sampai dua kali. Bahkan kami disarankan untuk pindah rumah. Karena diduga ada sesuatu dengan rumah kami. Karena kondisiku masih tetap payah walaupun telah menjalani pengobatan.

Dengan sangat terpaksa aku mengajukan diri untuk mengambil cuti hamil lebih awal dari waktunya. Semua itu kulakukan demi kebaikan semua pihak. Sebagian tugas kantor kupercayakan kepada Rika. Meski ada beberapa sifatnya yang kurang berkenan, tapi setidaknya, ia bisa menyelesaikan tugas harian.

Aku bersyukur, akhirnya anakku lahir dengan selamat. Dia sehat dan cantik. Dalam hati aku sangat bersyukur kepada Allah. Karena sekali lagi anakku lahir dengan sehat jasmani dan rohani. Padahal selama hamil, benar-benar kondisiku sangat payah.

 

Terbelenggu cinta sesama jenis

Tiga bulan setelah melahirkan aku masuk kantor kembali. Aku bersikap biasa. Bekerja seperti biasa. Tapi beberapa hari kemudian, aku mendengar ghosib yang kurang menyenangkan. Ada isu bahwa aku akan keluar dari kantor. Posisiku akan diisi oleh eksekutif dari kantor pusat.

Jujur, aku kaget dengan berita tersebut. Selama ini, aku tidak punya niat mengundurkan diri dari kantor. Meski apa yang kualami saat hamil begitu menyakitkan, aku tidak menganggapnya sebagai penghalang untuk terus berkarir.

Aku penasaran. Siapa yang menyebarkan isu tersebut. Hingga semua karyawan menganggapnya itu berita benar. Dari sekian orang yang kutanya, ternyata semua berita itu bermuara pada Rika, orang yang kupercaya untuk mengemban amanah selama aku cuti.

Rika hanya tersenyum. Dia tidak membela diri ketika kutanyakan mengapa tega bersikap begitu. Saat itu, aku mulai bertanya apa motif Rika yang sebenarnya. Aku mulai merunut ke belakang. Enam bulan lamanya, aku menderita saat hamil. Dan sekarang, di kantor aku dibuatnya salah tingkah.

Terlebih reinbers kelahiranku molor dari jadwal. Rika yang berkuasa mengeluarkannya. Kalau dia memang berniat baik, mengapa harus ditunda-tunda. Toh, aku juga atasannya langsung. Tapi sudahlah, semua pikiran negatif itu kutepis. Aku tidak mau berburuk sangka.

Suatu ketika, aku menerima kado dari Rika. Katanya, itu kado kelahiran atas anakku yang kedua. Aku sempat heran juga. Mengapa baru sekarang dia memberikannya? Mengapa tidak sedari dulu, waktu anak keduaku lahir dan menyerahkannya di rumah? Ah, biarlah. Kado itu pun kuterima.

Waktu terus berjalan. Tiga bulan sudah aku kembali bekerja. Namun, di bulan yang ketiga itu pula aku merasakan keanehan dalam diriku. Entah mengapa muncul perasaan senang berduaan dengan Rika. Senang melihat wajahnya. Senang mendengar suaranya. Padahal sebelumnya, tidak ada perasaan seperti itu.

Perasaan aneh itu muncul hanya berselang beberapa hari setelah aku menerima satu karyawati kontrak. Karena aku melihat Rika sering keteteran mengerjakan tugasnya. Sementara perkembangan perusahaan terbilang cepat. Aku tidak ingin harus pulang malam setiap hari, karena pekerjaan yang belum terselesaikan.

Tapi di sinilah masalahnya. Kehadiran karyawati baru tersebut merubah sikapku kepada Rika. Gawat. Aku terperangkap dalam perasaan cinta sejenis. Yang lebih parah, hasratku tidak bertepuk sebelah tangan. Nampaknya Rika memahami perubahan sikapku.

Ia mulai mengirim pesan pendek tiap malam. Biasanya antara jam sebelas hingga dua belas. Mulanya, dia hanya kirim SMS yang lucu-lucu. Lama kelamaan tentang kematian. Hingga akhirnya aku menikmati dan menjawab SMSnya. SMS pun terus mengalir. Perasaan suka itu pun semakin terpupuk.

Lama kelamaan, perasaan sayang itu melebihi kasih sayang antara atasan dan bawahan. Bahkan lebih cenderung ke perasaan cinta. Menyadari perkembangan yang negatif itu, aku cerita secara terbuka kepada Mas Hanif. Ia suamiku. Sudah seharusnya ia tahu apa yang terjadi dalam diriku sejak awal.

Kaget juga ia mendengarnya. Selama ini, tidak keanehan dalam diriku, selain saat hamil anak yang kedua. Selebihnya, aku tidak memiliki catatan negatif.  Dalam sujud panjangku, aku sering menangis. Aku tahu perasaan ini tidak wajar. Tapi aku masih belum tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Yang terjadi justru sebaliknya. Perasaan sayang dan cinta kepada Rika semakin menguat. Meski juga sudah ada karyawati baru, tapi aku lebih menikmati suasana berduaan dengan Rika. Karena itulah, aku dan Rika masih sering kerja lembur. Walau sebenarnya pekerjaan kami sudah bisa terselesaikan tanpa harus lembur dengan tambahan karyawati baru.

Seandainya perilaku negatif itu merupakan penyimpangan bawaan, tentu aku tidak akan cerita kepada suamiku. Diam-diam aku akan menikmatinya sendiri. Tapi kenyataannya aku merasa tersiksa.

Mas Hanif sendiri tidak percaya. Secara penampilan, Rika tidaklah cantik. Wajahnya biasa saja. Masih banyak karyawati yang jauh lebih cantik darinya. Tapi sama sekali aku tidak tertarik dengan mereka.

Meski telah berupaya sekuat tenaga untuk mengusir dan menghapus perasaan itu, tapi semua usahaku sia-sia belaka. Aku justru semakin tergila-gila. Akibatnya konflik dalam rumah tangga pun tak lagi terelakkan.

Aku tidak lagi peduli dan perhatian kepada buah hatiku. Ketika hari libur kerjaku hanyalah tidur dan tidur. Sementara dua anakku kuserahkan sepenuhnya kepada pembantu dan suamiku. Buah hatiku yang masih merah itu pun tak kuasa meluluhkan perasaanku. Aku enggan menggendongnya atau sekadar melantunkan nyanyian anak-anak menjelang tidur.

Yang terbayang hanyalah wajah Rika. Perasaan ingin berdekatan dengannya. Sampai terbawa ke alam bawah sadar. Dalam tidur nyenyakku aku sering mengigau dan memanggil nama Rika. Bahkan dengan tegas aku menantang suamiku untuk berpisah. “Kalau kamu tidak mau aku seperti ini. Lebih baik aku hidup sendiri. Aku bisa menghidupi diriku sendiri.” Begitulah aku menantang Mas Hanif.

Aku tidak lagi memikirkan suami dan dua anakku. Yang terbayang dalam pikiran hanyalah Rika. Bahkan sempat terlontar ucapan yang memiriskan hati bila mengingatnya. “Lebih baik bersama dia saja,” kataku suatu saat.

Suatu hari Mas Hanif membeli Majalah Al-Iman di lapak koran. Ia tertarik dengan salah satu judul kesaksiannya. Dari sanalah, kami mengetahui terapi ruqyah untuk mengusir gangguan jin. Karena apa yang kualami dan kurasakan sangat kuat mengindikasikan bahwa diriku terkena gangguan jin. Setidaknya begitulah analisa suamiku.

Mas Hanif menghubungi Graha Ruqyah Majalah Ghoib di 021- 7037 4645, 0812 8281 1254, 0815 11311 554 dan membuat janji. Mulailah tetapi demi terapi kami jalani. Pada pertemuan ketiga, dengan ridha Allah aku mendapati perkembangan yang signifikan. Karena saat itu benar-benar nyata bahwa selama ini yang membuatku seperti ini adalah makhluk yang bernama jin. Dalam dialog itu jin mengaku dikirim Rika, orang yang selama ini mengganggu pikiranku.

Wallahu a’lam bishshawab. Allah Yang Maha Tahu. Aku tidak mau berburuk sangka dan menyalahkan orang lain. Tapi itulah yang kurasakan.

Sekarang, kondisiku jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Rasanya seperti baru dilahirkan kembali. Walaupun demikian aku putuskan untuk terus rutin menjalani terapi ruqyah. Aku tidak mau lagi coba-coba berobat ke yang bukan syar’i. Semoga diringankan langkah kami agar lebih baik dan selalu mendapatkan bimbingan dan ridha-Nya.
http://terapi-ruqyah.blogspot.com/

Monday, September 16, 2013

Alamat Ruqyah Syar’iyah DAN BEKAM

ALAMAT RUQYAH SYAR'IYYAH DAN BEKAM
JL. PERCETAKAN NEGARA VII NO 31 RAWASARI  JAKARTA PUSAT 
BUKA PRAKTEK BEKAM SETIAP HARI DARI JAM 09.00 S/D 17.00 TERMASUK HARI LIBUR DILUAR JAM BISA JANJIAN MENERIMA BEKAM PANGGILAN, BEKAM MASSAL, BEKAM SUAMI ISTRI , BEKAM KEPALA TANPA HARUS MENCUKUR RAMBUT DLL, Tlp : 0815 11311 554 , 0812 828 11254 WA / SMS
 

TELAH HADIR PENGOBATAN ISLAMI DAN ALAMI

DENGAN METODE
 TERAPI RUQYAH SYAR’IYYAH

INDIKASI GANGGUAN JIN ATAU SIHIR
 
  1. Terasa letih, lesu, lemah dan loyo atau bawaannya ingin tidur.
  2. Badan terasa berat, malas beraktifitas dan beribadah.
  3. Emosional, temperamental dan suka membesar-besarkan masalah.
  4. Dihantui rasa was-was, terutama saat shalat & wudhu.
  5. Bisa melihat jin, atau sensitif akan keberadaan mereka.
  6. Suka terasa sesak nafas, terutama saat membaca al-Qur‘an.
  7. Susah tidur, meskipun badan letih dan penat tapi mata tak bisa tidur.
  8. Suka tindihan atau rep-repan, seakan ada sosok yang menindihnya.
  9. Sering mimpi buruk, seram dan menakutkan.
  10. Mimpi diperkosa/ disetubuhi oleh sosok seram atau bayangan hitam.
  11. Susah dapat Jodoh atau pasangan hidup
  12. Berlibido Tinggi (hyper sex), atau sebaliknya.
  13. Mendengar bisikan-bisikan ghaib
  14. Merasa ada sosok yang mengikuti
  15. Terasa panas saat dengar adzan/ tilawah Qur’an.
  16. Haid berkepanjangan, sering pendarahan berlebihan
  17. Susah dapat anak, sering keguguran
  18. Besarnya rasa cinta ke sesama jenis
  19. Ngantuk berat saat tilawah atau ibadah
  20. Sering mencium bau-bauan aneh; anyir, wangi
  21. Cenderung berprilaku membangkang & menyimpang
  22. Menderita sakit yang berpindah-pindah
DENGAN METODE AL-HIJAMAH ( BEKAM )


DENGAN METODE BEKAM INSYA ALLAH BISA MELANCARKAN PEREDARAN DARAH , MENGELUARKAN RACUN / TOKSIN , MEMULIHKAN FUNGSI SEL.
APAKAH ANDA MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN SEPERTI INI

·         Sering masuk Angin
·         Darah tinggi
·         Darah rendah
·         Strok
·         Asam urat
·         Gangguan jantung
·         Sakit pinggang
·         Gatal-gatal / alergi
·         Migraine / vertigo / sering pusing
·         Jerawat
·         Insomnia
·         Stress
·         Kolesterol
·         Pundak pegal-pegal atau kaku
·         Sering kesemutan
·         DLL

Menerima bekam kepala tanpa harus mencukur rambut, bekam keluarga suami istri, bekam massal dll.

Melahirkan Bayi Ghoib



Melahirkan bayi ghaib...

11 tahun pernikahan belum dikaruniai keturunan, berbagai usaha sudah diupayakan demi mendapat momongan...
Namun apa daya,, Allah sudah menetapkan waktu terindah untuk mengkaruniakan seorang buah hati bukan dalam waktu yg singkat...

Saat diruqyah oleh guru saya (ust.Arif Rahman Hakim), tante Hurin (nama samaran) merasakan ada ganjalan di rahimnya, seakan ada janin yg bersemayam di sana..
Saat tante Hurin dibuat ruku', tiba2 tante Bunga (nama samaran) yg kebetulan ikut menemani prosesi ruqyah bereaksi keras, dia berteriak kencang..
"Mas Izaaaarrr !!!!! Takuuutt !!!! Takuuutt !!!!Tolong tantee !!!"

Allahu akbarr... ternyata si setan kecil ini loncat dan berpindah ke rahim tante Bunga yg dari dulu memang sudah sangat peka terhadap hal yg ghaib...

Utk menenangkannya, kami beri herbal AJWA SIDR, krn saat itu listrik se Jawa Tengah mati dan malam pun semakin larut.. Tetangga skitar juga berduyun-duyun ingin melihat apa yg terjadi di rumah saya..

Akhirnya saya ditugaskan ustadz Arif Rahman Hakim utk melanjutkan ruqyah dua tante saya itu di lain hari...

Tepat satu minggu setelah diruqyah oleh ust.Arif Rahman, saya ruqyah mereka lg..
Tante Bunga saya akhirkan terapinya karena saya tau psti bakal heboh...

Setelah saya ruqyah tante Hurin, beliau merasa enteng dan tulang punggung yg slama ini sakit juga sembuh dgn izin Allah.. Beliau merasa ada hawa hangat dan angin-angin yg keluar dari tubuhnya..
Alhamdulillah..

Lalu giliran tante Bunga..
Saat dibacakan ayat2 ruqyah, beliau geleng2 kencang katanya melihat bayangan gondoruwo dan bayangan tante Hurin yg mengeluarkan taring serta memakan darah...
Ayat2 ruqyah saya bacakan terus dan tiba2 tante merasakan sakit di sekitar rahim dan dekat daerah intimnya..

Karena saya tak bisa menjangkau daerah sensitif tersebut dgn sentuhan, maka saya gunakan isyarat agar setan terdesak dan keluar,
Walhamdulillah..
Tante serasa ada yg keluar dari rahimnya..
Seketika itu pula beliau lemas dan jatuh ke kursi..
Saat beliau sedang lemas, tiba2 tante Bunga berteriak kencang sambil mendorong tante Hurin,
"BUANG !!! BUANG BAYINYAAA !!! BUAANG !!! ITU YANG SELAMA INI MENGHALANGI KAMU PUNYA ANAK !!!"

Tante Hurin terperanjat kaget.. Dan segera membaca 3 qul utk kemudian ditiupkan dan diusapkan ke seluruh tubuhnya...
Allahu akbar..

Semua keluarga saat itu heran dan takjub, betapa banyak rahasia ilmu Allah yg disingkapkan saat itu..

Belum selesai di situ saja, ternyata ada beberapa jin yg "ngintil"/ ngikutin tante Bunga selama ini..
Dan ternyata semua bersumber dari JIMAT PUSAKA yg diturunkan oleh para leluhur dulu..

Saya ruqyah terus hingga tante Bunga muntah2 dan akhirnya berhasil dituntaskan dgn kuasa serta izin Allah 'Azza wa Jalla...

Tidak cukup itu saja, saya bekali tante Bunga dan tante Hurin dgn herbal ABKAR dan AJWA SIDR sbg pembentengan jasmani bagi mereka berdua..

Mohon do'anya agar tante segera diberi momongan oleh Allah Jalla wa 'Ala..

Naah untuk versi video penanganan Bayi Ghaib, insya Allah akan saya upload di lain waktu.. Krn sangat penting bagi para peruqyah agar tidak timbul fitnah saat meruqyah lawan jenis yg kebetulan setannya bersembunyi di daerah-daerah sensitif wanita [spt di daerah (maaf) vagina, paha, payudara, dll]..
Update slalu ya  hehe..

Jantung, Si Raja Organ Paling Sibuk

 Jantung merupakan organ yang paling sibuk dan tidak pernah berhenti bekerja sekalipun kita tertidur.Jantung berdenyut dengan kecepatan yang berbeda-beda, tergantung pada aktivitas. Ketika sedang aktif, otot-otot membutuhkan energi dan oksigen yang lebih banyak,maka jantung berdenyut lebih cepat, + 120 kali/ menit. Ketika sedang berisitirahat, jantung kembali melambat dan berdenyut 60-80 kali/ menit.
Rata-rata sepanjang hidupnya, jantung manusia berdetak 3 milyar kali tanpa henti. Mesin manakah yang lebih canggih daripada jantung manusia? Jantung tetap bekerja dengan menurunkan denyutan 10 – 30 denyutan/ menit ketika tidur. Hal ini menghasilkan penurunan tekanan darah, yang terjadi dalam tidur nyenyak. Jika saja jantung berhenti berdenyut, maka akan berakhirlah hidup kita.
Jantung adalah kantung berdenyut dan terbuat dari otot yang sangat kuat. Otot ini disebut otot jantung (miokardia) yang tidak pernah lelah berkontraksi sekali atau lebih dalam setiap detik. Saat berada dalam tahap perkembangan embrio, manusia sebenarnya memiliki dua jantung. Namun seiring perkembangan embrio, dua jantung ini akhirnya menyatu menjadi satu dengan empat buah bilik. Ini menunjukkan walaupun tubuh manusia memiliki dua paru-paru namun manusia hanya perlu satu jantung yang bertugas tanpa henti memompa darah ke seluruh tubuh.

Ibnu Qoyyim menyebutkan di antara keajaiban ciptaan-Nya bahwasannya Dia telah menciptakan bagian tubuh yang tidak tampak semacam jantung. Tempatnya di dalam, di tengah-tengah, dan merupakan anggota tubuh paling mulia. Berat jantung + 312 gram mampu berdenyut sekitar  60-80 kali/ menit dan berdenyut selama setahun + 40 juta kali denyutan. Apabila digunakan sebagai alat penggerak, jantung mampu mengangkat beban yang berukuran 2 kati (1 kati = 448,28 gr) setinggi  kaki dengan kerja kerasnya dalam satu denyutan. Kadar darah yang didorong oleh jantung orang dewasa yang sehat ketika berfungsi dengan kuat mencapai sekitar 20 liter/ menit.
Perjalanan darah melalui jantung memerlukan waktu 1,5 detik, sedangkan dari jantung ke paru-paru kemudian kembali ke jantung lagi (peredaran darah kecil) memerlukan waktu 6 detik. Jantung mengeluarkan 8000 liter darah/ hari, termasuk jumlah darah yang beredar memanjang + 150 km melalui setiap jaringan tubuh, dan mentransfer darah yang terdapat makanan dan oksigen. Pasokan oksigen penting bagi organ vital sistem transportasi, lima menit saja tidak ada oksigen maka otak akan mengalami kerusakan.
Jantung berfungsi sebagai raja yang membawahi seluruh anggota tubuh, ia adalah pancangan kehidupan, sumber nyawa kehidupan dan panas tubuh.
Jantung adalah sumber munculnya pemikiran, pengetahuan, kelemahlembutan, keberanian, kemuliaan, kesabaran, kekuatan menahan diri, rasa cinta, keinginan, kerelaan, kemurkaan dan sifat-sifat sempurna lainnya.
Seluruh anggota tubuh, baik yang nampak maupun yang tidak tampak merupakan tentara bagi jantung.
Setiap apa yang dilihat oleh mata langsung dikirimkan ke jantung. Karena keterikatan yang dalam antara mata dan jantung, apabila ada sesuatu di dalam jantung, maka bisa tampak di mata. Mata merupakan cermin dari jantung yang menterjemahkan apa yang terjadi di dalam hati, sebagaimana lisan merupakan penterjemah dari apa yang didengar oleh hati. Karena itu banyak didapati dalam Al-Qur’an tiga hal tersebut digabung jadi satu. “Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Qs. Al-Israa [17]:36).
Sementara Harun Yahya mengungkapkan, berliter-liter darah berdetak tanpa henti naik turun di sekujur tubuh dan itu semua dimobilisasi oleh jantung.
Setiap benda membutuhkan penggerak agar bisa terus bergerak. Berbagai kendaraan atau bahkan mobil-mobilan remote control bergerak dengan motor. Begitu juga darah yang beredar di sepanjang tubuh pun memerlukan sebuah motor. Motor yang memutar darah kita siang malam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, adalah jantung kita.
Jika kita memegang urat nadi dan menunggunya sebentar, maka akan terasa detak jantung kita. Jantung memompa + 152 juta liter (40 juta galon) darah sepanjang hidup. Darah sebanyak itu setara dengan minyak sebanyak 10.000 mobil tanki, angka ini cukup fantastis tentunya. Sekarang jika diibaratkan kita menuang secangkir air dari satu ember ke ember lainnya, 70 kali semenit. Akhirnya tentu otot tangan dan pergelangan kita akan sakit dan perlu beristirahat. Padahal, jantung melakukan tugas seperti ini sepanjang hidup dan tidak pernah beristirahat.
Darah yang mengedari tubuh  kebanyakan tersusun dari air (jika, sel, protein dan hormon dipisahkan dari darah, yang tersisa adalah plasma yang 95%-nya adalah air). Oleh karena itu Jika tingkat visikositas air menyerupai ter atau minyak zaitun yang bervisikositas 100 juta lebih tinggi dari ter, jelas tidak ada jantung yang bisa memompa darah melewati jaringan kapiler tubuh. Tingginya visikositas air membuat darah melewati pembuluh-pembuluh darah yang halus tanpa hambatan dan perlambatan.
Bayangkanlah bagaimana Allah menciptakan pompa dengan bentuk paling sempurna di dunia ini sekarang tengah berdetak di bagian kiri dada kita, Subhanallah…
Dengan rancangannya yang istimewa dan gerak tak kenal henti, jantung membuat seluruh darah dalam tubuh menyelesaikan 1000 putaran penuh dalam sehari.
Jantung adalah sebuah pompa yang terbuat dari daging, yang besarnya sekepalan tangan. Akan tetapi, jika kita melihat kemampuannya, jantung jelas-jelas adalah mesin terkuat, paling berdaya tahan, dan paling efisien di dunia. Jantung menggunakan sejumlah besar energi ketika berdetak. Dengan energi yang digunakan oleh jantung, darah bisa diangkat setinggi 3 meter. Kontraksi yang kuat dari jantung menghasilkan tekanan yang cukup untuk menyemprotkan darah sejauh 30 kaki. Dalam satu jam jantung bisa menghasilkan sejumlah energi yang cukup untuk mengangkat sebuah mobil rata-rata setinggi 1 meter di atas tanah.
Otot jantung terdiri atas dua bagian. Ada dua pompa di setiap bagian ini. Pompa kiri, yang lebih kuat, menggerakkan darah kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh. Pompa kanan, lebih lemah dari bagian kiri dan memompa darah kaya oksigen ke paru-paru. Pengangkutan dari jantung ke paru-paru ini melalui jarak pendek, sehingga disebut dengan ”peredaran darah pendek.” Adapun pengangkutan ke seluruh tubuh disebut dengan ”peredaran darah panjang.”
Masing-masing bagian jantung ini dibagi lagi atas dua bagian lain. Darah di antara keduanya melewati bagian lain melalui katup (klep) jantung. Pompa ini bekerja tak kenal henti dengan sejumlah besar energi, sehingga darah bisa beredar di tubuh kita 1000 kali sehari.
Tak seperti mesin,  jantung justru melakukan perawatan sendiri. Jantung “melumasi dirinya sendiri dengan oli” berupa cairan pericardium yang berjumlah hanya 10-30 ml. Cairan pericardium berguna untuk mengurangi gesekan akibat gerak jantung. Cairan ini berperan seperti oli motor dan mendukung kerja jantung menjadi lebih mudah. Pericardium juga berfungsi sebagai pencegah  infeksi dari paru dan sekat dada di bagian tengah rongga dada yg memisahkan paru-paru kiri dan kanan. Bentuk perlindungan sendiri dalam jantung ini sekali lagi menunjukkan betapa sempurna dan lengkapnya daya seni Allah dalam penciptaan. “(Yang memiliki sifat-sifat seperti itu) adalah Allah Tuhanmu. Tidak ada Tuhan selain Dia. Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (QS Al-An’am: 102).*
*Disari dari: Tabloid Bekam Edisi 8/II/2011 (Mungkinkah Jantung Tersumbat?