Friday, September 15, 2017

mengobati gerd dengan ruqyah mandiri

Mengobati GERD ( penyakit lambung ) dengan ruqyah mandiri, bekam dan herbal

Oleh  : Muhammad hafidz

Tulisan ini kami persembahkan bagi teman2 kami yang terkena penyakit gerd, tulisan ini kami buat berdasarkan pengalaman kami di lapangan , dan pasien2 yang terkena GERD yang memberikan testimoni kesembuhan setelah kami therapy.

mengingat banyak nya teman2 yang terkena sakit ini , dan terakhir berita yang beredar tentang gerd pada dokter ryan thamrin, maka kami hendak menshare cara untuk mengatasi penyakit gerd ini secara mandiri , semoga hal ini menjadi amalan kami di akhirat .. amin

banyak juga chat yang datang kepada kami bahwa sudah di ruqyah tapi belum ada perkembangan , hal ini krn ruqyahnya tidak rutin krn untuk sakit ini ruqyahnya haruslah rutin dan yang kedua peruqyahnya mungkin belum tahu metodenya sehingga meminta pasien dokter saja, semoga dengan tulisan ini banyak teman2 peruqyah yang bisa meruqyah sakit ini dengan izin Allah dan semakin banyak teman2 yang terkena gerd sembuh dengan izin Allah ta'ala

Gastroesophageal reflux disease yang biasa disebut GERD atau naiknya asam lambung ke tenggorokan adalah suatu keadaan ketika cairan di lambung berbalik naik ke kerongkongan. Cairan tersebut dapat memicu peradangan dan mengiritasi lapisan dalam kerongkongan.

Gejala utamanya adalah nyeri pada ulu hati yang terus-menerus dan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Tapi ada pula orang yang mengalami GERD tanpa merasakan nyeri di ulu hati; mereka mungkin merasakan sakit di dada, suara serak di pagi hari, atau kesulitan menelan. Mereka juga mungkin merasakan urat pada kerongkongan seolah ditarik, mirip saat tersedak makanan. GERD juga dapat menyebabkan batuk kering dan bau napas tak sedap. Hanya dokter yang dapat mendiagnosis GERD. Jika Anda merasakan kondisi seperti ini, segera hubungi dokter.

ciri - ciri GERD lainnya adalah

•Jantung berdebar di dada, nafas pendek dan sesak nafas.

•Sensasi di dada sebelah kiri  terasa  nyeri  seperti terbakar ( heart burn ) hingga menusuk ke belakang (punggung). Sehingga penderita menyangka terserang penyakit jantung padahal dada nyeri karena asam lambung.,

•Batuk berdahak lama tidak sembuh, suara parau, nafas berbunyi, tenggorokan berat dan serak, kerongkongan iritasi, mulut terasa asam.

•Betis bagian bawah terasa nyeri.

•Kaki dan tangan kram dan bahkan ada yang merasakan sensasi kram pada bagian perut dan pinggang.

•Rasa ingin mengeluarkan lendir atau dahak, ketika lendir sudah keluar, nafas terasa lega.

•Kalau kumat, kepala juga bereaksi, terasa keliyengan, berat, dan menimbulkan efek panik.

Mual Ingin muntah tetapi tidak muntah.

•Tidak bisa mengangkat beban terlalu berat, mudah capek dan berkeringat dingin, bahkan ketika makan pun berkeringat, khususnya bagian kepala dan tangan juga dada.

•Telapak kaki dan tangan kadang panas dan kadang dingin.

•Tidak bisa makan terlalu banyak, perut sudah terasa penuh, ketika makan melebihi porsi itu, nafas terasa sesak. Akibatnya  berat badan menurun drastis. 

•Bentuk feses tidak normal, kadang-kadang cair,  kadang-kadang berwarna hitam seperti gumpalan berwarna mirip darah dalam feses.

•Saat makan-makanan yang pedas dan berlemak, atau makan gorengan perut terasa nyeri sehingga penderita takut meneruskan makanannya. Akibatnya kalaupun makan hanya sedikit cenderung  hanya memilih makanan tertentu saja yang dianggap aman.

•Pikiran mulai panic, takut mati dan akhirnya semakin banyak berpikir negatif. Sering terkejut apabila ada suara-suara yang tiba-tiba muncul di sekitarnya meskipun tidak keras. 

•Mulai banyak berdiam diri di rumah, takut keluar karena menghindari resiko yang tidak diinginkan, inilah faktor psikologis turut memperparah penderita penyakit GERD ini.

Dari analisa yang kami lakukan terhadap beberapa pasien , sumber dari sakit ini adalah psikis pasien yaitu rasa was2 dan takut yang berlebihan , sehingga menyebabkan tubuh stress dan menyebabkan asam lambung bergejolak , demikian penjelasan medis

adapula dalam penjelasan analisa dunia non medis yaitu ruqyah syar'iyah , kami menyebutnya dengan jin psikis , dimana apabila jin ini masuk ke psikis seseorang , maka orang tersebut akan di buat teringat-ingat dengan masalah pada orang tersebut sehingga membuat orang tersebut takut berlebihan, dalam dunia psikologi biasanya mereka tidak tahu knp pasien teringat-ingat terus sehingga hanya memberikan obat penenang agar pasien tertidur , dalam dunia ruqyah kami mengetahui bahwasannya yang membuat manusia mengingat2 masalah buruk pada masa lalunya adalah syaiton , cara mengeluarkannya adalah dengan memberi pencerahan kepada pasien dengan nasihat lalu setelah itu baru mengeluarkan jin yang terus membuat ingatan itu terus looping ( terulang terus menerus ), sehingga membuat pasien dapat move on.

baik agar tidak panjang lebar , kita akan segera memulai therapy mandiri untuk penyakit GERD.

Ruqyah mandiri GERD

1. Tengadahkan tangan dan rapatkan tangannya lalu baca al ikhlas , al falaq dan annas  lalu tiupkan ke tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh 3x

2. lalu Istighfar dan Taubati rasa takut nya terus menerus , yakin kan bahwa anda tidak takut dengan kematian krn semua itu takdir Allah ta'ala , ikhlaskan semua penyakitnya kepada Allah , dan ridho dengan penyakitnya, sambil terus istighfar lakukan ini selama 10 menit atau lebih , laksanakan dengan penuh konsentrasi dan khusyuk kepada Allah ta'ala, krn kunci nya ada di therapy ini

2. sambil terus istighfar , niatkan dalam hatinya mengeluarkan jin yang membuat was2 / takut dalam diri kita, lalu usap2 ke atas dari perut ke dada ke leher lalu ke dagu, ulangi terus menerus sambil terus mengusap dari bawah ke atas , lalu batukan dengan keras terus menerus , yaitu batuk seperti kita mengeluarkan riak ketika pilek , biasa nya setelah itu kita akan muntah2 , pusing , lemas , kesemutan di seluruh tubuh atau sebagian tubuh , sakit pada tubuh tertentu, dan lainnya

3. apabila ada sakit berpindah2 tepuk2 tempat sakit tsb atau usap2 sambil baca al falaq dan annas

4. usap2 daerah lambung sambil membaca al falaq dan annas terus menerus, lalu naikan ke atas leher lalu batukan, biasanya akan muntah2, gemetaran , serasa banyak semut dan lainnya , ulangi terus 4 hal di atas setiap hari

BEKAM
datangi pembekam ahli dan minta di bekam di titik depan yaitu di titik lambung ada 3 titik yang biasa di ambil

HERBAL
gunakan herbal seperti gamat gold g , talbinah dan madu untuk penyakit medisnya , fungsi gamat untuk mempercepat proses regenerasi sel tubuh dalam proses penyembuhan , talbinah di campur dengan madu makan setiap pagi hari untuk mendinginkan lambung

dengan sinergi pengobatan di atas alhamdulillah banyak dari sahabat yang terkena gerd sembuh dengan izin Allah ta'ala , perbaiki ibadahnya , perbaiki tauhidnya , buka youtube dan tonton kajian ilmu ust kholid basalamah, mulai berubah merubah karakter buruk dan pikiran negatifnya, semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna untuk teman2

beri manfaat untuk teman2 yang anda sayangi dengan menshare / membagikan kisah nyata ini, semoga menjadi ibroh dan pahala bagi kita krn barang siapa yang menunjukan kebaikan , maka dia akan mendapatkan pahala dari menunjukan kebaikan tersebut.

jika penyakit tidak kunjung sembuh, dan ingin di Therapy khusus hubungi M.hafidz

08984754048 / 082111741113 / 085717292643

Ruqyah massal di sekolah

Pengadaan Ruqyah massal di sekolah itu perlu koordinasi yg baik antara guru dan Wali murid , sebagai peruqyah kita juga meski mengetahui hal ini , tanya kepada pihak sekolah apakah sudah mensosialisasikan kepada orang tua.?

Jangan memulainya tanpa perencanaan yg matang dari berbagai kasus kesurupan masal yg kami tangani persaingan antara lembaga pendidikanpun kerap terjadi dan melibatkan makhluk astral ini , termasuk sekolah adalah sarana yg empuk untuk mereka kuasai baik tempat ( karena bukan rumah tinggal ) dan diri para siswa mengingat labil dan minimnya aqidah mereka..

Koordinasi itu penting jangan sampai situasi kesurupan saat ruqyah massal menjadi celah untuk dimanfaatkan dukun menghantam ruqyah syar'iyyah, "  tuh anak kamu tadinya sehat di ruqyah jadi kesurupan, bahkan kesurupan berlanjut kerumah siswa ( bisa jadi karena monopoli dukun didaerah tst )...

Orang awam pasti akan membenarkan tuduhan dukun tst dan citra sekolahpun akan jatuh karenanya.. para walimurid mendemo sekolah menuntut anak - anak mereka di sembuhkan..!!

Sebab jin jin tersebut telah menjadikan sekolah sebagai rumah yg nyaman untuk mereka , mereka tentu  merasa terusik dengan keberadaan kita yg membacakan kalamullah dan  mengajak siswa kpd jln Allah , yah mereka terusik  dan akan memanfaatkan celah ini , untuk mendeskreditkan Ruqyah Syar'iyyah.

Pengalaman beberapa tahun yg lalu bersama peruqyah Bekasi dan kejadian yg sama di alami  Muhammad Adam Hussein bulan lalu.

Thursday, September 14, 2017

Ruqyah tanpa kesurupan

# Ruqiyah tanpa kesurupan#

Ruqyah tanpa kesurupan adalah upaya menjaga keseimbangan jasmani dan ruhani agar tidak terjadi kesurupan/kerasukan atau menahan agar tidak masuk adalam kondisi trance atau kondisi dikendalikan syaitan dengan menjaga kesadaran penuh.  Tehnik ini sangat effective untuk semua jenis ruqyah mandiri dengan mendengarkan Ayat Ruqyah dari Media Audio Digital atau dibacakan sendiri.

Tehnik Ruqyah:

Lakukan Muqodimah Ruqyah

Mohon kepada Allaah jalla wa'alla  agar dijaga dari kemasukan syaitan.

Bacakan ayat-ayat ruqyah
Dngn surat Alfatihah
Berdoa mhn kpd Allaah, agar terus diberikan kesadaran penuh,
Berdoa agar diturunkanlah hidayah

 (ataupun salah satu surah dalam Al Qur’an semisal, Ar Rahman, Al Jin, Al Mulk atau Al Baqarah dsb dengan meniatkan untuk menghancurkan atau membakar sihir dan jin dalam tubuh.

Saat terjadi getaran, maka anda harus proaktif menjaga kesadaran dengan cara menyentuh, mengusap atau menepuk-nepuk titik atau oragan tubuh yang sakit.

Terus bacakan atau dengarkan Ayat Ruqyah hingga sakit hilang atau muntah hebat atau kondisi lain.

Next....

Barokallaahufikum.

Sunday, September 10, 2017

Was-was yang berkepanjangan

Alfin, 28 tahun, karyawan swasta
Buang jauh was-was dari dalam hati. Karena hanya menyesakkan dada. Tepis dan dan hentikan sebelum was-was meracuni kehidupan Anda. Seperti kisah yang dituturkan Alfin. Empat tahun, ia menderita lantaran was-was.

Saya kerja sebagai room boydi sebuah hotel, di daerah Senen. Pas ketika tugas malam, jam dua, saya dibangunkan seorang preman. Namanya Anto. Dia mabuk. Ngomongnyangelantur tidak karuan, kata-katanya jorok. Bahasa binatang juga keluar semua.
Waktu itu suasananya rada sepi. Seorang lelaki paruh baya yang mojok bersama seorang wanita muda, terkejut mendengar bentakan-bentakan Anto. Saya tidak mengerti mengapa Anto marah. Padahal saya tidak punya urusan dengan Anto.
Mulanya, kubiarkan saja, agar tidak semakin ramai. Tapi Anto tetap ngoceh, akhirnya kubentak dia. Nyaris kami baku hantam di halaman hotel, kalau tidak dilerai teman-teman. Anto kemudian diamankan satpam hotel.
Pernah juga ada tamu yang marah. Ia mengancam, "Hati-hati kamu. Nyawa itu bisa dibayar," katanya dengan mata melotot.
 Berbagai peristiwa itu menyadarkanku, betapa keras kehidupan malam di hotel. Dari situ, saya mulai belajar beladiri. Bukannya ingin dibilang jagoan, tapi hanya untuk penjagaan. Kehidupan malam memang keras.
Saya tertarik belajar silat Betawi. Karena pesertanya kebanyakan orang Betawi. Jadi, saya merasakan persatuannya lebih kuat. Ada semangat kesukuan di sana untuk mempertahankan budaya Betawi. Kami latihan seminggu sekali. Nah, malamnya disuruh makan ketan dan kelapa muda. Menu yang satu ini, menjadi rutin setiap malam. Saya tidak tahu kenapa harus makan ketan dan kelapa muda. Pokoknya yang penting bisa, gitu saja.

Setelah tiga bulan, dilanjutkan dengan ritual mandi kembang. Waktunya jam tiga malam. Pesertanya banyak juga yang dipanggil ustadz.
Setahun saya belajar silat Betawi. Kerja di hotel, juga masih lancar-lancar saja. Meski gangguannya tidak berkurang. Mata juga masih suka jelalatan. Nggak bisa 'diam' melihat wanita cantik. Ya, kerja di hotel, banyak wanita cantiknya. Godaannya juga banyak.
Setahun belajar silat, saya tertarik dengan perguruan silat lain. Tempatnya tidak jauh dari rumahku. Yang ngajarjuga masih orang Betawi. Ada alasan tersendiri mengapa saya bergabung. Cara mengusai jurus di perguruan ini lebih mudah. Cukup dengan membaca wiridan dan puasa selama seminggu.
Sesudah puasa seminggu, jam sebelas malam, saya disuruh makan pisang emas dan kelapa muda.
Ketika merapal wiridan, tanganku bergerak sendiri. Saya hanya membaca dua kalimat syahadat dan beberapa do'a lain dengan mata terpejam. Tanganku bergerak dengan sendirinya. Katanya, jurus yang keluar itu adalah jurus bangau.
Di sana, saya hanya belajar seminggu. Setelah itu, saya tidak datang lagi. Bukan karena sudah menguasai jurusnya, tapi saya kurang sreg saja. Kuakui, sesekali saya masih penasaran dengan jurusnya. Kadang, saya masih mempraktikkannya. Lalu kuhentikan lagi ketika tanganku mulai bergerak.

Didera sakit berkepanjangan
Pertengahan 2003, saya keluar dari tempat kerja. Hotelnya bangkrut. Untuk sesaat, saya kembali menganggur setelah bekerja dua tahun setengah. Tiga bulan kemudian, saya sakit. Sakit biasa. Leherku sakit. Mata juga berkunang-kunang. Sehari dua hari, kuanggap penyakit biasa yang segera sembuh setelah minum obat.
Tapi makin lama makin parah. Kalau bangun pagi, kemudian mandi rasanya itu dingin. Bila sudah begitu, kepala terasa pusing. Saya tidur lagi. Siangnya, sakit lagi. badan itu rasanya berat saja. Malas untuk melakukan aktifitas.
Kira-kira sakit sudah dua bulan, di bulan Desember, bertepatan dengan bulan Ramadhan, sepupuku meninggal. Saya ikut memasukkan jasadnya ke liang kubur. Setelah sepupu meninggal itu badanku lemas sekali. Seperti tidak ada tulangnya. Orang-orang bilang, saya kesambet(kesawanan). Saya berobat ke dokter. Memang badan agak mendingan.
Tapi sehari sepulang dari berobat, ketika sedang shalat tarawih, kepalaku pusing. Rasanya seperti digoyang-goyang. Jadinya, shalat juga tidak khusyu'.
Dalam hati, saya berpikir, ada apa nih. Wah saya mau mati nih. Mau mati nih. Saya ketakutan luar biasa. Muncul was-was itu awalnya di situ. Saya takut mati. Saya takut menyusul sepupu yang jasadnya baru dimakamkan kemarin.
Saya pulang dari masjid dengan gontai. Tidak punya semangat. Orang tua yang melihat gaya berjalanku yang tidak biasanya, menegur. "Kenapa Fin?" tanya ibu. "Nggak apa-apa ma," kataku. Saya katakan, tidak apa-apa, tapi kondisiku kian kritis. Nafasku tersengal-sengal seperti habis sprint.
Malam itu, saya berobat ke dokter. Kata dokter, ini karena pikiran saja. Dokter menyarankanku untuk melupakan masa lalu.  Hotel yang bangkrut, pengangguran atau sepupu yang telah meninggal.
Saran dokter kuturuti. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Malamnya saya mimpi menyeramkan. Sepupuku yang sudah meninggal datang. Ia memanggil-manggil namaku. Saya merinding. Saya berlari dan terus berlari, sebelum akhirnya terbangun dengan nafas tersengal-sengal.
Esok malamnya, seorang wanita cantik datang menghampiri. Pakaiannya tipis menantang. Wanita muda itu mengajakku bermain cinta. Entah mengapa, saya terbawa suasana. Hingga akhirnya saya bangun dengan celana yang sudah basah. Ya, malam itu saya mimpi berhubungan intim dengan seorang wanita yang tidak kukenal. Saya istighfarberulang-ulang.
Mimpi demi mimpi selalu menghampiri tidur malamku. Membuat jiwaku semakin tidak tenang. Meski itu adalah malam-malam terakhir di Bulan Ramadhan, tapi mimpi menyeramkan tak pernah henti mentertawakanku. Alhasil, malam-malam itu kulalui dengan ketakutan. Saya sering tidak bisa tidur hingga menjelang Shubuh.
Siangnya, badan terasa lemas, tidak bertenaga. Mengangkat kepala saja rasanya berat. Hidup seperti sudah tidak lagi bergairah. Orang tua tahu, kalau saya sakit. Tapi saya tidak menonjolkan was-was karena takut mati. Saya bersyukur, diberi ketenangan. Tidak gedebak-gedebuk. Karena selalu saya bawa ngaji habis Maghrib.
Sehabis lebaran, leher tidak lagi terasa sakit. Tapi gantian, dada sebelah kananku yang sakitnya bukan main. Sampai meringis saya menahannya. Di bulan Januari, saya berobat lagi ke dokter. Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan paru-paru. Kata dokter, paru-paruku bagus. Kondisi jantung juga bagus. Hanya saja, detak jantungku ada masalah, kata dokter. Saya sendiri merasakan detak jantungku berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Itu pun dengan suara keras yang terdengar telinga.
Sakitnya lebih parah dari yang di leher. Hampir tiap hari, saya harus memegang dada dengan tangan kanan untuk menahan rasa sakitnya. Dalam kondisi yang demikian itu, saya berpikir, usiaku tinggal sedikit.
Ya Allah, usia saya tinggal sedikit lagi nih. Lintasan-lintasan seperti ini selalu berkelebat di benakku. Saya periksa ke dokter umum, difonis TBC. Saya makin takut. Was-was lagi. Sama dokter, saya disuruh minum obat selama tiga bulan non-stop. Katanya, tidak boleh putus minum pilnya.
Ketika sudah berobat dua bulan, dokternya pergi ke luar negeri. Saya bingung. Wah, nggak nyampai nih (sudah hampir meninggal). Itu belum ada perubahan, masih seperti dua bulan sebelumnya.
Akhirnya saya dibawa berobat ke rumah sakit. Kebetulan lagi ada program pengobatan TBC gratis. Alhamdulillah, tidak bayar. Periksa macam-macam. “Siapa yang ngasih kamu obat TBC?” tanya seorang dokter. “Dokter,” kataku.
“Kamu sudah diperiksa darah belum?” selidiknya. “Sudah periksa riak?”. Saya diberondong dengan banyak pertanyaan. Semuanya saya jawab belum. Karena kenyataannya begitu. Akhirnya dokter melarang saya melanjutkan minum obat TBC.
Saya makin bingung. Kata dokter umum, saya sakit TBC. Tapi hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, saya dinyatakan terbebas dari TBC. Padahal, saya masih merasakan sakit yang sama. Kalau sudah parah, mata saya gelap. Saya tidak kuat berdiri lama-lama.

Beralih ke pengobatan alternatif.
Sepulang dari rumah sakit, saya mulai beralih ke pengobatan alternatif. Saya diantar sepupu saya ke Bogor. Sampai di sana, ustadznya sedang keluar.  Saya kemudian diterapi oleh istrinya. Pertama, punggung saya ditepuk-tepuk dengan daun sirih. “Ini cuma stress doang nih,” katanya.
Kondisi fisik saya yang lemah itu, katanya hanya karena stress. Padahal nafas saya pendek. Kalau bicara juga tersengal-sengal. “Nanti tiga hari lagi datang ke mari. Nih, saya kasih daun sirih. Bacakan istighfar, minta kesembuhan kepada Allah, lalu lempar ke atas genting,” katanya sambil menyodorkan daun sirih.
Tiga hari kemudian, mau balik ke Bogor, nafasku tersengal-sengal. Sepert orang habis sprint seratus meter saja. Pergelangan tangan saya lemas. Dalam hati, ya Allah saya mati nih. Saya mati nih. Saya ingat itu malam jum'at. Habis baca yasin.
Jam setengah sembilan. Langsung dibawa ke rumah sakit. Langsung periksa jantung. ‘”Oh, anak ibu ada kelainan jantung. Dirawat saja,” kata dokter yang memeriksa  saya.
Hari pertama, leher saya diperiksa, katanya bagus. Hari kedua, gantian lever yang diperiksa. Katanya, juga bagus. Jantung juga diperiksa, tapi lambung tidak. Karena saya tidak merasakan keluhan di lambung. Lima hari di rumah sakit, saya selalu dikasih obat penghilang nyeri. Sakitnya itu minta ampun.
Kalau sudah mau adzan Ashar, badan tidak enak. Maghribnya sesak nafas. Sesudah begitu saya selalu was-was. Saya gelisah. Setelah lima hari di rumah sakti, dokter mengizinkan pulang, karena secara medis, saya dinyatakan tidak mengidap penyakit apa-apa. Dokter hanya menyarankan saya dibawa berobat ke alternatif.  “Coba ke alternatif,” kata seorang dokter kepada ibu.
Sepulang dari rumah sakit, saya tidak berani masuk rumah. Saya nggak tahu, kenapa. Nafasku kembali sesak. “Pokoknya saya minta berobat,” kataku kepada sepupu. Kebetulan ada teman yang menganjurkan berobat ke Cibinong, Bogor.
Dari rumah sakit, saya hanya ganti baju, langsung  berangkat ke Cibinong. Ketika datang, saya dilihatin saja. “Sakit apa ente?” tanya ustadz. Kebetulan ia Betawi juga. “Nggak tahu ustadz, sudah setahun sakit kepala. Badan berat rasanya. Nafas juga sering tersengal-sengal,” kataku.
“Ente, pernah mandi apa nih?” tanyanya. Saya ceritakan ritual mandi ketika belajar silat dulu. “Nah, itu tuh. Sebabnya dari situ,” katanya. “Ada nggak lagi sebabnya?” tanyanya. “Ada ustadz, saya juga ngamalin ini dan itu, biar menguasai jurus silat,” kataku.
“Itu dia. dari situ juga. Ente lepas deh,” “Sudah ustadz, sudah lama kutinggalkan. Sudah dua tahunan,”kataku panjang lebar.
“Itu (jin) walau sepuluh tahun dua puluh tahun, masih tetap ngikut kalau tidak dibuang,” katanya. diajak ngobrol begitu, tahu-tahu badan saya rasanya enak. Plong. Sakit terasa hilang. Was-was hilang. Tubut  terasa enteng.
“Ente sekarang, sudah menikah apa belum?” tanyanya lagi. Ustadz menyuruh saya menikah. Orang tua saya bingung, masih sakit-sakitan, gimana mau nikah. Kerja saja belum, pikirnya.
Saya dikasih air putih yang telah dibacakan doa. Doanya dari al-Qur'an dan hadits. Kepala saya diurut, sesudah itu disuruh pulang. selama dalam perjalanan, saya merasakan sehat. Tapi sampai di rumah, pusing lagi. Saya takut lagi. Kata Ustadz di Cibinong, saya sakit was-was. Sakit perasaan. “Ente hilangi itu. enta lawan. Ente nggak sakit” saya berusaha menerapkan wejangannya, tapi begitu sampai di rumah, pandangan mata saya langsung kabur.
Awalnya, saya pikir, karena rumah saya ada penunggunya. Tapi ketika menginap di rumah saudara juga begitu. Tidak ada bedanya. Kalau sedang berjalan, perasaan saya benda-benda di sekitar saya itu berjalan semua. Karena saking pusingnya. Tiap hari saya rasakan itu dan sudah bertahun-tahun.

Lawan dan lawan
Dulu, saya sempat takut kerja. Karena takut terjatuh ketika kerja. Tapi saya ingat dengan pesat ustadz di Cibinong, bahwa perasaan itu harus dilawan. Alhamdulillah, perasaan itu sedikit demi sedikit hilang.
Saya melamar kerja di rekanan PLN. Waktu tes itu, kepala saya pusing sekali. Cuma saya mau berubah. Saya mau sembuh. Maka sakit kepala itu kulawan terus. Badan saya sampai basah keringat. Alhamdulillah, saya diterima.
Dalam hati ada keraguan, apa saya mampu bekerja. Karena saya kebagian tugas lapangan sebagai pencatat meteran listrik. Benar, badan saya memang tidak enak. Kepala sakit. Lemas, tapi saya paksa kerja. Prinsip saya, kalau tidak benar-benar mau jatuh, saya akan tetap kerja.
Atasan tidak tahu, kalau saya sakit. Teman-teman juga tidak tahu, kalau saya tidak cerita. Alhamdulillah, saya dikasih kekuatan. Kalau saya turutin lemahnya badan dan tiduran saja, was-was itu akan muncul lagi. Macam-macam ketakutan yang timbul. Sakit jantung lah, tumor lah. Atau penyakit dalam lainnya. Ujung-ujungnya hanya melemahkan mental.
Suatu hari, saya tertarik dengan judul sebuah majalah. “Beda sakit medis dan gangguan jin”. Majalah apaan itu. saya tertarik. Lalu saya baca. Rupanya itu adalah edisi ke enam dari Majalah Ghoib. Kubaca lembar demi lembar. Akhirnya saya tertarik untuk mengikuti terapi ruqyah.
Waktu itu ruqyahnya masih di Kebon Manggis, Jakarta Timur. Saya datang ke sana. Saya takut. Kok, pada teriak-teriak, pikirku. Ketika saya diruqyah, saya muntah. Setelah mengikuti terapi ruqyah, saya sadar bila dalam diriku ada gangguan jin. Saya merunut kembali ke belakang. Saya teringat dengan ucapan Ustadz di Cibinong. Bahwa jin itu bermula dari ilmu silat yang kupelajari.
Setelah diruqyah, saya datang ke guru silat dulu. Keduanya kudatangi. Kata guru yang mengajarkan jurus-jurus melalui latihan fisik, dia tidak menggunakan jin. Tapi guru yang mengajarkan wiridan mengatakan, “Iya, memang dulu Alfin pas belajar itu tidak ada kontak lagi dengan saja. Mungkin nih, si ghoib (jin), bingung mau kemana. Mau ke Alfin, atau mau ke saya. mungkin larinya jin itu ke Alfin.”
 “Belajar begini, tergantung keyakinan. Tidak bisa setengah-tengah begitu,” katanya. Wah, kalau tahu dari dulu, saya tidak mau belajar, kata saya. saya belajar kan buat jagain badan. Takut ada apa-apa di hotel.
“Dulu, kamu suka ngintip sih,” katanya. Saya dibilang begitu. “Belajar ginian harus dibawa yang benar,” Katanya membela diri.
Memang kuakui, saya dulu suka mengadu ayam, suka maksiat segala macam. Pengaruh kerja di hotel itu memang tidak bagus buat diriku. Mungkin itu juga yang membuat sakit saya berlarut-larut.
Tapi semuanya sudah terjadi.  Tidak mungkin ditarik lagi. Yang bisa dilakukan hanyalah mencari solusi terbaik atas masalah ini. Guru berjanji membantu saya semampunya. “Sabar deh Fin, saya juga manusia biasa. Ibaratnya kalau mau sembuh itu lakukan sama-sama. Alfin berdoa, saya juga berdoa,” katanya.
Saya datang lagi mengikuti terapi ruqyah. Sama Ustadz Junaidi. Pakai kayu, kaki saya dipencet. Sakitnya minta ampun, sampai keluar air mata. Alhamdulillah, malamnya saya merasakan enakan. Saya seperti tidak sakit lagi. Kepala juga enteng.
Eh, beberapa bulan kemudian kambuh lagi. Biasanya didului dengan mimpi yang menyeramkan. Saya mimpi dikejar anjing. Saya naik ke tembok. Anjingnya meloncat-loncat, tapi tidak bisa menjangkau saya.
Sampai Maret 2004, keluhan di dada hilang. Tahu-tahu beralih ke perut. Perut saya kembang. Gejalanya itu tiba-tiba. Datangnya habis Ashar. Sampai saya tidak berani tidur di bawah kipas angin. Takut kena angin duduk.
Sebenarnya sesudah ruqyah itu kesehatanku membaik. Tapi saya masih suka maksiat saja. Masih suka nonton film BF. Kalau sudah maksiat begitu, saya ingat, oh ya badan lagi sakit begini, kok saya nonton beginian. Akhirnya saya balik lagi berdzikir.
Terkadang, saya menghayal yang tidak-tidak. Saya mengingat kembali ketika masih kerja di hotel. Ini juga buat pelajaran bagi siapapun, memang benar kalau maksiat itu ‘makan badan.’
Ntar, penyakitnya datang lagi. Saya gemetaran. Biasanya kalau sudah sakit begitu, saya sering membaca al-Qur'an terus minum air putih. Habis ngaji saya membaca buku ruqyah sampai habis. Alhamdulillahmendingan. Kalau sudah mengaji itu was-wasnya hilang.
Suatu ketika, saya tertarik mengikuti saran teman untuk berobat alternatif ke Pak Hadi di Jakarta Timur. Saya datang bertiga dengan teman. Setelah ngobrol beberapa saat, Pak Hadi menggerakkan tangannya seakan menangkap sesuatu.
”Ente datang tidak bertiga. Ente datang berempat,” katanya. Teman saya bingung. Saya juga bingung. Karena makhluk yang ke empat itu tidak pernah kami lihat selama dalam perjalanan hingga ke rumah Pak Hadi.
Dari situ, saya kurang sreg. Akhirnya saya tidak datang lagi ke sana. Saya beralih ke pengobatan medis.  “Sakit apa dok,” tanya saya. “Nggak. Kamu nggak sakit. Cuma saya tidak tahu kamu dulu belajar apa,” jawab dokter.
Saya kaget. “Emangnya kenapa dok?” “Ya, urat syaraf kamu dari belakang sini, sampai sini bengkok-bengkok,” katanya.
Saya langsung teringat tukang urut. Setiap kali memijat saya, dia selalu mengatakan bila urat punggung saya itu mringkel-mringkel. Bengkok-bengkok tidak karuan.
“Sudah kamu tidak usah periksa-periksa lagi. Kamu sehat. Kamu tidak ada penyakit. Nggak ada sakit ginjal, jantung atau paru-paru,” kata dokter. Sejak itu, saya tidak berobat ke dokter-dokter. Ke alternatif juga tidak. Meski tidak bisa dikatakan bahwa saya sudah sembuh. Rasa sakit di dada memang sudah tidak terasa, tapi ia berpindah ke lambung  hingga saya sering sendawa.
Biasanya yang kulakukan hanyalah membaca al-Qur'an dan doa-doa ruqyah kemudian meminum air putih. Hanya saja, saya kembali was-was setelah saya kecapekan mendorong motor yang mogok di jalan.
Kuakui kurang lebih tiga bulan sebelumnya, ibadah saya kendor. Jamaah di masjid berkurang, membaca al-Qur'an berkurang, dzikir juga kurang.  Malam harinya, ketika bangun, tiba-tiba mata saya gelap. Nafas pendek. Saya tidak kuat jalan. Saya sampai buang-buang air dan muntah.
Saya shalat malam. nah sesudah shalat itu was-wasnya makin menguat. Ya Allah, sakit apaan ini.
Akhirnya saya datang lagi mengikuti terapi ruqyah di Majalah Ghoib. Pas mau ruqyah, saya duduk di teras dekat meja penjualan. Sayup-sayup, saya mendengar ada ustadz yang sedang menterapi pasien. Tiba-tiba, saya ingin muntah. Itu masih di teras. Saya lari ke belakang. Habis muntah-muntah itu badan enakan.

Friday, September 8, 2017

Pentingnya Tazkiyatun Nafs

@ Pentingnya Tazkiyatun Nafs@

Bismillahirrahmanirrahim
Tazkiyatun nufus sangat penting bagi kehidupan seorang Mukmin. Terlebih lg bagi seseorang yg sedang di uji oleh gangguan jin dan sihir. Karena itu, sungguh logis jika para peruqyah telah menjadikan tazkiyatun nufus sebagai sarat dalam proses pengobatan.

Tazkiyatun nafs adalah upaya membersihkan diri dari segala daki daki hati. Adapun daki daki yg kerap mengotori hati adalah dosa, terutama sekali adalah dosa syiriq .

Hati yg kotor karena dosa, tak hanya bisa membikin hidup seseorang menjadi bengkok, tp juga gelap dan sumpek. Jika hati telah gelap dan sumpek, akan ada semacam magnet yg menarik bagi syetan jin utk mengendalikan kehidupannya. Dan juga, lewat hati yg gelap, maka sihir dan jin kiriman akan menemukan pijakan kekuatannya utk tetap bertahan. Karena itu, tazkiyatun nafs dlm pengobatan ruqyah menjadi mutlak penting. Itu tak lain, karena syetan jin Takan betah, atau bahkan akan tersiksa jika tetap bertahan dalam hati yg telah di bersihkan.

Rosulullah pernah menjelaskan tentang pentingnya tazkiyatun nafs / pembersihan jiwa.
" “Tiga perkara yang apabila seseorang melakukannya, dia akan merasakan manisnya iman: (1) Seseorang beribadah kepada Allah saja, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, (2) Seseorang mengeluarkan zakat malnya setiap tahun, tidak mengeluarkan yang tua, yang jelek, atau yang sakit. Namun, dibayarkan dari harta kalian yang tidak terlalu mahal, karena Allah  tidak meminta yang terbaik kepada kalian, juga tidak memerintah yang terjelek. (3) Seseorang membersihkan jiwanya.” Ada yang bertanya, “Apakah yang dimaksud membersihkan jiwanya?” Rasululllah menjawab, “Dia meyakini bahwa Allah l bersamanya (mengawasi dan mengetahui) di mana pun ia berada.” (HR. ath-Thabarani dan al-Baihaqi, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

Asy-Syaikh al-Albani mengatakan bahwa asy-Syaikh Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli menerangkan, “Makna ‘Dia meyakini bahwa Allah  bersamanya (mengawasi dan mengetahui) di mana pun ia berada,’ yakni ilmu Allah meliputi segala sesuatu.."

Mengatakan Allah itu ada memang gampang. Tapi menyadari dan merasakan  bahwa Allah itu selalu mengawasi, tentu tidaklah mudah. Padahal, sungguh mustahil bagi kita bisa menyelaraskan kehidupan dg syari'ah-Nya tanpa adanya kesadaran tsb. Dan nampaknya  ini pula yg telah membuat kita masih susah merasakan manisnya iman.

Untuk membuat kita bisa menyadari pengawasan dari Allah kuncinya adalah makrifatullah. Dan utk kepentingan ini ilmu tauhid lah jawabannya. Bukankah upaya para Nabi mengubah kegelapan dan kotornya hati kpd cahaya itu dg dakwah tauhid?

Allah  memerintahkan Nabi Musa  untuk berkata kepada Fir’aun,
Katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan engkau akan kupimpin ke jalan Rabbmu agar engkau takut kepada-Nya?” (an-Nazi’at: 18—19)

Allah l berfirman tentang Nabi-Nya Muhammad ,
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, serta mengajari mereka al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (al-Jumu’ah: 2)

Di antara doa Rasulullah adalah sbb,
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
“Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, sucikanlah jiwaku, karena Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang membersihkannya. Engkau adalah wali dan maulanya.” (HR. Muslim)

Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim  berkata, “Di antara kaidah umum yang disepakati dalam kitab para nabi adalah masalah tazkiyatun nufus dan penjelasan bahwa kebahagiaan yang hakiki tidak akan terwujud selain dengan menyucikan jiwa melalui ketaatan kepada Allah , beribadah hanya kepada-Nya, dan mengutamakan akhirat daripada dunia. Allah  berfirman,
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia melaksanakan shalat. Tetapi, kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (al-A’la: 14—19)

Demikian apa yg bisa kusampaikan. Semoga bisa menjadi pendorong utk utk lebih serius lg melakukan pembersihan jiwa/tazkiyatun Nafs. Hal ini urgent, karena dg bersihnya hati, jiwa akan menjadi lapang dan damai. Di lain fihak, hal tsb ( bersih nya hati) akan membuat lebih kondusif lg untuk kesehatan pisik dan penanganan gangguan jin. Wallahu'alam
@ Roqi @

Thursday, September 7, 2017

Akibat pagar ghoib

Akibat memakai pagar ghoib

oleh : Muhammad Hafidz Alghifari

seorang ibu di bsd memanggil kami untuk meruqyah dirinya ,beliau bercerita di santet oleh menantunya , krn sudah 3 ustadz dukun berkata bahwasannya yg mengirim adalah menantunya, dan saat ini sang ibu sudah menyuruh anaknya menceraikan menantunya , krn kata semua ustadz dukun jika di ceraikan  maka santet nya akan hilang , setelah menantunya di ceraikan sakit tidak kunjung sembuh dan bertambah parah , inilah tipu daya syaiton baik dari setan manusia yaitu ustadz dukun dan syaiton dari bangsa jin , semua bersekutu untuk menghancurkan manusia dan membuat fitnah kepada manusia

Al-An'am 6:112

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِىْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا‌ؕ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ‌ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.

setelah kami jelaskan mengenai fitnah2 tersebut, maka kami ruqyah beliau, saat di bacakan ayat2 ruqyah jin dalam tubuhnya berbicara bahwa dia kiriman dan menantunya , kami jawab bohong dari mana kamu?, jin diam , akhirnya kami bacakan ayat2 ruqyah terus menerus untuk menyiksa jinnya , jin pun meraung2 , tapi tetap kami biarkan agar jin kapok dan mau jujur, akhirnya setelah beberapa menit akhirnya kami tanya lagi,

siapa sebenarnya kamu dan dari mana kamu ?
jin : saya dari damiri
anggota keluarga kaget dengan kata2 jin tsb, krn damiri adalah ustadz dukun yang dahulu di mintai tolong ibu tsb untuk memasang pagar ghoib di tubuhya. akhirnya kami minta jin itu keluar, dan setelah itu sakit ibu tsb hilang dgn izin Allah.

teman2 inilah akibat kita meminta tolong kepada setan manusia yaitu ustadz dukun , mereka itu tidak lebih dari memberikan kita angan2 dan janji kosong bahwasannya pagar ghoib bisa membuat kita terjaga dari sihir dan lainnya, ternyata syaitan jin pagar ghoib itu malah menyakiti korban begitu tidak di berikan makan lagi.

An-Nisa' 4:120

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيْهِمْ‌ؕ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْـطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا

(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.

ciri2 mereka yang di sakiti jin dari pagar ghoib
1. sakit di ulu hati rasanya tembus sampai belakang
2. merasa lemas
3. sakit berpindah2
4. sering pusing
5. bawaanya marah2
6. slalu berprasangka buruk

jika teman ada teman2 yang pernah ke syaitan ustadz dukun dan merasakan hal di atas sebaiknya secepatnya di ruqyah

Wednesday, September 6, 2017

pelatihan ruqyah bulan september

*PELATIHAN DAN PENGOBATAN RUQYAH SYAR’IYYAH GRATIS CIATER - SERPONG, JAGAKARSA - JAKSEL, GANDUL - DEPOK, BOJONGSARI - DEPOK, PASAR MINGGU - JAKSEL, KEBAYORAN BARU - JAKSEL*

*Komunitas Cinta Ruqyah (KCR) Tangerang*

Pemateri:
_Muhammad Hafidz, dan Abu azka SQ_

MATERI :
– _Tauhid dan Ruqyah_
– _Mengenali perbedaan ruqyah syar’iyah dan ruqyah syirkiyah_
– _Mengenali ciri gangguan jin_
– _Meruqyah gangguan jin Keturunan_
– _Mengenali Ain_
– _Mengetahui theraphy 'Ain_
– _Mengetahui cara membatalkan 'Ain_
– _Praktek ruqyah mandiri_
– _Praktek ruqyah pembatal 'Ain_
– _Praktek ruqyah berpasangan_
– _Praktek ruqyah berkelompok_
– _Praktek peserta meruqyah peserta lain yg terkena gangguan jin/sihir_

*Insyaa Allah akan di laksanakan pada* :
=============================
📆 : *Minggu 10 September 2017*
⏰ : *07.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MASJID AL-MUHAJIRIN*
🏠 : *PERUMAHAN CIATER PERMAI, KEL CIATER, KEC SERPONG, TANGERANG SELATAN*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔎 *MAPS*
https://goo.gl/maps/1cnnv3Pwg2D2
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
DAVID - 08122864779
M.APAS-0895610353657
sugie - 081511014581
M.Hafidz - 08984754048
=============================
=============================
📆 : *Sabtu 16 September 2017*
⏰ : *08.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MASJID BILAL ISTN*
🏠 : *Kampus ISTN*
Jln. Srengseng Sawah No. 41, RT. 013 / RW. 09, Srengseng Sawah, Jagakarsa - Jakarta Selatan 12630
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔎 *MAPS*
http://maps.google.com/?cid=11245227147076412470&hl=en&gl=us
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
FIRDAUS -  08174858592
SUGI - 081511014581
ANDRIANSYAH - 0858 1030 8084
=============================
=============================
📆 : *Minggu 17 September 2017*
⏰ : *08.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MUSHOLLA AL - ANSHORIYAH*
🏠 : *JL. AHMAD FAMILY RT. 002 / RW 06 NO. 21 CINERE GANDUL - DEPOK*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
MARUDIN AMSIR : 087775645469
APAS : 0895610353657
Andriansyah : 0858 1030 8084
=============================
=============================
📆 : *Kamis 21 September 2017*
⏰ : *08.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MASJID AL MASANIH*
🏠 : *JL. Indah 1 RT. 003 / RW. 06 No. 60,
Kel.Curug, Kec. Bojong sari - Depok
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔎 *MAPS*
https://goo.gl/maps/RUscxr8jjB12
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
IBU SARI - 081294325806
Firdaus - 08174858592
Andriansyah - 0858 1030 8084
=============================
=============================
📆 : *Sabtu 23 September 2017*
⏰ : *08.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MASJID JANNATIN*
🏠 : *Jl. Raya Cilandak KKO, RT. 003 / RW.05, Cilandak Timur, kec. Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12560*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
FIRDAUS -  08174858592
ANDRIANSYAH - 085810308084
NEVA IRIANTI - 085777835 333
=============================
=============================
📆 : *Minggu 24 September 2017*
⏰ : *08.00 – SELESAI wib.*
🕌 : *MASJID AL - BARKAH*
🏠 : *JL. SAWO, RT. 009 / RW. 05, CIPETE UTARA, KEBAYORAN BARU - JAKARTA SELATAN*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📱 *CONTACT PERSON*
Pak JOKO - 081585597588
Ust. SUGI - 0815 1101 4581
ANDRIANSYAH - 0858 1030 8084
=============================

Bawa keluarga anda yang terkena penyakit *fisik, psikis dan gangguan jin / terindikasi terkena mahluk halus.*
Satu keluarga satu peruqyah , jadilah peruqyah untuk keluarga anda.
Tonton terus khazanah *TRANS7* setiap hari pukul 05.45 pagi.
Saksikan Channel _youtube NurishTv._

NB :
Panitia tidak menyediakan *makan siang*.
_Jamaah diharapkan masing2 membawa :_
*• Plastik kresek* dan
*• Air minum gelas / botol.*
Bawa semua *_JIMAT-JIMAT_* anda.

Sebar dan beri manfaat untuk kerabat, teman, dan komunitas anda.

=============================
*INGIN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN RUQYAH TAPI BINGUNG DENGAN PROSESNYA SILAHKAN HUBUNGI TEMAN2 KAMI*

*HERU         087881890960*
*APAS         0895610353657*
*HAFIDZ     082111741113*

Efek Bekam Terhadap Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Tulisan ini diambil dari buku Dr. Ahmad Razak Sharaf berjudul “Penyakit dan Terapi Bekamnya”. Langsung saja efek bekam terhadap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah:
1.       Bekam berperan menenangkan sistem syaraf simpatik (sympathetic nervous system). Pergolakan pada sistem syaraf simpatik ini menstrimulasi sekresi enzim yang berperan sebagai sistem angiotensin renin. Setelah sistem ini tenang dan aktivitasnya berkurang, tekanan darah akan turun.
2.       Bekam berperan menurunkan volume darah yang mengalir di pembuluh darah sehingga mengurangi tenanan darah.
3.       Bekam mengendalikan kadar hormon aldosteron sehingga mengendalikan tekanan darah pula.
4.       Zat nitrit oksida (NO) berperan dalam vasodilatasion (proses perluasan pembuluh darah) sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah.
5.       Kadar sodium didapati menjadi proposional setelah dilakukannya bekam sehingga menurunkan tekanan darah.
6.       Bekam, melalui zat nitrit oksida (NO), berperan meningkatkan suplai nutrisi dan darah yang dibutuhkan oleh sel-sel dan lapisan lapisan pembuluh darah arteri maupun vena, sehingga menjadikannya lebih kuat dan elastis serta mengurangi tekanan darah. Penderita hipertensi pun mendapatkan kesembuhan, dengan izin Allaah.
7.       Bekam berperan menstimulasi reseptor-reseptor khusus yang terkait dengan penciutan dan peregangan pembuluh darah (baroreseptor) sehingga pembuluh darah bisa merespon berbagai stimulus dan meningkatkan kepekaannya terhadap faktor-faktor penyebab hipertensi.


Catatan:
1.       Penderita hipertensi harus berhenti mengkonsumsi makanan-makanan pedas dan mengandung banyak sodium seperti garam dan acar. Juga harus menghentikan merokok.
2.       Penderita hipertensi harus berusaha mengurangi kelebihan berat badan. Hal itu akan membantu menurunkan tensi darah.
3.       Penderita hipertensi harus menghindari situasi-situasi yang menimbulkan tekanan psikologis atau dampak psikologis yang buruk.
4.       Penderita hipertensi hendaklah rutin melakukan berbagai macam olah raga seperti jalan kaki, lari, dan renang. Ini akan membantu mengatur tekanan darah.
5.       Penderita hipertensi harus meminum obat-obatan penurun tekanan darah secara teratur dan menghentikan obat-obatan tersebut pada hari berbekam agar tidak mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah secara drastis sehingga mengakibatkan tekanan darah rendah.
6.       Jika ada penyebab lain dari hipertensi seperti penyakit ginjal dan liver, penyakit tersebut harus diobati terlebih dahulu.
7.       Diutamakan pembekaman dilakukan di beberapa titik di punggung bagi penderita hipertensi. Karena titik-titik tersebut menurunkan tensi dengan cepat. Oleh karena itu pembekaman dilakukan dalam kondisi pasien berbaring tengkurap atau miring.
8.       Tekanan darah harus diperiksa sebelum maupun sesudah terapi bekam.
9.       Penderita hipertensi harus menggunakan sarana pengobatan lain yang telah dijelaskan oleh Rasuulullaah seperti sedekah dan doa.
Eksperimen dan hasil terapi
Hasil bekam untuk kasus hipertensi adalah “baik”. Hasil tersebut terlihat sejak terapi pertama kali. Tapi beberapa hari kemudian, tekanan darah naik sekali lagi. Oleh karena itu, terapi harus dilakukan secara rutin hingga mencapai hasil yang permanen. Terapi yang diperlukan untuk penderita hipertensi bisa mencapai 8 kali pertemuan.