Wednesday, April 3, 2013

Kisah si ‘Adik Ari-Ari’

Kisah si ‘Adik Ari-Ari’

   
Katanya, sebagian besar masyarakat menganggap, bahwa plasenta (ari-ari) bagian yang tak terpisahkan dari sang bayi. Oleh karena itu katanya, plasenta atau ari-ari sebaiknya dirawat sebaik mungkin, dicuci sampai bersih, dibungkus kain kafan, kemudian dikubur yang agak dalam. Bahkan, katanya, ia juga harus diberi penerangan lampu, baik listrik atau minyak, serta ditaburi bunga-bungaan, seperti layaknya orang meninggal.

    Pemahaman ini katanya, berdasarkan pendapat secara turun-temurun yang menganggap ari-ari adalah kakak bayi, yang telah menemani sang bayi selama di kandungan. Di sebagian masyarakat Jawa, ari-ari mendapat sebutan adi ari-ari (adik ari-ari).

     Secara urutan, yang paling tua adalah kakang kawah (ketuban), adik ari-ari (plasenta), dan Jabang bayi (si bayi). Dengan urutan ini bayi adalah paling muda, dengan demikian penghormatan yang lebih tua sebaiknya dilakukan agar tidak tertimpa bencana. Demikian kata sebagian orang.

    Secara medis, plasenta berperan besar dalam mengatur lalu lintas suplai dan pembuangan berbagai unsur yang dibutuhkan janin untuk terus hidup. Misalnya saja, mengatur lalu lintas oksigen dan karbondioksida, demikian juga halnya memasukkan nutrisi dan mengeluarkan sisa asupan janin.

    Sebagai tambahan atas fungsi ini, plasenta juga memproduksi hormon-hormon yang dibutuhkan ibu di sepanjang masa kehamilannya, guna menjaga kelangsungan hidup janin,  yaitu HCG (human chorionic gonadotropin), estrogen juga progesteron.

     Kalau plasenta tak bekerja, kemungkinan akan timbul bermacam-macam kelainan pada bayi. Dan, yang pasti yang menemani bayi didalam rahim adalah plasenta, sebagai penyambung hidup sang janin. Dan, apabila plasenta mengalami kelainan dan tidak mampu menyuplai oksigen dan nutrisi kepada janin maka janin akan mengalami kematian dalam kandungan.

      Boleh jadi, dengan peran yang cukup besar itulah sebagian orang menganggap bahwa ari-ari demikian luhur dalam menjaga kelangsungan hidup janin khususnya dan populasi manusia pada umumnya. Namun, Pusat Konsultasi Syariah yang diasuh oleh para doktor syari'ah seperti Dr. Salim Segaf Al-Jufri, yang beralamat di www.syariah online, menjelaskan, tidak ada dasar hukum yang mengharuskan ari-ari atau plasenta dikuburkan.

     Hanya saja menurut Pusat Konsultasi Syariah itu, sebaiknya dikembalikan saja kepada maslahatnya. Mungkin yang lebih baik memang dikubur atau dipendam, agar tidak menjadi penyakit atau mengotori lingkungan.

     Dengan demikian, hukum penguburannya tidak ada landasan hukumnya dalam lslam. Bilapun ingin dikuburkan sebaiknya hanya diniatkan untuk mencegah timbulnya penyakit. Karena dikhawatirkan bila plasenta dibiarkan di tempat terbuka, akan membusuk dan menimbulkan penyakit.

    Jadi, boleh saja mengubur plasenta alias si ‘adik ari-ari’. Tapi, jauhkan syirik dari kita. Karena semua itu  hanya katanya …. Waspadalah!

Tuesday, April 2, 2013

Gejala Ada, tapi kok?

Gejala Ada, tapi kok?
Rabu, 03 April 2013 / 22 Jumadil Awwal 1434 H



  Dalam beberapa kondisi, orang yang diruqyah tidak merasakan pengaruh apapun pasca ruqyah. Padahal gejala-gejala yang ada padanya menguatkan dugaan gangguan jin atau sihir. Maka dalam keadaan ini, berikan pasien (mualaj) program pengobatan selama beberapa waktu sesuai kondisi (pemahaman, akidah, tahsin Al Qur'an, zikir, herbal dll.).

     Lalu lakukan terapi ruqyah lanjutan,...terus dievaluasi, dan tekankan padanya untuk ruqyah mandiri. Dan pada prinsipnya peruqyah harus Berhati-hati menvonis perkara yang hakikatnya berada diluar jangkauan ilmu dan panca indera kita (ghoib).

    Kecuali berdasarkan informasi dari Allah dan Rasul-Nya (Al Qur'an dan Sunnah). Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang di ridhoiNya. Aamiin.

KENAPA RUQYAH MEMAKAI GARAM ?


1. Rasulullah Mengusap dengan Air Garam
Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau disengat Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang disengat Kalajengking, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan anNas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/111).


2. Rasulullah Mengguyur dengan Air Garam
Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada suatu malam, ketika Rasulullah sedang shalat, saat beliau meletakkan tangannya di atas tanah (sedang sujud), ada Kalajengking yang menyengatnya. Kemudian beliau mengambil sandal (terompahnya), lalu membunuhnya. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya, juga tidak pandang nabi atau lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam, dan mencampurkannya di wadah (baskom). Kemudian beliau mengguyurkannya ke tangan yang disengat Kalajengking, dan mengusapnya seraya membaca surat al-Falaq dan an-Nas.” (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah).

3. Rasulullah Merendam dengan Air Garam
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika Rasulullah sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda,’Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, sampai beliau merasa tenang (rilek).” (HR. al-Baihaqi dan Imam al-Haitsami menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)


JIka dikaji dari sisi ilmiah tanpa dibarengi dengan menggabungkan dari sisi syariat maka tentu yang menyembuhkan adalah garam sebab garam menurut penuturan Imam Ibnul Qayyim  “Garam sangat diperlukan tubuh manusia dan merupakan unsur utama dalam makanan. Banyak benda yang kita pakai memerlukan garam dalam perawatannya. Seperti emas dan perak. Garam mengandung zat yang bisa menjadikan emas semakin nampak warna kuningnya, dan perak semakin kinclong warna putihnya. Bisa juga untuk memutihkan gigi, menguatkan gusi, menetralisir bahaya racun, mencegah menjalarnya luka atau borok, serta banyak manfaat lainnya.” (Lihat Kitab Thibbun Nabawi: 310).

Ibnu Sina, berkata, “Garam berfungsi untuk menetralisir racun yang ada akibat sengatan Kalajengking (binatang berbisa lainnya). Karena dalam garam ada zat yang bisa menyedot dan menetralisir racun. Racun akibat sengatan Kalajengking mengandung unsur panas. Maka dari itu Rasulullah memadukan antara air yang dingin dengan garam yang bisa meneralisir. Dan ini merupakan pelajaran bagi kita, bahwa pengobatan penyakit yang diakibatkan racun adalah dengan mendinginkan dan mentralisirnya.” (Kitab Faidhul Qadir: 5/270)

Bolehkah bagi laki-laki yang meruqyah menyentuh wanita yang diruqyahnya?

Bolehkah bagi laki-laki yang meruqyah menyentuh wanita yang diruqyahnya?

     (Arrahmah.com) - Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa sebagian orang menderita berbagai macam penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara medis. Kemudian mereka mencari pengobatan melalui Kitabullah dan meminta kepada ahli ilmu, para penghafal Al-Qur’an serta orang-orang takwa dan shalih untuk meruqyah mereka dengan ruqyah yang dibenarkan syariat.

    Kadang kala anggota tubuh yang sakit pada kaum wanita adalah bagian kepala, dada, tangan atau kaki mereka. Bolehkah menampakkan bagian tubuh yang sakit tersebut untuk diruqyah dalam kondisi darurat? Dan apakah batasan aurat bagi kaum wanita saat diruqyah?

Jawaban:

    Perlu diketahui bahwa mengajarkan ruqyah yang dibenarkan syariat termasuk perkara yang disunnahkan, dengan harapan dapat berguna bagi kaum muslimin, sekaligus sebagai pengobatan bagi penyakit-penyakit kronis tersebut. Sebab Kitabullah merupakan obat yang ampuh dan mujarab. Akan tetapi kaum lelaki tidak boleh menyentuh tubuh wanita yang bukan mahramnya saat meruqyah.

    Dan si wanita juga tidak boleh sama sekali menampakkan bagian tubuhnya, seperti dada, leher dan lain-lain. Hendaknya si wanita tetap diruqyah meskipun dalam keadaan memakai hijab. Cara seperti itu juga berfaedah. Para akhwat (kaum wanita) dianjurkan mempelajari bacaan-bacaan ruqyah, dengan harapan agar mereka dapat mengobati kaum wanita yang menderita sakit melalui ruqyah tersebut. Wallahu a’lam.

Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

Arrahmah.com

Monday, April 1, 2013

Setelah Dua Tahun Antipati Dengan Ruqyah Syar’iyyah

Setelah Dua Tahun Antipati Dengan Ruqyah Syar’iyyah
Selasa, 02 April 2013 / 21 Jumadil Awwal 1434 H

     
Tidak cepat berputus asa. Itulah kunci keberhasilan dalam berbagai hal. Termasuk mencari kesembuhan akibat gangguan jin. Ruqyah bukan permainan sulap. ‘Sim Salabim’ langsung sembuh. Ada dinamika tersendiri yang harus dipahami.

      Terkadang gangguan syetan semakin meningkat setelah menempuh jalur ruqyah syar’iyyah. Seperti kisah Alan (nama samaran, usia 26 tahun) yang sempat mundur dari jalur ruqyah syar’iyyah. Alan menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut kisahnya.

     Selepas SMA, saya melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi di Yogya. Di sanalah, saya mulai akrab dengan kegiatan lintas alam. Seperti yang terjadi sewaktu semester dua. Kakak kelas mengadakan kegiatan hiking untuk menjalin keakraban antara mahasiswa baru dan mahasiswa senior. Saya tertarik dan ikut bergabung.

    Lintas alam dilaksanakan di lembah Wonolelo, Yogya. Lembah yang masih satu wilayah dengan taman wisata Kali Urang. Lembah Wonolelo berada tidak jauh dari perkampungan penduduk. Tempatnya sepi. Dari kampung melewati jurang, menyusuri jalan setapak.

     Nun jauh di bawah terdapat tempat lapang. Rombongan meninggalkan tanah lapang. Kembali menyusuri jalan setapak di antara ladang persawahan. Sekitar dua kilo meter kemudian, rombongan sampai di sebuah air terjun. Waktu itu matahari tepat di atas kepala.

     Teman-teman segera berhamburan. Mereka berpadu dengan alam. Mandi dan bersenda gurau dengan percikan-percikan air. Saat itu, ada perasaan aneh menyelusuri jiwa. Ada keinginan untuk bermeditasi di bawah guyuran air terjun. Terbayang, tokoh-tokoh sakti yang bersemedi di bawah derasnya air terjun

   Saya tidak bisa menolak. Keinginan itu kuat sekali. Di bawah guyuran air terjun saya menenangkan diri. Mengatur pernapasan dan gerakan sedemikian rupa agar tidak menarik perhatian teman-teman. Perlahan, saya membayangkan aliran energy yang masuk.

    Aliran angin berputar masuk ke kepala, terus mengalir dan berputar di tubuh. Rasanya nyaman. Lelah dan letih setelah satu jam berjalan kaki hilang begitu saja. Berganti dengan hawa segar yang menyejukkan. Sejak saat itu saya mulai senang berada di pertemuan antara dua sungai, delta, air terjun, lembah atau di bawah pohon yang rindang.

     Setahun kemudian, saya kembali ke lembah Wonolelo. Dengan suasana yang berbeda. Saya menjadi pemandu bagi mahasiswa-mahasiswa baru. Di sana, di lembah Wonolelo, saya kembali melakukan meditasi seperti dulu. Saya tidak kuasa untuk menahan diri dari keinginan itu.

    Meski saya tahu bila warga telah memperingatkan kami agar tidak berada di bawah air terjun tepat ketika matahari di atas kepala. “Jangan ke air terjun pada tengah hari. Saat matahari tegak lurus, karena air terjun itu tempat berkumpulnya makhluk halus,’ ujar salah seorang warga. Himbauan warga itu tidak kami hiraukan.

    Malam harinya, ketika teman-teman sedang berkumpul di tenda, saya keluar diam-diam. Saya mencari tempat yang sunyi untuk menyepi. Tidak jauh dari air terjun, saya menemukan sebuah pohon yang besar. Di sanalah saya kemudian bermeditasi. Saya ingin menghangatkan tubuh dan meningkatkan energy ‘CI’ (tenaga dalam).

     Malam semakin larut. Suara binatang malam kian jelas terdengar. Meneriakkan nyanyian menakutkan. Setelah badan terasa hangat, saya kembali ke tenda. Teman-teman sudah terkapar. Hanya satu dua orang yang duduk berselimutkan sarung. Nampaknya, mereka mendapat giliran jaga.

     Sepulang dari Lembah Wonolelo, mulai terasa ada yang berbeda. Saya tidak lagi aktif sepefti dulu. Sibuk di senat mahasiswa maupun dakwah kampus. Semuanya berubah sembilan puluh derajat. Di kelas ngantuk dan tidak bisa menangkap penjelasan dosen dengan baik.

    Alhasil nilai akademis saya jeblok. Dari lP 3,8 di semester pertama menjadi 1,7 di semester empat. Di semester pertama hanya satu mata kuliah yang mendapat nilai B, sisanya A. Namun hal itu tidak lagi terulang di semester empat. Semuanya berubah.

     Aktifitas dakwah kampus saya juga mengalami kebuntuan. Saya tidak lagi semangat seperti dulu. Kepala terasa berat, membaca Al-Qur’an juga terasa berat. Yang lebih menyakitkan lagi, perasaan malas muncul begitu mendengar suara adzan. Padahal sedari kecil, saya terbiasa shalat berjamaah. Saya beruntung, dalam kondisi jiwa yang labil, saya bergabung dengan teman-teman yang komitmen dalam memegang prinsip agama. Mau tidak mau saya dipacu untuk terus beribadah.

     Syetan tidak pernah membiarkan musuhnya senang. Mereka semakin meningkatkan gangguannya. Kondisi saya pun kian memprihatinkan. Puncaknya terjadi ketika saya duduk di semester enam. Sebuah pertarungan batin yang kuat.

     Pada satu sisi saya mengaji dan tahajud, tapi pada sisi lain saya tetap mempraktikkan ilmu pernapasan dan belajar tenaga dalam. Puncaknya, saya sampai sakit keras. Saya kram dan kejang sekujur tubuh.

    Waktu itu, saya puasa sunnah hari Senin. Sehari sebelumnya saya menghadiri pernikahan tante di Kebumen, Jawa Tengah. Dari Kebumen, saya balik ke Jakarta bersama adik naik bis. Tas saya taruh di bagasi belakang. Hujan deras mennguyur jalanan, memercikkan udara dingin ke dalam bis. Menambah dinginnya bus AC itu. Sementara perut, sudah keroncongan. Perjalanan yang melelahkan memang.

    Adzan Maghrib bergema. Waktu berbuka telah tiba. Tapi. Ah, … tas ransel yang berisi bekal berbuka itu terlanjur ditaruh di belakang. Rasa malas membuat saya enggan untuk mengambilnya. Saya diam terpaku. Berpikir sejenak. Akhirnya saya mendapatkan ide. Mengapa tidak menghangatkan badan dengan olah pernapasan?

     Saya menarik nafas. Menahannya di dada lalu mengalirkannya ke perut. Saya berusaha merasakan aliran energi ke seluruh tubuh. Baru sekian menit, jaringan syaraf di sekitar hidung mulai menebal. Makin lama makin kaku. Terus menjalar ke kepala, pundak dan mengalir ke sekujur tubuh. Badan saya kaku. Kram. Mulut terkunci dan tidak bisa berteriak.

     Penumpang di kiri kanan saya terusik. Mereka melihat perubahan yang tidak wajar. Ribut. Mereka berteriak. Ada yang mengambil minyak angin dan menggosokkannya di sekitar hidung. Ada yang mulai memijat-mijat lengan dan kaki. Badan saya tetap kaku. Pijatan itu justru menambah rasa sakit dan nyeri.

      Saya menghentikan olah pernapasan. Saya kembali bernapas seperti biasa sambil terus melantunkan syahadat dan doa dalam hati. Beberapa saat kemudian, badan saya mulai lemas. Napas saya kembali teratur. Dan semuanya berjalan seperti biasa. Tuntutan perut pun segera saya penuhi. Alhamdulillah perjalanan ke Jakarta itu berjalan lancar. Hanya saja kram itu sering muncul dalam keseharian saya.

Berada di antara Tiga Karakter yang Berbeda

     Setelah sering sakit-sakitan, saya bertanya kepada teman-teman. Barangkali ada yang tahu obatnya. “Fan, akhir-akhir ini saya sering kram. Kamu tahu obatnya nggak?” Saya bertanya kepada Fandi, teman kampus yang aktif di sebuah perguruan tenaga dalam.

     Fandi kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil segelas air. “Minum nih, semoga sembuh,” ujarnya sambil menyodorkan segelas minuman. Air itu mengaliri tenggorokan saya. Dingin rasanya. Saya merasakan badan saya agak membaik setelah minum air putih. Dari sini, saya tertarik dengan perguruan Fandi.

     Saya bertanya macam-macam. Dan diajari ilmu pernapasan gaya perguruannya. Tarik nafas lalu ditahan sambil membaca doa. Nafas kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Katanya, kalau dapat mengalirkan udara ke titik di antara kedua mata, dia akan sakti. Orang itu akan mampu melihat jin. Tak ayal saya pun mempraktekkan aliran pernapasan ini.

      Memang badan terasa lebih segar. Tapi lama kelamaan, saya makin alergi mendengar suara adzan. Telinga rasanya mau pecah. Dada berdebar-debar. Membaca al-Qur’an semakin menyiksa. Pengajian mingguan yang biasa saya ikuti sekarang makin jarang. Hawanya itu malas dan malas. Kalau dipaksakan untuk berangkat pun bukan lagi mengharap ridha Allah. Saya hanya malu kepada teman-teman.

    Selain itu, mulai muncul karakter ganda dalam diri saya. Kadang saya bersikap seperti seorang kakek yang berwibawa. Di lain waktu berubah seperti kekanak-kanakan. Di kesempatan lain, perasaan berubah feminim.

     Di saat sedang mengisi kajian keislaman, saya berubah menjadi orang yang bijak. Saya dapat menerangkan sesuatu yang belum pernah saya baca. Al-Qur’an itu seperti tergambar dengan jelas. Dan saya menyampaikannya dengan yakin. Saya tidak pernah tahu itu surat apa dan ayat berapa. Tapi saya yakin apa yang saya sampaikan ada di dalam al-Qur’an.

     Dalam suasana santai, perilaku saya seperti anak tiga belasan tahun. Tapi di lain waktu saya bersikap feminim. Saya merasakan gerakan saya lemah gemulai. Saya mulai tertekan dengan karakter ini hingga saya sempat konsultasi dengan seorang psikolog.

     Dari hari ke hari, perkembangan jiwa saya tidak kunjung membaik. Akhirnya teman-teman menyarankan saya mengikuti ruqyah. “Sudah deh, kamu diruqyah saja,” ujar Adi. Saran Adi itu membawa pengaruh yang tidak terduga. Perut saya langsung mual. Kepala pusing disertai desiran udara yang tidak mengenakkan. “Yalah, saya pikir-pikir dulu,” jawab saya acuh tak acuh.

      Kalau mau berangkat ngaji, badan saya tidak enak. Saya menghubungi ustad, “Maaf ustadz, saya tidak bisa datang lagi. Kurang enak badan.” Kata saya mencari alasan. Anehnya, tidak lama setelah menghubungi ustadz, badan saya terasa segar kembali. Saya bahkan ikut nongkrong bersama teman-teman.

      Pernah saya tetap memaksakan diri untuk datang ke tempat pengajian. Dalam perjalanan itu sakit kepala semakin meningkat. Kadang saya nyaris terjatuh karena tidak kuat menahan rasa nyeri di kepala. Dari berbagai situasi itu teman-teman semakin yakin bahwa saya harus ikut ruqyah ke Ustadz Fadhlan di Yogya.

      Saya sepakat. Dengan ditemani seorang teman saya berangkat ke rumah Ustadz Fadhlan. Satu kilo sebelum sampai ke rumah Ustadz Fadhlan, dada saya berdegup kencang. Nafas sesak. Hawa mengancam begitu kuat terasa. Begitu menginjakkan kaki di halaman rumah, saya merasakan banyak jin yang tersiksa.

     Saya ikut berempati dengan nasib mereka. Dalam hati timbul ketakutan. “Wah, saya akan seperti ini.” Dada saya semakin berdesir. Bulu kuduk merinding. Membawa ketakutan tersendiri. Saya tidak mau masuk ke dalam. Tapi teman menarik saya ke dalam.

     Saya duduk. Begitu Ustadz Fadhlan masuk ruangan, saya mau marah. Ada dorongan kuat untuk menyerangnya. Saya berusaha menahan diri sebisa mungkin. Akibatnya  saya merasakan badan kaku. Kram dan mual kembali terasa begitu mendengar ayat-ayat al-Qur’an. Meski demikian,  saya berusaha untuk tetap menguasai diri.

     Mata saya melotot, memperhatikan Ustadz Fahdlah yang menerapi seseorang. Reaksinya memang keras. Ustadz Fadhlan terus membangun dialog dengan jin yang merasukinya. Sesekali nada ancaman keluar dari Ustadz Fadhlan.

     Saya semakin tidak bisa menguasai diri. Saya melangkah, mendekati Ustadz Fadhlan. lngin rasanya menendang dang dan memukulnya. Ustadz Fadhlan tetap tidak mengindahkan saya. Ia terus berdialog dengan jin yang  merasuki pasien itu.

     Saya berbalik. Emosi yang tidak tertahan saya tumpahkan ke mana saja saja. Pintu kayu jati menjadi sasaran. Berganti menjadi  sansak tinju. “Jeder. Jederr … “ tangan saya berdarah. Kulitnya terkelupas. Tapi luka itu tidak terasa sakit. Ustadz Fadhlan berpaling. Ia mendekat dan mendorong saya.

     Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Begitu tangannya menyentuh kulit saya, saya langsung balik menyerang. Ustadz Fadhlan terdorong ke belakang. Beberapa peserta ruqyah yang saat itu berada di dalam ruangan bertindak cepat.Mereka segera melumpuhkan saya.

     Sejurus kemudian terjadi pergumulan. Jumlah mereka yang berlipat berhasil meringkus saya. Tangan-tangan dipegangi dua orang. “Kamu sadar apa yang kamu lakukan?” tanya Ustadz Fadhlan tidak jauh dari kepala Saya.

     ”Saya sadar, tapi saya tidakbisa mengendalikan diri,”jawab saya terus terang. Saat itu saya menyadari apa yang terjadi, Hanya saya tidak mampu menguasai diri saya sendiri. Itulah mengapa saya sampai berani menyerang Ustadz Fadhlan.

     Akhirnya saya disuruh membaca ayat Kursi beberapa kali. Perlahan, kesadaran saya pulih kembali. Badan saya kembali rileks seperti semula.

     Sejak itu saya selalu melakukan ruqyah mandiri melalui kaset. Tapi seiring dengan itu, gangguan yang saya alami semakin meningkat. Badan gemetaran dan mudah marah. Badan rasanya lemas dan tidak bersemangat. Beberapa  minggu kemudian, saya mengikuti terapi yang kedua. Saya berharap kekuatan jin itu terus melemah.

    Namun, setelah ruqyah kedua justru apa yang saya alami semakin parah. Seminggu lamanya saya tidak bisa tidur. Bayangan menyeramkan berkelebatan di kamar. Seonggok kepala sempat menggelinding. Mulutnya menyeringai.

     Ia terus mendekati saya. Di lain kesempatan, saya seperti berada di tengah pasar. Suara yang berisik tanpa henti menderu di telinga. Padahal saat itu saya tidur di dalam kamar. Tidak ada siapa-siapa. Hanya saya sendirian.

     Lain waktu, suara monyet dari jauh makin mendekat. Awalnya satu suara. Lama-lama makin banyak. Mereka bergerak cepat dan ‘weeess...’ deru angin membawa suara mereka menerpa wajah saya.

Tersingkir Dari Jalan Ruqyah

     Saya heran. Setelah mengikuti ruqyah, gangguan yang saya alami semakin parah. Mereka benar-benar tidak ingin saya menempuh jalur ini. Saya mulai berpikir, setelah ruqyah gangguan semakin meningkat, apakah itu berarti jin di dalam tubuh saya bertambah?

     Pertanyaan yang membuat saya menghentikan ruqyah. Di sinilah, saya kemudian menyerah. lbaratnya saya telah mengangkat bendera putih. Dan meninggalkan ruqyah secara perlahan.

    Saya kembali bergabung dengan teman-teman di pinggir jalan. Nongkrong bersama dan malas pergi mengaji. Saya mulai membenci teman-teman aktifis dakwah. Orang-orang yang selama ini banyak mengisi kehidupan saya.

     Sebaliknya, saya berkumpul dengan mahasiswa yang senang dengan dunia klenik. Sejak mulai anti dengan ruqyah, kemampuan saya meningkat. Saya bisa menerawang, mengobati orang, atau melihat jin. Saya juga bisa merasakan kehadiran jin.

      Seperti ketika ikut tadarusan keliling. Sebelum dimulai, saya merasakan tekanan udara berubah. Semakin besar. Badan saya menggeliat seperti mau marah. Saya ingin bergerak dan mengamuk. Saya penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

     Saya berkonsentrasi sejenak. Saya memperhatikan sekeliling. Rupanya ada kehadiran jin di antara jamaah. Akhirnya saya mengundurkan diri dan tidak jadi tadarusan keliling. Saya balik dan mengurung diri di kamar.

      Hal ini terus berlanjut sampai lulus kuliah. Jujur, saat itu seharusnya orangtua mendampingi saya. karena itu adalah moment yang membahagiakan bagi seorang mahasiswa. Tapi apalah daya. Ada masalah yang membuat orangtua tidak bisa hadir. Saya gelisah, ternyata bapak sedang sakit. Bapak selalu menyebut nama saya berulang-ulang sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

      Begitu mendarat di Bandara Soekarno Hatta, saya melihat kabut hitam. Pekat sekali. Firasat saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres di rumah. Benar saja begitu sampai di rumah, saya merasakan kehadiran jin di dalam tubuh bapak. Saya shalat hajat. Memohon kepada Allah agar memberikan ketabahan kepada kami. Dan semoga bapak segera sembuh.

     Saya mengambil segelas air. Saya bacakan ayat Kursi dan beberapa ayat lainnya lalu saya minumkan kepada bapak. Di sinilah syetan kembali berperan. Tangan kiri saya bergerak. Saya seakan menyedot sesuatu dari tubuh bapak. Waktu itu saya memang menggunakan tenaga dalam untuk mengobati bapak. Beberapa saat kemudian bapak memang kelihatan membaik. Tapi selanjutnya mengigau lagi.

     Setelah mengobati bapak, saya merasakan diri saya terancam. Jin yang berada di dalam tubuh bapak mengadakan perlawanan. Mereka meminta bantuan kepada teman-temannya untuk menyerang saya. Serangan itu saya rasakan kuat sekali. Ketika saya sedang tidur pun tidak luput dari gangguan mereka. Saya merasakan kehadirannya. Mereka berdiri tidak jauh dari tempat saya berbaring.

      Saya diam. Saya biarkan mereka mendekat. Hanya dzikir dalam hati yang saya lakukan. Terus terang saat itu saya tidak berani membuka mata. Saya melawannya dengan dzikir dalam hati. Begitu saya rasakan kepergian mereka. Saya segera menoleh dengan cepat. lbu yang saat itu tidak jauh dari saya terkejut. “Ono opo leh (ada apa)?” “Ah, tidak ada apa-apa kok bu,” jawab saya menenangkan ibu.

     Saya pun menyerah. Bapak dibawa ke rumah sakit. Sewaktu di rumah sakit, saya sempat melihat penampakan jin di sana. Sosok anak kecil. Mukanya seperti anak idiot. Badannya kurus. Rambutnya acak-acakan. Saya juga sempat melihat sosok kakek-kakek. Ketika saya ceritakan kepada bapak, katanya itu adalah kakek. Entahlah.

    Setelah menggunakan tenaga dalam untuk mengobati bapak, saya gelisah, perasaan malas kembali muncul. Saya suka menyendiri. Meski telah lulus kuliah, saya belum juga mendapat pekerjaan. Orangtua sering memperingatkan hal ini. Namun semuanya tidak bisa merubah keadaan. Kondisilah yang memaksa saya untuk tetap bertahan di rumah. Setahun lamanya saya hanya di rumah.

     Bapak yang sudah membaik, memanggil temannya untuk mengobati saya. Katanya dia sudah mencapai tingkat ma’rifat. Doanya mudah dikabulkan. Allah. Namanya Ki Tejo. Dengan air putih dicampur garam dia menterapi saya.

     Memang, badan saya rasanya lebih ringan. Sakit kram dan kejang-kejang jarang muncul. Hanya seorang jin yang katanya masih membandel dan tetap bertahan. Jin perempuan yang selama ini sering hadir di dalam mimpi itu dia mengaku sebagai Istri saya.

    Sesekali jin itu membawa beberapa anak balita yang katanya adalah anak-anak saya. Entahlah, dalam mimpi itu saya bersikap layaknya seorang bapak kepada anak-anaknya.

     Saya katakan kepada orangtua bahwa saya sudah menikah. Saya tidak ingin lagi menikah dengan wanita lain. Perempuan yang selalu hadir dalam mimpi itulah istri saya. Sebagai orang tua, wajar bila mereka sedih mendengar pernyataan saya.

     Ki Tejo menyerah. Ia memanggil anaknya untuk mengobati saya. Katanya ia lebih sakti dari Ki Tejo. Memang, saya sempat melihat ia menunjukkan kehebatannya. Ia memelintir kertas di tangan. Beberapa saat kemudian kertas itu berubah menjadi uang du puluh ribuan.

    Dari sini, saya melihat ia tak ubahnya dengan seorang pesulap. Ada kekuatan jin yang membantunya melakukan pengobatan. Saya pun sudah tidak suka lagi dengan cara pengobatannya. Terlebih bila ia tidak melaksanakan shalat Ashar. Kami berbincang-bincang sampai jam lima sore. Dan ketika saya tinggal untuk shalat Ashar, Ki Tejo dan anaknya justru memilih untuk membaca buku daripada shalat.

     Sejak itu, saya ingin kembali mengikuti terapi ruqyah, tapi karena waktu itu di kantor Majalah Ghoib harus menunggu satu bulan, akhirnya saya melakukan terapi mandiri melalui kaset. Saya matikan tape bila reaksi tidak lagi terkendali.

     Dua hari menjelang Idul Fitri, persaan saya tidak enak. Getaran-getaran hawa jin yang mulai berkeliaran kembali terasa. Puncaknya di malam takbiran, emosi saya meningkat. Meledak-ledak nyaris tak terkendali.

     Terlebih suara takbiran yang hanya berjarak dua puluhan meter dari rumah saya kian menyiksa. Kepala terasa berat. Saya berusaha untuk menahan diri agar tidak kesurupan di malam Idul Fitri. Saya mengurung diri di kamar.

      Aneh, di malam tahun hari raya itu saya tidak mau bertemu orang. Saya muak dan sebal melihat mereka. Hal itu masih berlanjut hingga keesokan harinya. Saya mengurung diri di kamar dan tidak ikut shalat hari raya. Saya juga enggan untuk bersilaturahmi. Orangtua heran melihat perkembangan saya yang semakin tidak wajar. Mereka mulai curiga bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam diri saya.

Akhirnya Saya tempuh Ruqyah Syar’iyyah Kembali

     Setelah kasak-kusuk ke tetangga, orangtua sepakat untuk membawa saya mengikuti terapi ruqyah di kantor Majalah Ghoib. Bagi saya keinginan dan perhatian mereka merupakan dukungan moral tersendiri bagi saya. 10 Desember 2005, akhirnya saya kembali menempuh jalur ruqyah syar’iyyah setelah terhenti dua tahun lamanya.

   Saya sadar bahwa ruqyah sya’iyyah merupakan solusi yang islami untuk menyelesaikan gangguan yang saya alami. Kini saya tidak boleh cepat berputus asa bila nantinya gangguan itu semakin meningkat seperti dulu. Yang jelas, sejak awal saya persiapkan mental dengan baik. Agar kesalahan yang lalu tidak lagi terulang.

    Saat Ruqyah pertama, saya yakin bahwa jin perempuan yang mengaku sebagai istri saya telah keluar. Buktinya, saya kembali berpikir untuk menikah. Tidak lagi dihantui bayangan istri dan anak yang sering muncul dalam mimpi. Hari-hari berikutnya, saya terus memaksa diri melakukan terapi mandiri di rumah melalui kaset. Hasilnya kian terasa. Gangguan jin itu kian melemah. Hanya suhu badan yang meningkat. Tapi semuanya terkendali.

    Di pertengahan bulan Desember saya ruqyah untuk kedua kalinya. Saat itu terjadi dialog dengan bahasa Jawa. Jin itu mengaku masuk ke dalam tubuh saya. Dia akan mewariskan ilmunya. Karena saya dianggap mampu mengembannya.

    Kakek-Nenek saya tergolong tokoh yang disegani di masyarakat. Jin itu bernegosiasi. Untuk itu saya harus menghentikan ruqyah, karena jin yang mengaku sebagai kakek, menganggap saya sebagai cucu kurang ajar. Karena berani mengusirnya. Alhamdulillah, Jin itumakin lemah.

     Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi setiap orang yang mengikuti terapi ruqyah syar’iyyah. Jangan cepat berputus asa bila gangguan tidak kunjung hilang. Ruqyah bukanlah sulap. Ada proses yang harus di ikuti.

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 56/4

Adi Bing Slamet: Shalat Eyang Subur Tanpa Wudlu

Adi Bing Slamet: Shalat Eyang Subur Tanpa Wudlu
Selasa, 02 April 2013 / 21 Jumadil Awwal 1434 H

 
  Kapanlagi.com - Adi Bing Slamet membeberkan perihal ibadah yang diajarkan Eyang Subur. Semua ibadah yang wajib, tidak lagi diwajibkan oleh mantan gurunya itu. Cara shalatnya pun berbeda dari ajaran syariat agama.

     "Emang nggak dilarang di sana. Tapi semua ibadah wajib, di sana nggak diwajibkan. Jadi gitulah Si Subur. Asal tahu saja, si Subur kalau shalat tuh, dia nggak wudhu, duduk di atas sajadah dengan posisi bertapa, terus kepalanya gedek-gedek kayak orang nyari sinyal," tutur Adi di kediamannya di Perumahan Bumi Anggrek, Karang Satria, Bekasi, Jumat (23/3).

    Saat masih rutin mengikuti ajaran Eyang Subur, Adi merasakan sesuatu yang aneh. Dia merasa kesal dan jengkel saat melihat orang berbondong-bondong menuju masjid. "Waktu itu saya sempat ngerasa sebal kalau lihat orang ramai-ramai ke masjid pake baju putih," jelasnya.

    Dia juga mengaku diajarkan untuk membenci simbol-simbol agama. Bahkan bagi orang yang tidak bisa berbahasa Arab, dianjurkan melafadzkan kalimat-kalimat pujian Tuhan dengan bahasa Indonesia.

    "Dia bilang, orang nggak bisa bahasa Arab, jangan ngomong bahasa Arab. Kayak astaghfirullah hal azim diganti maaf lahir bathin-maaf lahir bathin," tukas Adi. (kpl/aha/abs/dar)

Kapanlagi.com

=====

Rumah Ruqyah Indonesia. Jika benar yang dikatakan Adi, sungguh apa yang diperbuat si Eyang Subur memang tidak seperti yang dituntukan dalam Islam dimana diwajibkan berwudhu sebelum shalat. Dan tata cara shalatpun ada rukun dan ketentuannya.

Ada yang menarik di statement Adi, dimana dia tidak suka saat orang berbondong-bondong ke Masjid. Padahal diketahui bersama, ada keutamaan dalam shalat berjamaah.

Rasulullah SAW Bersabda: “Shalat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di rumah)”(HR. Bukhari no. 609)

Semoga si Adi benar-benar istiqomah dalam pertaubatannya dan semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian.

25 Bentuk Dahsyatnya Istighfar

 
25 Dahsyatnya istighfar
 (Arrahmah.com) - Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).


4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat syetan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam azab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11.Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12.Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17.Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18.Mudah mendapat anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21.Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
Wallahu a’lam bish showab..
 (artikel Islami/arrahmah.com)
Kamis, 21 Jumadil Awwal 1434 H / 28 Maret 2013 11:40
25 Dahsyatnya istighfar
 (Arrahmah.com) - Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat syetan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam azab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11.Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12.Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17.Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18.Mudah mendapat anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21.Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
Wallahu a’lam bish showab..
 (artikel Islami/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/25-dahsyatnya-istighfar.html?fb_action_ids=4620444831140&fb_action_types=og.recommends&fb_source=aggregation&fb_aggregation_id=246965925417366#sthash.j1enF16R.dpuf

MESKI SANG GURU COBA MENAHAN, TAPI SIMURID TETAP INGIN MELEPAS KESAKTIANNYA.

Dikisahkan oleh : Muhammad laqimudin (E Lang)

Berawal dari sakit perut, dikira masuk angin tapi karena minum obat tidak ada perubahan maka sang Scuriti ini menyuruh istrinya untuk memencet belikatnya, kebetulan istrinya kenal sama saya dan dia minta tolong agar saya memeriksa atau mengobati suami tercintanya ini..

Saya mengawalinya dgn membaca ta'udz, Basmalah, Alfatihah sambil memegang perut yg sakit, belum selesai membaca Alfatihah terlihat otot-otot ditangannya menegang keras dan mulai bergerak kedepan, ahirnya terapi saya hentikan karena ada beberapa hal yg ingin saya sampaikan padanya.

Menurut dari beberapa pengalaman yg saya temui, reaksi semacam ini adalah dari hodam amalan yg dimiliki sipasien, apa kamu siap melepaskan amalan tersebut?,... Scuriti ini agak ragu juga ketika saya berikan pilihan semacam itu, ahirnya saya beri dia penjelasan panjang lebar tentang bahaya yang akan ditimbulkan dari amalan-amalan semacam itu..


Alhamdulillah begitu pintu hatinya di ketuk, Allah swt berkenan membukakan hati dan pikirannya sehingga kebenaran itu begitu mudah masuk dan memenuhi ruangan hati dan pikirannya, seketika pola pikirnya jadi berbalik dan dgn mantap menyatakan ingin melepas apapun amalan-amalan kesaktian yg pernah ia dapatkan..

Baiklah, karena waktunya sudah hampir magrib jadi kita lanjutkan setelah sholat' jgn lupa panggil orang tuamu kesini supaya tahu masalah yg sedang dihadapi anaknya sekalian minta izin dan do'anya agar kita diberi kemudahan oleh Allah swt.. .

Selepas magrib orang tuanyapun datang bersama adik iparnya yg setelah saya tahu ternyata itu adalah guru dari scuriti ini, sebelum Ruqiyah dimulai kami berbincang-bincang sejenak sambil menjelaskan maksud dari tujuan saya mengundang mereka. mendengar penjelasan saya siguru mengadakan pembelaan bahwa amalan-amalan itu juga sama datangnya dari para ulama terdahulu dan jgn sembarangan menyalahkan, lagipula ihtiar itukan dianjurkan apalagi keponakan saya ini laki-laki dan kerjanya sebagai scuriti, suka jalan dimalam hari, kalau nanti ada apa-apa kan enak kalau sudah bisa jaga diri, jadi salahnya dimana?... dan bukankah menurut yg pernah saya baca ruqiyah itukan haram?.

Sebelumnya saya mohon maaf kalau ucapan saya ada yg kurang berkenan, dan saya tidak ingin berdebat dalam hal ini karena kalau dibahas tentu tidak akan ada habisnya sementara waktunya sudah malam, sekarang saya tanyakan kembali pada yg bersangkutan apa sudah mantap ingin melepas ilmunya atau belum? tapi sebelumnya saya jelaskan sekali lagi, saya tidak menyalahkan wirid-wirid yg dibaca, tapi saya hanya menyalahkan jin-jin yg berada dalam tubuhnya, dan apakah disini ada yg tahu dimana letak titik jin khodam itu bersemayam dalam tubuh sipemiliknya? dan apa ada yg tahu apa agama dari jin yg selama ini dimintai bantuannya itu?, atau apa bisa menjamin kalaupun jin itu Islam dan bisa ngaji apa dia soleh?, dan mungkinkah seseorang yg kita suruh setiap hari mendampingi kita dia tidak meminta imbalan sedikitpun? begitupun dgn jin, sifatnya sama seperti manusia terbukti ada yg kafir berarti ada juga yg munafik, fasik dll. dan kalau bukan jin lalu siapa? Malaikatkah? apa ada malaikat yg mau diajak berantem? dan tolong dibaca lagi kitab atau buku yg pernah dibaca kalau ruqiyah itu haram, saya hanya akan menunjukan prakteknya lalu silahkan beri penilaian sendiri kira-kira dimana letak haramnya?.silahkan...

Sejurus kemudian scuriti ini mendekat keorang tua dan paman gurunya, Abah, paman, saya sudah mantap saya minta izin dan do'a restunya semoga diberi kemudahan..

Kalau memang kamu sudah siap dan tidak sayang silahkan saja, Abah hanya ingin yg terbaik buat anak abah..

OK sekarang persiapkan diri agar lebih mantap, Beristigfarlah minta ampun pada Allah swt, kemudian genggam kembali tauhidmu dgn membaca Sahadat, dan beri salam pada Rosulullah dgn bersholawat, lalu ikuti saya..

Ya Allah... Ampuni segala dosa-dosaku, baik yg kecil apalagi yg besar, baik yg tidak disengaja apalagi yg disengaja.. ampuni ya Allah..

Ya Allah.. jika ada amalan-amalan yg pernah saya lakukan dan itu tidak Engkau Ridhoi, ampuni saya ya Allah..., dan jika ada jin atau khodam yg berada dalam tubuh saya yg membuat saya sakit dan menghalangi saya dalam ketaatan dalam ibadah kepadaMu maka keluarkanlah dari tubuh saya.. Ya Allah kabulkanlah segera dan terimalah taubat saya.. LAA ILAAHA ILLA ALLAH...... Selesai berdo'a tubuhnya bergetar hebat, otot-ototnya mengeras, jari-jari tangannya mengepal kencang, dan dia mulai melakukan gerakan jurus-jurus silatnya, melihat itu saya langsung beri peringatan kepada mereka bangsa jin untu segera bertaubat dan keluar dari tubuh scuriti ini, terlihat sudah mulai mual dan hendak muntah tapi tiba-tiba dia memegang perut bagian bawah puser sambil merintih kesakitan. dari posisi duduk kemudian dia saya baringkan ditengah kami berempat, yg satu adalah ayah mertuanya, dan tempat yg digunakan menerapi ini adalah rumah mertuanya. setelah terbaring kemudian saya meminta kepada yg hadir untuk melihat apa yg akan saya tunjukan, Coba sekarang perhatikan baik-baik dan gunakan logika untu berfikir, kalau mereka khodam ini baik, kenapa harus kesakitan begitu mendengar Alquran dibacakan kemereka? dan ternyata titik tempat bersemayam mereka ada dibawah pusar, efek yg akan ditimbulkan adalah sering sakit perut, bahkan istrinya juga bisa terserang sakit perut karena efek dari hubungan intim, sakit pinggang, prostat, usus buntu dll, terutama yg dekat dgn tempat konsentrasi para khodam tersebut. nah sekarang saya akan mencoba memukulnya perlahan dgn ujung telunjuk saya, apa benar mereka hebat atau malah sebaliknya. kemudian saya pegang bagian bawah perutnya lalu saya ketuk dgn ujung telunjuk dgn perlahan saking perlahannya kira-kira untuk memukul semut merahpun rasanya tidak akan mati tapi si scuriti ini malah berteriak kesakitan. Sekarang coba bayangkan kl saya tinju bagian ini dgn keras baru segitu sajakan sudah seperti ini sakitnya..inilah kesaktian yg dibanggakan itu?

Semua yg hadir hanya diam dan malah terlihat ada kengerian diwajah mereka ketika saya menyuruh mereka untuk membayangkan seandainya saya tinju bagian bawah perutnya..

Alhamdulillah selama satu jam proses ruqiyah berjalan lancar dan selama itu satu demi satu jin-jin dalam tubuh scuriti ini pada keluar, meski ada beberapa yg mencoba bertahan dan melawan tapi itu bukanlah perlawanan yg berarti, Ahirnya saya berharap testimoni ini bisa menjadi ibroh bagi yg lain dan menjadi pertimbangan bagi yg masih berburu kesaktian dgn menggunakan bantuan jin. Ingatlah keselamatan dan mara bahaya itu adalah taqdir Allah dan yg mampu merubahnya hanyalah do'a. Wallahu'alam..

STYLE (GAYA) MERUQYAH

Disusun oleh : Perdana Akhmad,S.Psi

Ada 7 style dalam meruqyah yang peruqyah satu berbeda dengan peruqyah lainnya.
......................................................
1. Mau mencukupkan diri hanya membaca ayat ruqyah tanpa menyentuh sama sekali ini shahih

2.Membaca ayat ruqyah sembari hanya menyentuh ditempat yang sakit ini shahih

3. Membaca ayat ruqyah sembari menyentuh ditempat yang sakit+ mengusap-ngusapnya juga shahih

4. Membaca ayat ruqyah sembari menyentuh ditempat yang sakit+ mengusap-ngusapnya+ menepuk-nepuk juga shahih

5. Membaca ayat ruqyah sembari menyentuh ditempat yang sakit+ mengusap-ngusapnya+ menepuk-nepuk+ meniup juga shahih

6.Membaca ayat ruqyah sembari menyentuh ditempat yang sakit+ mengusap-ngusapnya+ menepuk-nepuk+ meniup+memijit juga shahih

7. Membaca ayat ruqyah sembari menyentuh ditempat yang sakit+ mengusap-ngusapnya+ menepuk-nepuk+ meniup+memijit+ menggunakan alat bantu (sapu lidi, air, alat refleksi ) juga shahih
.............................................................................................
YANGA MANA YANG TIDAK SHAHIH?
Jika berdoa kepada selain Allah, tawasul kepada orang mati, meminta bantuan khodam, memakai tenaga dalam, wirid bid'ah, shawalat dan hizib syirik, menggunakan azimat dll

Atau merasa sytlenya (gayanya) lebih baik dari style peruqyah lainnya.
.......................................................................................
YANG MANA YANG LEBIH BAIK STYLE 1 SAMPAI 7 ?
Semua baik dan kesembuhan bukan karena mencukupkan diri membaca ayat ruqyah saja atau semakin banyak jurus semakin cepat sembuh.

Kesembuhan itu datangnya dari Allah! bukan karena mencukupkan diri membaca ayat atau memperbanyak diri dengan jurus dan tehnik !

Meruqyah Sihir HAWATIF (Sihir Mimpi & Suara Tanpa Rupa)


Disusun Oleh : Abu hazna

Tepat dua minggu yg lalu saya menemukan kasus ini di daerah Tub Ramly Hay 'Asyir Kairo, seorang ibu mengeluhkan kakinya serasa panas stiap hari, bahkan jka sdang kumat smp tidak bisa jalan..
Saat diperiksa ke beberapa dokter di Mesir, beliau didiagnosa asam urat berat, diberi banyak obat namun tetap saja spt itu..
Saat periksa lg, dokter yg memeriksanya bilang bahwa penyakitnya bukan penyakit biasa, "kamu kena 'Ain" katanya..
Namun saya msh curiga...
Saya tanya beberapa gejala yg mungkin slama ini beliau alami di antaranya:
Pundak berat ? (Ya)
Telinga sering berdengung tanpa sebab ? (Ya,sangat sering)
Mimpi buruk dikejar hewan buas,dll? (Sangat sering)
Sering ada yg memanggil tanpa wujud? (Ya)

Lalu beliau cerita bahkan di suatu sore pernah ada yg menuntunnya utk loncat dari atas flat (lt.4).alhamdulillah kepergok anaknya jd bsa selamat..

Lalu mantaplah hati saya utk memutuskan bahwa ibu tsb kena sihir HAWATIF...

Tanpa basa-basi langsung saya pegang kepalanya sambil membacakan al-Fatihah dgn nada lembut, lalu ibu tsb sketika jatuh dan pingsan...

Lalu saya tekan bagian belakang telinganya, saya yakin bahwasannya kaki yg dia derita pun bersumber dari belakang telinga...
Ternyata benar, tak ada 5 menit jin bereaksi..

Saya gertak pke bahasa Indonesia utk segera keluar, namun ia hanya mengerang kesakitan..

Smpe dia (jin) bilang: "La2ah" !!!
Ternyata jinnya adalah jin Mesir...

Saya terus bacakan, saat itu saya bacakan di telinga kanannya surat fushshilat...terus menerus hingga akhirnya jin berkata: "thayyib ana rowwah ana rowwah !!!"
"Baik baik aku pergi aku pergi !!!"

Saya terus bacakan, hingga saya bertanya,"Minei n enta ?? Leih dakholt hina"
Darimana kamu ?? Knp masuk tubuh ini ??

Jin menjawab: "Kitkat, Imbaba...had ba'atny"
Aku dri kitkat Imbaba, seseorang telah mengirimku...
#kitkat Imbaba adalah nama suatu daerah di seberang sungai nil, beberapa orang Mesir bilang bahwa daerah itu terkenal dgn tukang sihirnya dari zaman Fir'aun..

Saya tanya lg, "Min elli ba3at???"
Siapa yg kirim..???

Dia sebut nama orang..

Lalu saya gertak dia utk segera keluar, "Etla3 Barro !!! Ukhruj ya 'aduwallah !!!"

"Thayyib ana Rowwah, assalamu'alaiku m.."
Kepala ibu tsb bergoncang hebat dan kemudian muntah darah...
Alhamdulillah hingga saat ini beliau tdk pernah mengeluhkan penyakit di kakinya lg, pundak menjadi ringan, kepala plong, pendengaran menjadi jelas dan penglihatan menjadi jernih..
Smoga Allah sempurnakan kesembuhan bagi beliau..
آمين آمين آمين يا أرحم الراحمين....

Di antara gejala-gejala yg dialami oleh korban sihir ini adalah:
1.Sering bermimpi yg menyeramkan

2.Sering melihat orang yg menyeru namanya di dalam mimpi

3.Mendengar suara-suara yg mengajaknya berbicara ktika dlm keadaan sadar,namun ia tdk menemukan seorang pun di sekelilingnya

4.Banyak was-was, terutama saat wudhu

5.Curiga yg berlebihan terhadap teman dan orang2 yg dicintainya

6.Sering mimpi seakan-akan ia jatuh dari tempat yg amat sangat tinggi

7.Melihat monster/hewan buas di dalam mimpinya hingga ia terusik

8.Telinga sering sekali mendengung

#Bagaimana sihir ini terjadi..??????
Biasanya tukang sihir memerintahkan jin pesuruhnya utk mengganggu si korban dgn merubah bentuk menjadi hewan buas di alam mimpi, atau memanggil-manggil namanya dgn suara2 yg dikenali si korban atau dgn suara2 aneh yg menakutkan...

Tujuan utamanya agar orang yg tersihir itu stress dan bahkan gila, hal itu disebabkan dgn ketakutan dan kecurigaan yg terus menerus sehingga ia tdk pernah merasakan ketenangan di kesehariannya.. .

#Pengobatan Sihir HAWATIF:
1.Bacakanlah ayat2 ruqyah kpd korban sihir

2.Apabila berekasi, ancam jin tsb utk tidak mengganggunya lagi dan suruh ia keluar saat itu juga

3.Apabila tidak bereaksi hingga tdk sadarkan diri, berikanlah ma'lumat sbg berikut:

-Wudhu di setiap keadaan, terutama menjelang tidur, dan baca ayat Kursi

-bacakanlah 2 ayat pelindung (Al-Falaq Annaas) lalu tiupkan ke kedua telapak tangan dan usapkanlah ke seluruh tubuh 3 x stiap menjelang tidur

-Baca surat "Ash-Shaaffaat" setiap PAGI, dan surat "Ad-Dukhaan" setiap akan tidur,atau bsa juga dgn mendengarkan dua surat tsb..

-Bacalah surat al-Baqoroh setiap 3 hari atau dengarkan surat tsb..

-Bacalah 2 ayat terakhir surat al-Baqoroh menjelang tidur

-Baca do'a sbelum tidur:
بسم الله وضعت جنبي، اللهم اغفر لي ذنبي و أخسئ شيطاني و فك رهاني و اجعلني في الندي الأعلى

Bismillaahi wadho'tu janbii allaahummaghfir lii dzanbii wa akhsi' syaithoonii wa fukka rihaanii waj'alnii fin-nadiyyil-a'laa

-Sering2lah baca atau dengarkan surat2 berikut: Fushshilat, al-Fath, al-Jinn
Dengarkan surat2 ini 3 kali setiap hari

Setiap maklumat di atas harus dilakukan selama sebulan penuh, insya Allah akan datang kesembuhan padanya...

Wafaqonallaahu wa iyyaakum...

(Sumber kitab pendukung: ash-Shaarimul Battaar fittashaddiy lissahartil asyarar hal.190)

RENUNGAN MU'ALIJ : DAHSYATNYA RUQYAH

Disusun oleh : Abu Hazna
Mengapa begitu dahsyat?

Karena ia bersumber dari dua mata air yang teramat sangat jernih, yang tak kan pernah terkontaminasi oleh kotoran apapun jua.

Karena seseorang yang mencintainya pun pasti akan dicintai oleh Yang Maha Mencintai, bagaimana tidak, sebab hal ini adalah salah satu jalan Rasul-Nya.

Karena mereka yang memperdalamnya akan dekat dengan para ulama, minimal dengan buah karya tulis mereka, bukan dekat dengan orang² munafik, fajir, fasik bahkan kafir.

Karena ia kan meraih manisnya iman dengan izin-Nya, bagaimana tidak, tiap kali ia meruqyah, ia selalu membaca indahnya lantunan kalàmullàh, seindah ucapan, firman Allàh Tabàraka wa Ta'àlà.

Karena ia kan mendapat rahmat-Nya, bagaimana tidak, jika satu huruf dari Al-Qur'an bernilai 10 pahala, lalu berapa nilainya jika ia meruqyah berkali²? Insyà Allàh tanpa batas bila teriring jiwa yang ikhlash.

Lalu masihkah diri merendahkan dan membenci Sunnah Nabi kita tercinta ini beserta para pengamalnya?

RENUNGAN SEORANG MU'ÀLIJ